
Hari semakin sore lala dan riana masih berbincang di dalam kamar. Yang lain nya juga tengah terlihat sibuk mengisi waktu libur. “Oh ya la, di mana nenek mu. Dari tadi aku tidak melihat nya” tanya riana, “Aku juga belum melihat nya, mungkin nenek sedang berbelanja” sahut lala yang memang juga belum melihat selain waktu sarapan. “Akhir akhir ini nenek terlalu aktif berbelanja, jika kami semua libur nenek akan memasakan makanan yang sangat banyak” lanjut lala. “Wahh, enak sekali sekarang ada nenek dirumah mu. Aku sangat iri” sahut riana.
“Sekarang sudah jam enam sore ayo coba kita lihat ke bawah pasti nenek sedang masak untuk makan malam” ajak lala, kedua nya berjalan keluar ke arah dapur untuk melihat nenek. Saat sudah sampai di tangga jimy melihat mereka yang sedang berlarian kecil, dia menghentikan langkah nya untuk sejenak memandangi wajah gadis incaran nya. Saat riana tak berhati hati kaki nya sedikit ingin terpeleset di anak tangga, jimy yang melihat segera menarik tangan nya agar tidak terjatuh. Riana sekarang berakhir dengan badan yang sedikit condong ke belakang sementara di pinggang nya melingkar tangan jimy untuk menopang badan nya.
Lala yang melihat nya senyum senyum sendiri melihat teman dan kaka nya yang begitu sangat dekat “Aaaa, romantis sekali” gumam nya. Riana yang mendengar ucapan lala segera berdiri dan melepaskan tangan jimy yang masih memegangi nya. Kedua nya sama sama saling gerogi karena di perhatikan oleh lala. “Ka jimy te.. Terimakasih” ucap riana sedikit terbata, “Iya sama sama” balas nya. Kemudian jimy berjalan ke arah lala dan menjewer pelan daun telinga nya. “Tidak usah berlarian apa bisa? Bagaimana jika kalian berdua terguling guling di tangga” oceh jimy, “Aw sakit ka.. Aduhh, lepaskan!” rintih lala. Jimy segera melepaskan nya begitu melihat lala yang kesakitan saat sudah melepas nya kemudian lala berkata pada nya “Lagi pula jika kita terjatuh ada ka jimy yang menangkap kita berdua. Wlee” celetuk nya sambil menjulur kan lidah nya keluar, lala yang takut jimy marah segera berlari ke bawah untuk mencari perlindungan. Sementara jimy mengejar nya dari belakang hingga dia lupa dengan kehadiran riana, gadis itu hanya tertawa melihat sikap jimy yang terlihat sedikit kekanakan.
“Huaaa, nenek tolong aku...” teriak nya dan segera memeluk nenek yang sedang memasak di dapur. “Yaa!, kesini kau biar aku jewer lagi kuping mu” saat hendak menarik kuping lala, “Toook…” kepala nya di ketuk pelan oleh gagang sudit yang tepat mendarat di atas kepala nya. “Sudah berhenti mengganggu adik mu” ucap nenek yang kesal karena di ganggu saat sedang memasak. Dari jauh riana melihat jimy dengan sedikit tertawa namun masih bisa ia tahan, sementara yang lain nya berada di ruang keluarga melihat jimy tidak bisa menahan tawa nya. “Aduhh, sakit nek…” rintih nya, “Sudah sana! Sebaik nya kalian bergabung bersama mereka” ucap nenek sambil menunjuk ke arah ruang keluarga, jimy segera berjalan ke sana sementara lala masih dengan erat memeluk nenek. Riana juga terlihat berjalan menghampiri lala, “Kau juga sana aku ingin memasak” perintah nenek dengan nada lembut pada cucu perempuan nya. “Tidak aku ingin membantu nenek” ucap nya sambil melihat ke arah riana yang baru saja sampai di depan nya. “Oh ya nek, kenalkan ini riana teman ku” lanjut nya. kemudian riana meraih tangan nenek dan mencium punggung jari nenek seraya menyalami nya. “Wajah mu sangat manis” ucap nenek sambil tersenyum mengelus rambut riana.
