7+1 Child

7+1 Child
Ke Pantai


__ADS_3

Sementara itu yon dan jake berada di kantor mereka keduanya sedang berada di ruang pribadi untuk beristirahat. Saat sedang merebahkan badan nya di sofa, kedua nya di kejutkan dengan jun dan adrian yang mendatangi mereka. Yon dan jake sontak langsung terduduk tegap, kedua nya di buat bingung saat melihat ekspresi jun yang terlihat dingin. “Yon tarik semua kerja sama dengan keluarga putra sekarang juga” perkataan jun sukses membuat kedua adik nya terdiam. Tapi yon hanya bisa menuruti kemauan sang kakak, dia ingin menanyakan apa yang terjadi tapi yon sangat ragu.


*Di sekolah


Saat pulang sekolah lala dan riana masih berada di sana, mereka berdua tengah melihat lihat persiapan untuk pentas seni yang di adakan sabtu malam ini. Sementara jo disisi lain tengah sibuk bersama teman nya menyiapkan persiapan untuk besok mengingat dia juga bagian dari panitia. Saat sedang membawa sebuah kotak di tangan nya, jo memperhatikan lala dari jauh dia juga melihat bram yang mendekat ke arah lala. Dengan cepat dia memberi kotak yang di bawa nya kepada teman yang baru saja melewati nya, dia dengan cepat sudah berada di sisi lala berpapasan dengan bram yang juga baru sampai.


“Kau sudah ku katakan jangan coba mendekati nya lagi, apa ucapan ku tadi pagi kau anggap remeh?” ucap jo dengan ketus. Sementara bram dengan ekspresi kesal nya menatap jo, dia masih bertanya tanya mengapa keluarga lala melarang nya mendekati nya. “Santai saja jo aku bukan ingin menemui lala, aku hanya ada beberapa yang ingin ku katakan pada riana” sahut nya, riana yang ada di sana tampak ke bingungan saat mendengar ucapan bram. “Riana mari ikut aku sebentar aku inging membahas sesuatu” lanjut bram. Riana pun ikut bersama bram, sedangkan lala terheran apa yang ingin dibicarakan mereka berdua. Setelah bram dan riana pergi lala menatap sinis ke arah jo, dengan menyedekap kan tangan di dada nya.


Jo yang melihat lala meletakan tangan nya di kepala lala “Berhenti menatap ku seperti itu, ini bukan kemauan ku tapi ini perintah ka jun” ucap jo dengan lembut, dia tau perasaan lala saat ini. Pasti sangat sedih di jauhkan dari teman nya, jo tahu jika lala menganggap bram sudah seperti sahabat nya tapi berbeda dengan bram yang ingin berharap lebih pada hubungan mereka.


“Greeeep”

__ADS_1


Tiba tiba saja lala memeluk jo dengan erat, semua orang menatap ke arah nya. Walaupun sudah jam pulang sekolah tapi masih ada beberapa murid yang ada di sana. Dari kejauhan bram dan riana juga melihat ke arah kedua nya, lelaki di depan riana itu mengepalkan tangan nya melihat lala memeluk jo dengan erat, sementara riana memperhatikan wajah bram yang terlihat sangat kesal. “Hhm, ini seperti kisah cinta segitiga saja” gumam riana di dalam hati.


Lala masih mendekap jo dengan erat, jo hanya terdiam tidak membalas pelukan lala. Mata nya melihat ke arah sekitar bahkan teman sekelas nya juga menatap mereka, jo ingin melepaskan pelukan lala tapi dia merasa jika nafas perempuan yang memeluk nya terasa sesak. Jo pun mengangkat wajah lala, saat melihat nya dia terkejut saat lala mengeluarkan air mata. Lala menangis tanpa suara sambil memeluk nya, jo yang tadi nya ingin melepaskan pelukan lala jadi mengurungkan niat nya dan membalas pelukan lala dengan erat sambil mengusap rambut lala. “Apa kau ingin pulang?” tanya jo, lala hanya menganggukan kepala nya.


“Aku akan mengantar nya ke mobil dulu” ucap bram ke arah teman yang masih menatap nya. Teman teman nya masih terdiam mematung di tempat mereka berdiri, jo segera membawa lala ke dalam mobil nya. Tak lama kedua nya telah sampai di sana jo menyuruh lala untuk masuk dan menunggu nya di dalam mobil. Lala menuruti perintah jo, karena masih ada beberapa hal lagi yang harus dikerjakan jo.


