
Pagi nya lala yang terlihat sangat senang turun dari kamar nya dia terlihat sudah rapih, lalu lala memakan sarapan seperti biasa nya. Kali ini dia tidak mendiami jo lagi, mereka pun berangkat ke sekolah sesampai nya di sekolah dia bertemu dangan riana dan bram. Mereka pun pergi ke kelas bersama. Bram yang melihat lala dan riana baik baik saja dia juga tampak lega karna semenjak kemarin dia selalu memikir kan kedua nya apa lagi dengan lala.
Sudah sampai jam pulang sekolah. Riana memberikan sebuah paperbag lalu memberikan nya pada lala. Dia yang melihat itu langsung menanyakan pada riana “Apa ini” tanya lala pada riana. “Ini kue yang di buat oleh kaka ku, aku di suruh memberi nya pada ka jimy karna dia sudah mengantar ku pulang” ucap riana, “Mengapa memberi ku berikan lah pada ka jimy” ucap lala tanpa penasaran. “Tolong kau berikan pada nya aku sangat malu” sahut nya lagi. Tiba tiba lala teringat jika dia juga di suruh meminta maaf pada orang tua riana.
“Aku akan membantu mu, tapi beri tahu aku apa kesukaan kedua orang tua mu” tanya lala. Sontak riana yang mendengar pun terkejut bagaimana dia bisa bertanya seperti itu pada nya “Orang tua ku sudah meninggal mengapa kau menanya kan nya” sahut riana. Lala hanya terdiam karna dia tidak tahu “Eh, maaf aku tak bermaksud lalu kau tinggal dengan siapa?” tanya nya lagi. “Aku tinggal dengan kaka ku saja” jawab riana lagi “Kalau begitu beritahu apa kesukaan kaka mu” lala tak henti nya bertanya. Sementara riana yang mendengar itu dia tidak tahu apa maksud lala menanyakan kesukaan kaka dan orang tua nya. “Kau ini kenapa, kenapa menanyakan hal yang tidak aku mengerti” ucap riana sambil menepuk pelan pundak nya. Lala pun menjelas kan kepada riana jika diri nya di suruh meminta maaf kepada kedua orang tua riana oleh jun. Riana yang sudah mengerti pun langsung memberi tahu nya “Tidak ada yang di sukai kaka ku bahkan lelaki pun tidak ada yang ia suka, dia hanya suka mabuk mabukan di rumah” jelas riana. Lalu lala pun sudah tau apa yang harus ia bawa dengan senang hati dia mengambil paperbag riana dan mereka segera berpisah. “Tunggu lah aku di rumah mu aku akan kesana” teriak lala. Riana yang tidak mengetahui apa maksudnya dia berjalan tak memedulikan omongan lala.
Saat di mobil lala memberikan paperbag itu kepada jimy. “Apa ini” tanya jimy yang penasaran jo dan yang juga ikut penasaran dengan apa yang di beri lala. “Itu ucapan terimakasih dari riana karena kau telah mengantar nya pulang” ucap lala. Jimy yang mendengar itu tersenyum lalu bertanya pada lala, “Kenapa dia tidak memberi pada ku sendiri” tanya nya, karna semenjak kejadian malam itu jimy tak berani menampakan diri nya di depan riana begitu pun dengan riana. “Mana aku tau” sahut lala. Yang dan jo sedari tadi memerhatikan jimy yang kecewa pun meledek nya “Ehem ehem” ledek jo dan yang. Sedangkan jimy hanya tersipu malu, yang dan jo memang mengetahui jika jimy suka dengan riana semenjak di lapangan basket waktu itu.
__ADS_1
Lala juga tak terlalu memperhatikan mereka. Akhir nya mereka telah sampai di rumah, saat masuk kerumah mereka terkejut ada yon jake jun dan hans. padahal seharusnya tidak ada, “Loh ka jake dan ka yon mengapa dirumah, ka hans juga mengapa tidak berkuliah” tanya lala yang terkejut. “Tidak apa, tadi kami hanya pulang untuk makan siang sudah lama aku tidak makan siang dirumah” ucap yon seperti menyembunyikan sesuatu. “Lalu ka hans?” aku tidak ada kelas hari ini jadi aku ingin menghabiskan waktu dirumah” ucap hans yang juga terlihat gugup. Lala yang merasa tidak ada apa apa pun ikut duduk di antara mereka. Lalu lala berbicara pada jun
“Ka, aku akan meminta maaf kepada kaka nya riana ” ucap nya pada jun, jimy yang mendengar itu langsung menoleh memperhatikan pembicaraan mereka. “Kenapa ke kaka nya kan aku menyuruh mu meminta maaf kepada orang tua nya” sahut jun. “Ka, riana tidak ada orang tua dia hanya tinggal dengan kaka nya saja” jelas riana. “Yasudah apa yang harus ku bantu untuk mu” tanya jun lagi. “Tolong kemas lah beberapa minuman untuk kaka riana” ucap lala.
“Apaaa....”
botol red wine dan memasukan nya kedalam 2 kotak untuk diberi kan pada kaka riana.
__ADS_1
Saat lala turun dia terlihat sudah rapih, saat ia menghampiri kaka nya jun pun sudah berbicara terlebih dahulu. “Maaf aku tak bisa ikut bersama mu, pergilah dengan jimy aku masih ada beberapa hal untuk di bicarakan dengan yon dan jake karna ini menyangkut perusahaan kita” ucap jun. Lala yang mendengar itu sedikit kecewa tapi dia mengerti dia langsung berpamitan dan pergi bersama jimy untuk kerumah riana.
Sementara itu jun yon hans dan jake yang sedari tadi membicarakan sesuatu mereka melanjutkan pembicaraan nya yang terpotong. Di sana terlihat yang dan juga jo yang ikut duduk bersama mereka. “Ka, lalu bagai mana keputusan nya” ucap jake, jo dan yang juga terlihat serius mendengar kan pembicaraan para kaka nya sebenar nya ada apa. Tanya mereka berdua dalam hati yang sangat penasaran.
“Begini kita umumkan saja pada semua jika lala bagian dari keluarga kita” yon membalas omongan jake. “Tapi bagaimana jika mereka bertanya anak siapa kah dia, sedangkan mamah dan papa meninggal waktu jo berumur 4 tahun” sambung hans. Mereka pun semakin sulit membicarakan itu, “Aku juga sebenar nya tidak mau mempublikasikan lala sampai aku menemukan jawaban dari apa yang terjadi pada 13 tahun lalu” ucap jun. Semua sangat bingung memikirkan sementara yang dan jo masih bertanya tanya tapi mereka masih dengan tenang mendengarkan pembicaraan mereka.
“Untuk saat ini kita diam saja dulu, jangan membuat tindakan yang gegabah aku takut ada sesuatu di balik orang orang yang mendesak bertanya siapa lala” ucap jun lagi. “Ya, benar ka dari pada kita menaruh lala dalam bahaya” ucap jake. Jo dan yang terlihat sudah mengerti pasti ada orang yang sudah tahu di rumah ini ada seorang perempuan dan meraka mempertanyakan siapa lala. Sepertinya hanya itu yang mereka berdua pahami.
__ADS_1