
Jo dan lala akhir nya telah sampai di rumah, saat mobil telah memasuki gerbang lala dengan cepat membuka pintu mobil lalu dia langsung pergi masuk ke dalam rumah nya tanpa menghiraukan jo yang masih berada di dalam mobil. Jo hanya tersenyum melihat tingkah nya, lala bergegas masuk sambil berlari kecil. Kehadiran nya telah di sambut oleh nenek yang sedari tadi menunggu nya. Lala langsung memeluk sang nenek, “Nek, apa kau merindukan ku?” tanya nya, nenek hanya tersenyum kepada nya. Setelah itu lala melepaskan pelukan nya dan bergegas menuju kamar nya “Nek, aku akan membersih kan badan ku terlebih dulu” ucap nya. Nenek hanya mengangguk, hari sudah semakin gelap waktu nya nenek untuk membuat makan malam. Dengan cepat nenek memasak makanan yang ingin di buat nya, hans yang melihat nenek dia ikut membantu nenek walaupun tidak tahu harus apa, saat ini dia hanya merasa kasihan jika nenek harus memasak semua nya sendiri. Tapi berkat arahan dari nenek hans bisa dengan lancar membantu nya. Sementara lala di kamar nya menutup pintu dengan rapat, dia menari nari kegirangan karna perbuatan jo yang telah mencium nya bahkan hal itu di lakukan nya sampai dua kali. Dia sangat senang di buat jo, lala yang sedang rebahan di kasur menggerakan tubuh nya ke kanan dan ke kiri saat ini diri nya sangat kacau tak tahu harus bagaimana. Sekarang sudah pukul delapan malam seharus nya semua sudah berada di meja makan. Tapi lala yang masih tersipu malu dia tak ingin keluar dari kamar nya, dia takut jika harus bertatapan dengan jo pasti akan membuat nya sangat salting. Tak lama Yang mengetuk pintu kamar nya, “La, ayo cepat makan semua sudah menunggu” ucap Yang lala pun mau tak mau keluar dengan terendap endap. Sontak membuat Yang, yang melihat itu bertanya tanya “Ada apa dengan nya?” gumam nya dalam hati setelah itu dia berjalan di ikuti oleh lala di belakang nya yang menempel pada tubuh Yang. Kaka nya hanya mendiam kan saja apa yang di lakukan oleh lala, saat sudah sampai semua nya di buat bingung saat melihat Yang dan lala yang masih berdiri. “Cepat duduk mengapa masih seperti ini” ucap Yang dengan lembut, jo melihat lala yang sedang bersembunyi di belakang badan Yang. “Haha, apa dia malu?” gumam jo dalam hati, memang jauh di dalam hati nya dia juga merasa malu jika melihat lala, tapi karna tingkah lala dia jadi dengan percaya diri saat melihat lala. “Haduhh, anak ini kenapa sih?” ucap jun yang juga sudah pulang bersama yon dan jake. Akhir nya Yang tak tahu harus berbuat apa lagi dia membalikan badan nya dan menggendong lala, lalu meletakan nya di kursi yang kosong. Yang pun juga menempati tempat duduk nya, tapi posisi lala semakin di buat kacau saat melihat jo yang berada di hadapan nya. Kedua mata mereka saling memandang lalu jo menampak kan senyum smirk nya saat tak sengaja melihat gadis yang di sukai nya, lala yang melihat jo langsung mengalihkan pandangan nya. “Aduhh, mengapa jo tersenyum pada ku” ucap nya dalam hati, semua nampak tak menyadari interaksi yang di buat oleh jo dan lala. Mereka terlalu fokus makan sampai tak melihat lala yang saat ini masih di buat salting oleh jo. Saat ini lala sudah bisa mengendalikan diri nya, sekarang semua makan dengan tenang.
