7+1 Child

7+1 Child
Kepergian Nenek


__ADS_3

Di rumah sakit semua sedang menunggu dokter, setelah mendengar kan penjelasan dari adik nya. Jun sangat terkejut, dia tidak bisa menjaga adik adik nya dengan benar. Wajah kekesalan sangat terlihat di wajah jun, tak lama setelah itu dokter baru saja keluar dari dalam ruang operasi. Dokter itu sedikit gemetar saat melihat pemilik rumah sakit yang saat ini di pimpin nya, “Tuan jun, maaf kami sudah berusaha tapi nenek anda sudah lebih dulu pergi saat telah di bawa kerumah sakit” ucap dokter. Semua sangat terkejut begitu juga dengan adrian dia belum begitu dekat dengan nenek tapi dia sudah pergi begitu cepat. Kini badan jun terjatuh lemas, dia merasa rencana ini gagal. Dia memukul mukul tembok atas kegagalan nya, sementara yon dan yang lain nya memapah jun untuk berdiri. “Rencana ku gagal....” ucap nya sambil menangis, sementara dia beranjak masuk kedalam ruangan. Terlihat nenek yang terbaring tak bernyawa di atas ranjang pasien. Jun memeluk nenek dia merasakan penyesalan dalam diri nya. Jika saja dia bisa lebih memikirkan keselamatan dirumah nya pasti ini tidak akan pernah terjadi. Jun menangis dengan sangat kencang, yang lain juga ikut sedih dan meneteskan air mata mereka. Setelah ini bagaimana mereka akan menghadapi lala yang pasti nya bahkan akan lebih histeris daripada jun.


“Sudah nak jangan terlalu menangisi nya, ikhlaskan nenek mu pergi menemui putri nya” suara bariton membuat jun dan yang lain nya menengok ke arah nya. Saat melihat nya jun dan yang lain nya tidak percaya jika pria yang selama ini di cari berada tepat di depan mereka. Chandra menuju ke arah nenek dan mengusap lembut di bagain kepala nya “Maafkan aku yang telat menolong mu, apakah sekarang kau senang bisa menyusul putri mu?. Kau sudah menunggu lama hingga sekarang sudah waktu nya tiba” ucap chandra, semua juga tampak bingung dengan apa yang di lakukan nya. Setelah itu kevin masuk ke dalam ruang operasi, dia terkejut saat melihat wanita tua yang tak asing bagi nya.


Chandra menangisi kepergian wanita tua yang tampak begitu berarti bagi nya. Setelah nya ia menghampiri jun dan bertekuk lutut di bawah nya, “Maaf kan aku yang tak bisa menyelamatkan nya” ucap nya lalu menangis. Jun yang tak mengerti segera memapah pria itu untuk bangun dari tempat nya. “Paman bangun lah jangan seperti ini, aku juga bersalah karena tak terlalu memerhatikan keadaan dirumah, aku hanya mengetatkan penjagaan tanpa menambahkan anak buah yang lain nya” ucap jun. Kemudian chandra memeluk jun dan menangis dalam dekapan nya. “Maafkan aku... Maafkan aku...” ucap nya, sementara yon, jake dan hans yang tak mengerti dengan apa yang terjadi. Mereka juga hanya bisa menangis sedih menyaksikan semua nya. Adrian juga sedikit meneteskan air mata nya,

__ADS_1


“Sudah sebaik nya besok kita urus pemakaman untuk beliau. Kalian harus bisa mengiklaskan kepergian nya, pasti saat ini dia sudah bertemu dengan angela puteri nya” ucap kevin memecah kesedihan yang begitu terasa disana. “Beritahu pada cucu kandung nya, bagaimanapun ia harus mengetahui kepergian nenek nya” ucap chandra dengan sedikit mengelap air mata nya. Setelah nya jake mengabari ke rumah untuk memberi tahu jimy dan yang lain nya.


Tak lama jimy telah datang bersama yang lain nya, lala langsung berlari pergi memeluk nenek nya. Dia menangisi kehadiran nenek yang begitu cepat pergi, baru beberapa bulan ini ia bisa merasakan kasih sayang seorang nenek dan mungkin besok sudah tidak ada lagi sosok nenek yang akan menyayangi nya. Jun, adrian dan chandra baru saja selesai mengganti baju nya, karena saat lala sedang dalam perjalanan mereka dengan cepat mengganti nya agar lala tak pingsan melihat mereka. Jun langsung memeluk lala untuk menenangkan nya, “Tenanglah sayang, setelah ini nenek akan berbahagia di sana..” ucap jun dengan lembut.


“Kenapa ka? Kenapa ini terjadi pada ku? Apa dunia ini sangat bercanda. Tuhan baru sajak mempertemukan ku dengan nenek, tapi dia sudah membawa nenek pergi. Apa aku sedang di permainkan?” ucap lala dengan terisak, jun hanya bisa memeluk dan menahan pukulan lala yang mendarat di badan nya. “Maafkan aku yang tidak bisa menjaga nenek” ucap jun. Kakak yang lain nya juga ikut memeluk lala yang sangat sedih karena kepergian nenek.

__ADS_1


“Maaf tuan dimana keluarga pasien yang bernama zoya? Apa ada yang golongan darah nya sama dengan nya. Kami kehabisan stok darah dengan golongan darah O” ucap sang dokter, adrian dan jun baru menyadari jika zoya juga sedang kritis karena mengalami luka tembak di tangan nya. “Saya dok ambil saja darah saya” ucap lala, semua nampak terkejut dengan lala. Saat diri nya baru mendapati nenek nya baru saja pergi, ia masih bisa mementingkan keadaan orang lain yang menbutuh kan bantuan. “Baiklah mari ikut saya” ucap dokter, “Berhenti!!!", lala dan daokter segera menghentikan langkah nya. “Darah saya juga O dok ambil saja darah saya, jangan gadis itu” ucap adrian. “Kurasa di fikirkan dulu dengan baik, setelah memutuskan siapa yang akan mendonorkan darah. Baru ikut bersama ku” ucap sang dokter,


“Biarkan saja lala memberi darah nya jika dia mau, lagi pula apa kau mau memberikan darah mu yang sudah kotor tercampur minuman” ucap jun, adrian hanya mengikuti perintah nya. Setelah nya dokter pergi bersama lala, tapi jo yang khawatir dengan lala bergegas mengikuti mereka. “Jo mau kemana” ucap yon, “Biarkan saja dia mengikuti lala” timpal jun.


Setelah berada di ruangan untuk mengambil darah jo menarik wajah lala pelan agar fokus melihat nya saja. Dia takut jika lala akan pingsan jika melihat darah nya sendiri, pengambilan darah berjalan lancar. Jo dan lala kembali bergabung dengan yang lain nya. Saat melihat lala dan jo, jun segera bangun dan menyuruh semua adik nya untuk pulang. Karena besok mereka akan mengadakan pemakaman untuk nenek.

__ADS_1


Semua pulang kerumah nya terkecuali adrian yang masih berada di rumah sakit untuk menjaga zoya. Dia dengan senantiasa menjaga nya, berkat darah yang di donorkan lala zoya sudah bisa pulih kembali. Dia juga sangat terkejut saat zoya mendorong nya agar peluru tak mengenai nya. Tapi al hasil malah gadis itu harus berakhir di rumah sakit. Walau begitu adrian sangat senang dan merasa jika zoya mengkhawatirkan nya.


__ADS_2