__ADS_1
“Ayo sini jika ingin membantu nenek, kau potong ini dan kamu tolong nenek mencuci sayur ini. Aku akan menambah menu karena kita kedatangan tamu” ucap nenek. Kedua nya sangat senang bisa membantu nenek, dengan sangat teliti mereka mengerjakan apapun yang di perintah kan nenek. “Tolong ambilkan aku gula, di dalam toples sudah habis” seru nenek, lala masih sibuk dengan mencuci sayur nya. Riana berinisiatif mengambilkan nenek gula, “La, dimana aku bisa mendapat kan gula” tanya nya, “Tepat di atas kepala mu. Kalau tidak salah ka jun menaruh nya disana” jelas lala yang menjawab pertanyaan riana dengan mata yang masih melihat ke arah sayuran yang tengah ia cuci. Riana pun membuka lemari kecil di atas kepala nya, namun yang ia lihat hanyalah setumpuk kaleng susu bubuk yang masih tersegel. “Dimana?, aku hanya melihat susu. Apa ini tidak pernah kalian gunakan hingga masih tersegel seperti ini” ucap nya, lala melihat ke arah yang di maksud teman nya. “Ah iya aku juga tidak terlalu mengerti mengapa ka jun menyetok nya sangat banyak” jawab lala. Riana sangat menyayangkan susu susu yang masih bertumpuk rapih, karena jika itu berada di rumah nya pasti sudah habis di buat eskrim oleh kaka nya. Tiba tiba saja muncul di otak nya untuk membuat nya menjadi eskrim dia pun meminta izin kepada lala “La, apa boleh aku membuat nya menjadi eskrim?” tanya nya. “Ya silahkan saja, jika memang kau bisa” sahut lala. Riana yang merasa tertantang oleh ucapan lala dia bergegas membuat nya setelah memberikan sebungkus gula kepada nenek.
Akhir nya riana telah selesai mengaduk adonan nya dengan mixer, kemudian dia menaruh nya di wadah besar dan meletakan nya kedalam lemari es. Nenek tersenyum melihat riana yang sangat lihai mengerjakan nya seperti sudah terbiasa membuat eskrim itu. “Wahhh, ternyata memang bisa” ucap lala, “Tentu saja aku kan pemilik toko eskrim yang terkenal di kota ini” canda riana sambil tersenyum kecil. “Kita hanya tinggal tunggu selama dua jam, baru sudah menjadi eskrim” jelas riana. “Nah sambil menunggu ayo bantu nenek lagi, sebentar lagi masakan nya juga akan selesai” ucap nenek. Ketiga nya kembali memasak dengan sedikit candaan yang di buat oleh lala.
Tak terasa sudah pukul tujuh malam, lala dan riana telah bergabung bersama yang lain nya di ruang keluarga. Hanya nenek dan jun yang tidak terlihat setelah memasak nenek kembali beristirahat di kamar nya, sedangkan jun memang akhir akhir ini jarang berada dirumah, ia lebih sering pergi ke tempat adrian dan pulang saat sudah larut malam. Sehabis membantu nenek mereka memainkan playstation sambil menunggu eskrim sampai mengeras sempurna. Semua menatap kedua nya yang terlihat tertawa senang, hanya jimy yang menatap riana dengan mata kagum nya. Melihat gadis yang di sukai nya sangat manis saat tertawa hingga menampakan lesung pipi nya.
Tiba tiba saja handphone riana berbunyi, dia segera mengangkat nya karena ada panggilan masuk dari kakak nya. “Hallo ka ada apa?” tanya nya, saat mendengar nya hans langsung memerhatikan ke arah riana. “Kamu pulang jam berapa? Aku akan pergi sebentar apa kau membawa kunci cadangan” ucap kirana, “Oh ya aku bawa ada di dalam tas ku, tunggu kakak ingin kemana? Apa tidak pulang lagi, semalam kaka bukan nya sudah bersenang senang hingga pagi baru pulang” ucapan riana membuat hans tersedak saat tengah memakan cemilan, riana dan lala secara bersamaan menoleh kearah nya. Membuat hans semakin salah tingkah, “Sudah tahu tersedak cepat minum air yang banyak” ketus yon. Lala dan riana yang memang tahu jika semalam mereka bersama saling bertukar pandangan. “Tidak, malam ini kakak janji akan pulang” ucapan kirana membuat riana mengalihkan pandangan nya “Hmm, baiklahh” sahut nya. Kemudian lala dan riana kembali melanjutkan permainan nya yang terhenti karena panggilan dari kirana.