Sementara itu bram masih mematung di hadapan riana dia masih menatap ke arah jo dan lala yang sudah pergi. “Bram, bram, bram, Braammmmm!” teriakan riana membuat nya terkejut. Bram menatap ke arah gadis di depan nya “Kau, kenapa berteriak begitu mengagetkan ku saja” ucap bram, riana yang mendengar itu mengetuk keras kepala temanya menggunakan botol minum yang ada di genggaman nya “(tok), kau ini kenapa? Aku memanggil mu dengan pelan kau tidak mendengar nya. Sampai berkali kali pun tidak mendengar akhir nya aku berteriak saja” sahut riana dengan kesal. Bram memegangi kepala yang di pukul oleh riana, “Sakit tau..” keluh bram kepadanya. “Sukurin emang enak” ucap riana, “Oh ya bram kau ingin membahas apa dengan ku?” lanjut riana yang mengingat jika bram ingin mengatakan sesuatu pada nya. “Ahhh tidak itu hanya alasan saja, tadi aku ada yang ingin ku tanyakan kepada lala. Tapi jo tiba tiba datang entah dari mana” jelas bram, “Ya aku juga ingin bertanya, kenapa jo seperti itu kepada mu. Apakah ini masalah antara keluarga kalian atau ini ada hubungan nya dengan bisinis keluarga kalian?” tanya riana pada bram. “Aku juga tidak tahu, kemungkinan juga memang iya. Kalau bukan masalah bisnis apalagi, kan aku ga pernah macam macam pada lala” sahut bram “Hahhh, sudahlah keluarga kaya seperti kalian sulit di mengerti” ucap riana sambil pergi meninggal kan bram “Dahh bram, aku pulang dulu” lanjut nya sambil melambaikan tangan nya ke arah bram.


Sudah 30 menit berlalu, jo sudah menyelesaikan tugas nya. Dia pun pamit kepada teman teman nya yang masih berada di sekitaran area panggung. Setelah itu dia berlari ke arah parkiran mobil, sementara itu teman teman nya mentap jo. “Ehhh, bukan kah mereka terlihat seperti sepasang kekasih?” bisik salah satu teman jo. “Tapi mereka kan kaka beradik, semua juga sudah tahu banyak tv yang menayangkan pesta itu” sahut teman satu nya lagi. “Tapi jangan lupa walaupun mereka bersaudara orang tua mereka berbeda siapa tahu memang benar mereka ada sesuatu” balas teman nya lagi. Memang pesta yang waktu itu di adakan oleh keluarga baskara, banyak yang di tayangkan di tv. Karena sebuah berita besar bagi mereka mengetahui tentang keberadaan lala. Dari situ banyak yang prihatin dengan keadaan gadis kecil itu. Banyak juga orang yang membenci hengki karena menelantarkan anak dan istri nya.


Lala berada di suatu tempat yang mana terlihat sangat gelap, dia tidak bisa melihat dengan jelas ke arah sekeliling nya. Kemudian terdengar langkah kaki yang mendekat, dia menutup mulut nya dan menahan suara tangisan nya. Dari celah terlihat pria bertubuh kekar yang berjalan memegang tongkat bisball di tangan nya. Gadis itu sangat takut melihat pria itu dengan keras memukul mukul sesuatu yang tidak bisa ia lihat dengan jelas. Saat pria itu melangkah ke arah nya, lala semakin gemetar dan sampai saat wajah pria itu terlihat dengan jelas lala berteriak dengan sangat kencang.

__ADS_1


“Aaaaaaaaaaa.....”


Jo yang kaget mendengar nya langsung menginjak kan rem di kaki nya. Badan lala terhentak ke depan, saat dia membuka mata nya dia melihat diri nya yang berada di dalam mobil bersama jo. Dia pun menghembuskan nafas nya dalam dalam “Hfffttt, seperti nya hanya mimpi” gumam nya. Sementara jo yang melihat lala dia mencakup kedua pipi lala “Apa tidak papa? Di mana yang sakit katakan” ucap nya dengan khawatir sambil membolak balikan pipi lala ke kanan dan ke kiri untuk memastikan tidak ada yang terluka. Karena tadi badan nya terhentak sangat keras, “Jo aku tidak papa, tidak ada yang sakit” ucap lala yang menyauti pertanyaan nya. “Kau kenapa berteriak sangat kencang, hingga membuat ku kaget” ucap jo yang masih belum melepaskan tangan nya di kedua pipi lala. “Tidak apa aku hanya bermimpi tadi” sahut nya, “Ohh..” belum sempat melanjutkan ucapan nya keduanya di kejutkan dengan suara klakson mobil di belakang nya (Tinn..tin...tin..) jo dengan cepat melepaskan tangan nya yang berada di pipi lala dan menjalan kana mobil nya “Aisshh, aku lupa berhenti di tengah jalan” gumam jo.


