
Hari telah pagi lala masih terbaring di kamar nya, namun rasa perih luka nya sudah tak terasa lagi. Dia keluar kamar nya menuruni anak tangga, melihat ke sekeliling rumah tidak ada orang sama sekali. Saat sedang berjalan tak sengaja lala menyandung kursi di depan nya membuat badan nya tak seimbang. Saat ingin terjatuh sebuah tangan menahan nya, akhir nya lala tidak jadi terjatuh.
“Mau kemana, apa yang ingin kau lakukan?” ucap jo yang telah menangkap tangan nya dan sekarang posisi mereka seperti sedang berdansa. Saat menatap jo dia melihat pipi yang lebam di sudut bibir, lala mengarahkan tangan ke sana dan mengelus lembut lebam yang terlihat jelas. “Aaw...” ringis jo menahan jemari lala yang menekan sebagian luka nya, “Apa sakit? Kau habis bertengkar jo?” tanya lala dengan sedikit khawatir. “Hmm ya, tapi aku tidak papa” sahut jo, “Kau jangan terlalu sering berkelahi! Aku tidak ingin dirimu terluka” ujar lala. Jo hanya tersenyum mendengar nya lalu mengelus pipi lala sambil mengatakan “Apa kau sedang menggoda ku?” tanya jo dengan menatap mata lala. Pipi gadis itu memerah dia hanya tersipu malu lalu melepaskan tangan jo yang masih menahan pinggang nya. “Tidak..” lalu pergi menjauh dari nya, kemudian jo mengejar nya sambil tertawa kecil melihat tingkah lala. Di sisi lain, Yang sedang menatap mereka dia melihat kedua nya yang terlihat tampak mesra.
Kebetulan ini hari libur, semua orang ada di rumah terkecuali hans dia sama sekali tak terlihat kehadiran nya. “Dimana ka hans? Aku tak melihat nya” tanya lala kepada semua nya. “Mungkin dia sedang tertidur di galeri nya” sahut jake yang menjawab pertanyaan nya, kemudian lala menyandarkan kepala di pundak jo yang berada di sebelah nya. “Biarkan aku bersandar sebentar” ucap lala, para kakak di buat terheran dengan kedua nya karena biasanya mereka selalu bertengkar. “Ada apa ini, biasa nya kalian seperti tom and jery” ledek jake yang melihat kedekatan mereka. “Mungkin karena kedua nya sedang bernasib sama, lihat yang satu wajah nya babak belur yang satu nya penuh luka. Memang sangat serasi” timpal jimy, Yang menatapi kedua nya setelah mendengar perkataan jimy. Ekspresi nya sangat datar melihat lala yang bersikap manja pada jo, “Mengapa aku sangat cemburu jika lala bersama jo, tak seperti saat lala bersama yang lain nya” gumam Yang dalam hati nya.
“Ka, hari ini aku tidak punya tenaga untuk menghadapi kalian. Jangan mengganggu ku” ucap lala dengan nada tak bersemangat, jo kemudian mengelus elus rambut lala. “Jika tidak ada tenaga tidur lahh” ucap jo dengan lembut. “Aaaaaa...” ucap para kakak dengan serempak karena di buat melting dengan ucapan jo, ini pertama kali nya jo bersikap sangat lembut di depan mereka. Tapi sebenar nya saat di belakang mereka, jo selalu perhatian dengan lala. Dia memang sengaja tidak terlalu menampakan nya di depan mereka supaya tak terlalu ketara jika jo menyukai nya. Jo yang sangat malu karena ulah yang di buat kaka nya mencoba menenangkan diri dengan mengatakan “Aku harus memperhatikan nya karena lala sedang sakit, aku akan kembali mengganggu nya nanti setelah ia sembuh” ucapan jo membuat tangan lala bergerak mencubit nya. Seketika semua nya tertawa, baru saja mereka memuji nya sudah mulai terlihat lagi pertengkaran yang akan di lakukan oleh tom and jery.
__ADS_1
Di waktu yang bersamaan kirana terbangun dari tidur nya, dia membuka mata nya dan memfokuskan cahaya yang masuk ke retina nya. Saat tangan nya meraba sesuatu dia merasakan guling yang di peluk nya sangat keras, dia pun melihat dan baru saja tersadar jika dia sedang tertidur di atas dada hans. Kirana sangat terkejut, dia baru mengingat jika semalam dia habis berbincang dengan hans kemudian berciuman untuk waktu yang cukup lama dan setelah nya dia melihat ke arah badan nya.
“Hfftt, untung masih aman” gumam nya, dia takut jika pergerakan nya membangun kan hans. Dia bersyukur karena hans tak seperti laki laki bejat yang mengambil kesempatan pada diri nya karena ia sudah mabuk berat. Mereka hanya tertidur di ranjang yang sama dan hanya berciuman bibir saja, untuk gadis dewasa seperti kirana hal itu sangat wajar terjadi. Terlebih lagi dengan pergaulan nya dulu yang selalu pergi ke bar bersama teman teman nya.