__ADS_1
“Oh iya, kalian bertiga datanglah besok untuk berlatih. Adrian sudah lama tak bertemu dengan kalian, dia ingin melihat perkembangan ilmu bela diri kalian” ucap jun yang memecah kan suasana hening sambil menunjuk ke arah jimy, yang dan jo. Mereka bertiga pun sangat bersemangat mendengar adrian, akhir nya besok mereka bisa berlatih lagi bersama nya. Karena saat ini hanya ketiga nya yang belum selesai belajar hingga mendapatkan sabuk tertinggi. Sementara ke empat kaka nya sudah selesai menaklukan nya. Lala yang mendengar ucapan jun dia sangat penasaran “Ka, apa aku boleh ikut” tanya nya pada jun. “Untuk apa? Kau temani saja nenek” sahut kaka pertama nya, “Huhhh aku hanya ingin melihat saja, lagi pula aku juga tidak tertarik sama sekali dengan itu” ucap lala yang merasa kesal. “Sudah sudah, ayo cepat habis kan makan kalian nanti saja mengobrol nya” ucap nenek kepada semua nya. Mereka pun melanjutkan makan nya. Saat semua sudah selesai satu persatu mereka meninggalkan meja makan, ada yang langsung menuju kamar dan ada juga yang memilih berkumpul di ruang keluarga.
__ADS_1
Sementara itu di kediaman hengki terlihat jeni yang sedang berada di kamar nya menelfon seseorang “Berikan aku semua data tentang shiella baskara, besok harus sudah ada di rumah ku” ucap nya dia menelfon orang kepercayaan papah nya, untuk membantu nya mencari tahu tentang lala. Dia tak sabar ingin melakukan sesuatu kepada lala, dia terduduk di kasur nya sambil memegang sebuah foto di tangan nya. “Lihat saja besok aku akan menghabisi mu, karna kamu papah ku masuk penjara dan gara gara kamu juga membuat uang jajan ku di potong” gumam nya sambil menekuk selembar foto yang di genggam nya dan melempar kan nya asal ke lantai kamar nya. Karna hengki yang berada di penjara membuat diri nya sangat kesusahan, papah nya harus membayar denda yang di tanggung nya juga menyewa beberapa pengacara dengan mahal tetapi itu semua masih juga tak bisa membebaskan diri nya. Karena itu hengki memotong uang jajan jeni dan juga memotong uang bulanan yang biasa di berikan pada istri ke dua nya. Saat itu juga terdengar suara orang mengetuk pintu dari kamar nya. Jeni pun membuka pintu nya, ternyata itu adalah mamah nya. “Mengapa belum tidur?” tanya sang mamah “Mahh, bagaimana aku bisa tidur aku terus memikir kan wanita itu. Karena dia papah sedang berada di penjara”ucap nya dengan nada kesal. Sementara mamah nya yang mendengar itu juga merubah ekspresi nya “Ya, memang kau harus bersabar. Lihat saja jika aku berjumpa dengan nya aku akan memberikan pelajaran pada nya” sahut nya. Istri kedua hengki bernama Mona, hengki menikahi nya saat sebulan setelah dia kehilangan istri pertama dan putri nya. Seperti tak ada rasa duka dalam diri nya, dengan tega dia melangsung kan pernikahaan. Bahkan kuburan istri nya masih basah, saat itu jun juga terlihat hadir bersama yon dan jake. Mereka sangat kesal saat melihat hengki yang berbahagia tanpa mencari keberadaan anak nya. Meski begitu jun dan yang lain nya bisa bersikap seolah tak ada apa apa di antara mereka. Padahal saat itu lala tengah berbaring di tempat tidur, dis masih harus menjalani pengobatan di rumah nya, tubuh lala yang kurus kering membuat nya harus memakai selang infus untuk menerima asupan. Semua itu bisa di tahan oleh tubuh mungil nya, hingga akhir nya dia bisa sepenuh nya pulih dan menjadi gadis yang cantik seperti sekarang. Ke esokan pagi nya saat jeni terbangun dia sudah melihat setumpuk map di atas nakas nya, dia lalu membuka map yang berisi tentang shiella. Jeni membaca dengan teliti mata nya tertuju pada kata phobia dia membaca nya dengan serius. Saat sudah selesai jeni tersenyum licik “Hahaha, tunggu lah aku akan datang pada mu” gumam nya. Entah apa yang ingin di rencana kan oleh nya
__ADS_1