
Setiba nya di rumah sakit jo di sambut oleh suster yang membawa ranjang pasien rumah sakit, lala segera di larikan ke ruang IGD. Yang, segera memberi tahu kaka nya yang lain melalui telfon genggam nya, jimy dan riana baru saja sampai. Mereka semua menunggu di depan ruang tempat lala di periksa, setelah itu tak lama dokter pun keluar dari dalam nya. Jo dan yang lain nya segera berdiri dari tempat duduk nya
“Bagaimana keadaan nya dok?” tanya jo yang sedikit panik, “Pasien tidak apa apa, hanya terjadi pendarahan ringan di kepala nya juga beberapa luka gores yang ia dapatkan dan saya sudah menangani semua nya. Hanya saja ia belum terbangun dari pingsan nya, mungkin dikarenakan dengan diri nya yang syok” jelas sang dokter, kemudian berjalan pergi meninggalkan ke empat nya.
Jo dan yang lain nya segera masuk kedalam untuk melihat keadaan lala, tiba tiba saja jun datang menggubrak pintu dengan keras dia bersama yon, jake dan juga hans. Saat melihat lala yang terbaring semua sangat sedih, mereka menyesal tidak hadir ke dalam acara pensi lala untuk melihat pertunjukan nya, jika saja mereka datang pasti ini tidak akan terjadi.
“Jo bagaimana ke adaan nya?” tanya jun, “Kata dokter lala tidak apa ka, hanya terjadi pendarahan di kepala nya yang terluka” sahut jo. Tak lama lala menggerakan jemari nya, semua yang melihat ke arah nya langsung mendekat melingkari ranjang tempat lala terbaring. Perlahan lala membuka mata nya, dia melihat semua kaka nya berada di depan nya riana juga terlihat berdiri di antara mereka. “Ka, aku di mana?” tanya lala dengan suara pelan, “Kau ada dirumah sakit, saat sedang menari kau tertimpa lampu yang lumayan berat kemudian jatuh tak sadarkan diri” ucap Yang menjawab pertanyaan nya. Saat lala ingin bangun dari tidur nya badan nya di tahan oleh jo “Jangan bergerak dulu apa kau tidak merasa sakit dengan luka luka mu” ucap nya.
__ADS_1
Lala segera mengurung kan niat nya, saat memerhatikan ke sekeliling nya dia sama sekali tak melihat nenek dia pun menanyakan keberadaan nenek nya. “Ka, nenek kemana tidak ikut?” tanya nya, jun dengan cepat menjawab pertanyaan nya “Nenek belum tahu keadaan mu, saat menirama kabar dari Yang, kita terburu buru kesini” jawab nya. Tiba tiba saja semua yang berada di sana mendengar suara orang yang sedang menangis. Mereka mencari asal suara tersebut, saat melihat ke arah riana rupa nya dia tengah menangis sambil meneteskan air mata nya. Jimy juga sontak melihat ke arah gadis yang di sukai nya, lala juga memandangi teman nya “Na, kamu mengapa menangis?” tanya lala pada nya. Tapi riana malah semakin kejar menangis, jimy tertawa kecil melihat nya. “Hiks...hiks.. Aku takut kau kenapa kenapa” jawab nya sambil terisak.
“Seperti nya lala mempunyai teman yang sayang kepada nya” ucap jake. Sementara lala hanya terkekeh kecil, karena ini kali pertama nya lala melihat riana menangis. “Sudah aku tidak papa, mengapa kejar sekali menangis nya” ucap lala sambil meledek kecil ke teman nya. “Aku rasa sudah tidak ada apa apa lagi disini, lala sudah bangun aku akan membawa nya pulang” ucap jun “Hans pergilah untuk mengurus adminstrasi nya” lanjut jun dan memerintah kepada adik ke empat nya. Setelah selesai mengurus administrasi lala di gendong ala bridal mask oleh jo menuju ke arah mobil nya.
Saat sudah di luar rumah sakit yon memperhatikan riana, setelah itu dia melihat ke arah jimy yang berada tepat di sebelah gadis itu. “Jimy, kau antar lah riana pulang” titah yon, “Siap boss” sahut jimy sambil memperlihat kan ibu jari nya. Semua segera masuk Yang ikut di dalam mobil jo bersama lala, sedang kan mobil nya di pakai oleh jimy untuk mengantar riana. Karena saat pergi ke pensi mereka berdua menggunakan mobil pribadi milik Yang.
Saat dalam perjalanan menuju rumah riana jimy selalu curi curi pandang ke arah gadis di sebelah nya yang masih terisak pelan. Jimy pun mengarah kan tangan nya ke rambut riana mengusap usap dengan lembut. Seketika jantung riana berdebar, “Sudah jangan menangis lagi lala sudah tidak papa” ucap jimy. Riana lalu menatap ke arah jimy yang sedang fokus menyetir tapi tangan nya masih mengelus bagian kepala nya. “Ka, kenapa kau datang, bukan kah kata lala kau tidak bisa datang” tanya riana yang teringat tentang jimy. Jimy melepaskan tangan nya dari kepala lala dia terlihat bingung menjawab pertanyaan yang di berikan oleh riana. Karena dia datang sebenar nya ingin melihat penampilan riana seperti yang di ucap kan oleh lala.
__ADS_1
“Huhhh, jika ka jimy datang pasti aku akan ikut tampil. Aku sudah melatih suara ku, padahal lagu itu untuk mengungkap kan perasaan ku. Walaupun tidak tahu apakah dia akan menyadari nya” gumam riana dalam hati. Mereka berdua akhirnya telah sampai, riana berpamitan kepada jimy dan juga tak lupa mengucapkan terimakasih. Setelah riana sudah dipastikan masuk ke dalam rumah nya jimy bergegas untuk pulang.
*Di sekolah
Bram dan panitia acara masih sibuk mencari tahu tentang siapa pelaku nya. Namun saat ini mereka masihh belum menemukan nya, bram ingin memberitahu ini kepada keluarga lala tapi saat ini mereka juga seperti enggan bertemu dengan nya. Dia tringat dengan jimy yang masih mau berbicara ramah pada nya, bram menelfon riana untuk meminta kontak jimy, pasti riana mempunyai nya. Karena seingat nya, lala selalu menyinggung soal jimy kepada riana. Hingga bram berasumsi bahwa riana menaruh rasa pada jimy dan benar saja riana mempunyai kontak nya. Setelah mendapat kan kontak jimy bram mengirimkan pesan kepaada nya tentang apa yang terjadi.
Setiba nya dirumah pas sekali semua tengah berkumpul di ruang keluarga, dengan cepat jimy memberitahu info yang di berikan oleh bram. Saat mendengar nya tatapan jun kembali menjadi dingin, semua menatap ke arah nya. “Jake suruh orang kita untuk...” belum sempat yon menyelesaikan ucapan nya sudah terlebih dulu di potong oleh jun “Tidak perlu! Biar aku saja” ucap nya. Yon hanya mengangguk, setelah itu jun pergi kedalam kamar nya. Sementara yang lain terheran melihat tingkah kakak pertama nya “Ka jun kenapa ya dari kemarin ku perhatikan tingkah nya selalu begitu” ucap hans yang terheran dengan kaka nya “Mungkin ada sesuatu yang membuat nya seperti itu” ucap jake menimpali omongan hans. “Ya, seperti ada yang di sembunyikan” ucap yon yang juga menimbrung obrolan mereka.
__ADS_1
*Di penjara
Sepasang mata yang sering menatap hengki tersenyum smirk ke arah nya. Sementara hengki sedang melihat ke arah cermin dengan wajah yang terlihat misterius.