Saat kirana ingin mengangkat badan nya, tapi tiba tiba saja tubuh nya oleng dan kembali terjatuh di menimpa dada bidang hans. Kemudian hans yang merasakan ada benda yang menimpa diri nya mulai membuka mata nya. Kini kedua nya saling bertatap, hans melihat wajah cantik kirana. Kedua nya bertatapan untuk waktu yang lama, karena gugup kirana dengan cepat beranjak dari tempat nya. Hans juga segera membangun kan badan nya, diri nya saat ini sangat nervous karna dia baru saja menyadari jika dia telah tidur berdampingan dengan riana. Untung nya dia tak sampai melakukan hal yang di luar batas.
“Apa tidur mu nyenyak semalam?, aku akan membersihkan diri setelah itu akan memesan sarapan untuk kita makan” ucap hans lalu ia mencari kamar mandi untuk mencuci muka nya. “Huahh, menegangkan sekali. Dia membuat ku diam tak berkutik saat melihat nya. Lihat saja aku tak akan melepaskan mu” gumam hans sambil menghadap ke cermin yang ada di dalam kamar mandi, setelah nya dia keluar. Dan kini bergantian, kirana dengan cepat masuk ke dalam kamar mandi tanpa melihat ke arah hans.
__ADS_1
Kedua nya kini telah menyantap makan nya, kirana terus memandangi hans yang sedang menikmati makanan nya. Sementara hans yang menyadari gadis di depan nya sedang memerhatikan nya dengan cepat menatap nya “Apa masih tak puas? semalam kau telah menggoda ku untuk bercumbu?” ucap hans sambil tersenyum kepada nya, “Apa! Sejak kapan aku menggoda mu ja..” belum sempat kirana melanjutkan perkataan nya, dia mengingat kejadian semalam. Bagaimana ia telah menggoda hans dan juga dia mengajak hans untuk berjoget bersama nya, itu tampak terlihat jelas dalam fikiran nya.
Seketika saat ia sedang menyunyah makanan yang berada di dalam mulut nya, ia langsung tersedak. Dengan cepat hans memberi nya minum agar makanan nya tertelan dengan sempurna. “Mengapa lansung tersedak begitu, kau semalam baru saja mengatakan jika aku sangat seksi apa kau lupa?” saat mendengar nya kirana kembali tersedak, akhir nya ia berdiri dan pergi ke kamar mandi. “Uhuk..uhuk, si*lan dia sedang mengejek ku. Ahhhh, bagaimana ini aku sangat malu sekarang” gumam nya dengan kesal.
“Hmm, aku tersedak karena makanan nya bukan karena ucapan mu! Lagi pula aku tak mengingat apa yang terjadi semalam. Jadi jangan berkata yang tidak tidak terhadap ku!” ucap kirana yang sengaja mengatakan nya agar hans tidak selalu mengungkit kejadian semalam. “Hmm, wanita yang licik tapi aku suka dengan sikap nya” gumam hans di dalam hati.
“Oh benarkah kau tak mengingat nya? Huhh, sayang sekali jika kau melupakan hal itu” ucap hans sambil tersenyum smirk. Kemudian mereka kembali melanjutkan makan nya, dan setelah selesai hans mengantar kirana untuk pulang.
__ADS_1
Setelah sampai di rumah kirana di kejutkan oleh riana yang tengah berdiri menatap nya dengan wajah yang terlihat kesal. Kirana yang tahu adik nya akan memarahi nya segera meredamkam amarah riana yang sudah di tahan nya “Riana dengar penjelasan ku dulu, aku.. habis ke..” belum menyelasaikan nya riana sudah membuka mulut nya “Habis bermain dengan teman kakak yang dulu? bukan kah kaka sudah berjanji akan berubah! Mengapa kakak kembali bermain bersama mereka?” bentak riana yang kesal dengan pergaulan kaka nya yang selalu pulang pagi bahkan siang.
“Huftt.. Untung saja riana tak menyadari jika itu mobil hans” gumam nya. “Riana aku hanya di undang ke acara pesta teman ku, tidak enak jika aku menolak mereka” ucap kirana menenangkan nya. Untuk saat ini biarkan saja jika riana menganggap seperti itu, akan menjadi canggung untuk nya jika adik nya mengetahui bahwa dia telah tertidur seranjang dengan kakak teman nya. “Baiklah aku kan memafkan mu kali ini, sebaik nya cepat ganti baju kakak. Kita harus membuka toko nya” ucap riana kepada kaka nya, “Siap bos kecil, aku akan melakukan nya” sahut kirana sambil terkekeh kecil. Kakak beradik itu dengan cepat sudah membuka kedai milik nya, dan sudah terlihat satu persatu pelanggan berdatangan