__ADS_1
Hingga sudah pukul delapan malam nenek keluar dari dalam kamar nya untuk menata meja makan. Setelah selesai semua nya sudah berkumpul di meja makan, tapi riana dan lala malah menuju ke arah lemari pendingin untuk melihat apakah eskrim sudah mengeras sempurna. Dan saat mengambil nya eskrim sudah siap untuk di sajikan, riana menyuruh lala mengambil beberapa mangkuk kecil untuk menyajikan eskrim buatan nya. Setelah selesai lala membantu riana meletakan nya di atas meja dan sisa nya kembali di masukan lagi ke lemari es.
“Wahh, apa di kulkas kita masih ada eskrim, aku rasa sudah lama habis karena jo memakan nya setiap hari” ucap Yang. “Bukan ini adalah buatan riana cobalah sangat enak” sahut lala, jimy segera menyuapkan sesendok ke dalam mulut nya setelah mendengar jika riana yang membuat nya “Hmm, enak sekali” gumam nya, semua juga ikut mencicipi nya. “Ayo sekarang semua makan malam dulu, eskrim nya dijadikan sebagai pencuci mulut” ucap nenek. Semua menyantap makan malam nya dengan lahap, setelah selesai mereka menyantap eskrim yang di buat oleh riana. Saat yon memakan nya dia merasa jika eskrim yang di buat riana akan laku jika dia menjual nya ke luar kota. Terlintas dalam benak nya jika dia harus membuat kerja sama dengan riana “Hmm.. riana, bagaimana jika kita melakukan kerja sama” celetuk nya. Riana menoleh ke arah yon dengan tatapan bingung “Maksudnya?” sahut riana. Sementara jake sangat terheran dengan yon bagaimana dia bisa menawarkan kerja sama dengan bocah yang masih bersekolah di bangku SMA.
“Ka, kau nih apa apaan, dia masih kecil mana mengerti tentang bisnis” ucap jake sedikit jengkel dengan kelakuan aneh yon. “Iya ka jika kaka ingin bekerja sama bicara lah kepada kaka nya bukan sama riana” ucap hans menimpali ucapan jake. “Ya benar juga, dimana aku bisa menemui kaka nya?” tanya yon, hans yang mendengar yon ingin menemui nya segera menawarkan diri untuk mengambil alih jika dia saja yang akan mewakili untuk menemui kaka riana. “Biar aku saja, kebetulan aku kenal dengan nya” saat mendengar ucapan hans riana menoleh ke arah nya dan sedikit melototi pria yang lebih tua dari nya. “Baiklah ku serahkan pada mu” sahut yon
Semua sudah menyelesaikan makan malam nya, riana terlihat sedang membantu nenek mencuci piring. Sedangkan lala duduk tak bergerak di sofa keluarga nya “Kau ini makan mu kenapa selalu banyak, tapi badan mu tetap saja tak membesar. Apakah makanan mu sudah menjadi dosa?” ucap jo memulai pertengkaran dengan nya. “Kaka... dengarkan mulut jo sangat kasar” rengek nya, semua hanya tertawa melihat lala yang sudah kembali kesetelan pabrik nya.
__ADS_1
Riana dan nenek sudah tampak selesai membereskan semua nya, gadis itu berjalan ke arah lala “La ini sudah malam aku harus pulang” ucap nya, “Oke, biarkan ka jimy mengantar mu” sahut nya. Riana yang mendengar nya sangat canggung dan menolak nya “Ehh, tidak usah repot re...” belum sempat menyelesaikan kata nya jimy sudah menyerobot ucapan nya “Tidak ada menolak aku akan mengantar mu” ucap nya. “Huahhhhh....” semua sontak mengeluarkan suara bersamaan, mereka saat ini sedang meledek ke arah jimy. Riana yang malu segera menarik lala untuk pergi ke kamar nya untuk mengambil tas nya yang masih berada di kamar nya. Kemudian jimy juga bersiap siap memanaskan mesin mobil nya untuk mengantar riana. Lala mengantar riana hingga sampai kedalam mobil, setelah nya jimy dan riana sudah pergi meninggalkan nya.