Kemudian jo kembali melanjutkan perjalanan nya lagi menuju rumah nya. Lala masih terdiam, saat ini dia tidak ingin pulang kerumah nya. “Jo...” ucap nya dengan pelan sambil memegangi lengan baju jo dan menarik nariknya. “Apa?” sahut jo yang sadar dengan lala, pasti saat ini dia menginginkan sesuatu, “Aku mau ke pantai jo” ucap lala dengan nada pelan dia takut jo tidak akan menuruti nya karena letak pantai yang lumayan jauh dari tempat nya tinggal. “Ini masih hari sekolah, tunggu acara pensi selesai aku berjanji akan mengajak mu ke sana” sahut jo tanpa memandang ke arah lala karena dia masih fokus menyetir. Lala yang sudah tahu dengan jawaban nya dia pun kembali menyandarkan badan nya dan terdiam. Jo melirik sekilas ke arah lala, dia melihat gadis di samping nya yang terlihat cemberut.


Saat lala memperhatikan jalan di depan nya dia merasa jika ini bukan jalan menuju arah rumah nya dia pun bertanya kepada jo yang berada di samping nya. “Jo, kita mau kemana?” tanya nya dengan penasaran, “Pakailah sabuk pengaman mu, aku akan mempercepat laju mobil ini” ucap jo. Lala hanya mengikuti perintah jo tanpa tahu dia ingin di bawa kemana. “Sekarang masih jam satu siang, jika aku mengebut mungkin dalam dua jam kita bisa segera sampai di pantai” ucap jo melanjutkan perkataan nya. Lala yang mendengar nya sangat senang ternyata jo mau mengikuti kemauan nya. “Tapi berjanjilah kita hanya satu jam saja berada di sana setelah itu kita akan pulang” ucap jo lagi, lala menganggukan kepala nya seraya menyetujui ucapan jo.


Setelah menempuh 2jam perjalanan akhir nya mereka sampai di sebuah pantai. Kedua nya masih mengenakan baju sekolah nya, banyak pengunjung yang memeperhatikan mereka karena mobil yang di naiki mereka sangat mewah tapi yang di dalam nya hanya lah dua orang anak pelajar. Jo dan lala tak terlalu memperhatikan orang orang di sekitar nya, lala berlarian di pasir pantai dengan senang nya. Jo hanya mengikuti nya dari belakang, lala terus berlarian kesana kemari jo juga ikut berlarian bersama nya. Mereka berdua terlihat seperti sepasang kekasih yang tengah menghabiskan waktu nya bersama. Saat sudah merasa lelah kedua nya terduduk di jembatan yang berada di tepi pantai, dengan kaki yang menggantung ke bawah lala menyandarkan kepala nya di pundak jo.


“Terimakasih sudah menuruti kemauan ku” ucap lala dengan lembut. Jo hanya mengusap usap pipi lala dengan tangan kiri nya yang melingkari leher gadis di samping nya. Dengan suara ombak pantai yang terdengar, angin yang berhembusan membuat fikiran menjadi tenang kedua nya menikmati pemandangan yang berada di depan nya. “Oh iya, kenapa kau tadi menangis?” ucap jo yang tiba tiba berbicara. Lala yang mendengar nya dia langsung menjawab ucapan jo “Aku merasa sedih, ini kali pertama nya ka jun melarang ku berteman. Dan juga kali pertama dia membentak ku dengan sangat kencang” sahut nya. Jo pun hanya terdiam mendengar perkataan lala, “Sudah jangan terlalu difikirkan, masih ada riana yang menemani mu” ucap jo kepada nya. “Hmm, iya aku tahu” sahut lala,

__ADS_1


“Saat semua tidak ada di rumah ka jun sering mengajak ku ke pantai, supaya aku tidak merasa bt menunggu kalian pulang. Saat itu aku masih berumur 6tahun dan kau baru saja bersekolah di bangku kelas satu. Setiap hari ka jun tidak bosan nya mengajak ku ke sini, aku sangat merindukan ka jun. Maka nya aku ingin sekali pergi ke sini” ucap lala. Memang akhir akhir ini jo juga menyadari jika kaka pertama nya tengah sibuk mengurus sesuatu bersama adrian. Membuat jun hanya berinteraksi sedikit bersama adik adik nya.


“La..” tiba tiba saja jo memanggil lala dengan nada yang tergetar. Lala pun menjawab nya “Ya?..”, jo seperti ingin mengatakan sesuatu tapi dia mengurung kan niat nya. “Ayo kita pulang” sahut jo begitu saja dari mulut nya, lala pun mengiyakan nya dn berdiri dari tempat nya duduk. Sementara jo mengacak acak rambut nya. “Jo, b*doh sekali hanya mengatakan aku mencintai mu saja tidak bisa dasar b*doh” sambil berjalan ke arah mobil. Setelah itu kedua nya bergegas untuk pulang.


__ADS_2