7+1 Child

7+1 Child
Membuka Kado


__ADS_3

Jun dan adrian pergi ke kantor yon lagi, hari sudah semakin sore. Di rumah lala yang sedang berdiri di antara kado kado yang ada di ruang tamu nya, dia tak tahu harus membuka nya dari mana. Karna perkataan nenek kemarin, pagi nya banyak sekali yang berdatangan memberi paket kado untuk nya. Nenek dan ke empat kaka nya yang berada di sana, mereka sedang menemani lala. Mereka juga penasaran apa saja isi kado di dalam nya, akhir nya lala berjalan ke arah setumpuk kado. Dia mengambil tujuh buah kado di depan nya, lalu ia membuka kado pertama. Yang tak lain adalah kado dari jun, dia dengan semangat merobek kertas yang membungkus kado, di dalam nya terdapat sebuah dompet yang terlihat sangat cantik dan mewah. Lala sangat senang mendapat kado dari jun, lalu dia membuka kado kecil yang di berikan oleh yon. Mata nya melotot saat melihat isi kado di dalam nya, karena hanya terdapat sebuah kunci mobil. “Ahhhhh, kaka lihat apa ini sungguhan” tanya nya, kepada ke empat kaka nya yang berada di sana. Mereka hanya mengangguk, “Ya, benar” ucap hans. Lala menari nari kegirangan, karena memang dari semua orang di sana memiliki masing masing mobil. Hanya lala yang belum memiliki, kini sekarang sudah lengkap di garasi terdapat delapan lamborgini dengan warna yang berbeda. Juga terdapat 2 mobil lain nya yang tak kalah mahal. Mobil yang di pakai oleh pak andi sehari hari untuk menjemput mengantar jemput mereka, juga sekaligus untuk menemani jun berbelanja. Lala melanjutkan aksi nya lagi, dia membuka kado berikut nya. Kado ketiga yang di buka nya adalah kado dari jake, saat lala mengangkat nya terasa sedikit berat. Dia semakin penasaran dengan apa yang ada di dalam nya, saat selesai membuka nya terdapat sebuah laptop dengan keluaran terbaru. Lala sangat senang mendapat hadiah dari kaka nya. Kado ke empat milik hans, kali ini lala tak membuka nya. Kado di tangan nya langsung di rebut oleh hans yang berada di sana. “Sini biar ku buka kan, aku takut kau merusak isi di dalam nya” ucap hans. Lala hanya menuruti nya, dia dengan teliti melihat ke arah hans yang tengah membuka kado. Saat telah selesai membuka nya “Tadaa...,” ucap hans sambil memperlihatkan hasil lukisan nya. Tak jauh berbeda dengan kirana, hans juga membuat lukisan wajah lala. Yang membuat nya terlihat berbeda adalah, lukisan yang di buat hans terbuat dari serbuk serbuk emas dan memberikan kesan yang sangat elegan sekaligus mewah pada lukisan nya. Lala yang melihat nya hanya ternganga memperhatikan lukisan nya lalu berkata “Apa ini emas asli?” tanya nya, “Apa kau meragukan ku, di ruang bawah tanah terdapat banyak emas di dalam brankas. Apa kau pikir aku memakai emas palsu” ucap hans, lala yang berfikir, benar juga keluarga nya kan adalah orang kaya nomor satu di sana. Lalu lala tersenyum dan mengucap kan terimakasih juga tak lupa mencium dan memeluk hans. Nenek memperhatikan cucu di depan nya, dia sangat senang semua kaka nya sangat menyayangi nya. Hingga tak segan segan memberikan kado yang sangat mewah. Lala menyuruh jimy untuk membuka kan kado yang di beri nya begitu juga dengan Yang tak lupa juga dengan jo. Jimy membuka kotak perhiasan kecil yang ada di tangan nya, lalu menunjukan nya pada adik perempuan nya. Lala melihat sepasang anting berbentuk bintang yang sangat imut membuat lala sangat menyukai anting anting yang di berikan oleh jimy. Setelah itu Yang langsung memakai kan gelang yang telah di beli nya. Gelang itu juga terlihat ada ornamen bintang nya. Tak lama jo juga menarik tangan lala dan memakai kan cincin yang di beli nya ke jemari adik kecil nya. Lala terlihat bingung mengapa mereka memberi bentuk yang tak jauh dari bintang walau pun berbeda barang, tapi lala berfikir jika mereka membeli ini di waktu bersamaan, atau sengaja membuat nya agar terlihat serasi. “Nah, dengan begini sudah pas di tubuh mu terdapat satu set perhiasan berbentuk bintang. Apa kau suka?” ucap jo yang telah selesi memakai kan cincin. Oh ya benar juga aku sudah mempunyai kalung bintang mereka memang sengaja membeli nya agar terlihat menjadi satu set gumam lala. “Wahhhh, ini sangat menjadi semakin cantik” ucap nya. Dia langsung memeluk ketiga kaka nya yang berada di depan nya. Sang nenek hanya tertawa melihat kelakuan cucu nya yang membuat pipi ketiga kakanya basah, begitu juga dengan hans. Untung nya tadi dia tak mencium ku hingga basah ucap hans dalam hati. “Sudah, sudah hentikan apa kau tak ingin membuka kado yang lain” ucap hans, lala yang teringat masih banyak kado yang di miliki nya. Dia menghentikan aksi nya dan kembali mengambil salah satu kado lagi. Kali ini mata Yang dan Jo memperhatikan kado yang di ambil adik bungsu nya, tentu saja mereka berdua seperti itu karna yang di ambil nya adalah kado dari bram. Kado itu terlihat kecil, ukuran nya sama dengan yang di berikan oleh jo membuat nya berfikir jika bram memberi hadiah yang sama seperti nya. Namun saat lala membuka kado itu, di dalam nya hanya terdapat jepit rambut berbentuk persegi panjang di ujung jepit rambut itu terdapat bentuk hati yang sangat cantik. Jo dan Yang pun lega jika bram hanya memberi sebuah jepit rambut, masih jauh jika di bandingkan dengan kado Yang dan Jo. Tapi lala sangat menyukai nya dia tersenyum lalu memakai kan jepit rambut itu di kepala nya. Sementara Yang dan Jo menatap dengan mata yang sinis saat lala memakai jepit rambut yang di beri bram. Mereka berdua telah menganggap bram sebagai rival untuk mendapat kan hati lala. Akhir nya lala meminta bantuan nenek dan kaka nya untuk membuka kado yang lain. Dia tak sanggup jika membuka nya sendiri, karna penampakan kado yang menumpuk seperti gunung. Mereka tertawa tawa saat melihat beberapa kado tang terlihat sangat unik. Setelah tak tersisa satu pun kado, lala merebahkan badan nya di sofa. “Huftt, aku puas sekali mendapat banyak hadiah, tapi tentu nya tak ada yang lebih indah daripada kado yang di beri tuhan. Dia telah mengirim nenek untuk ku” ucap nya sambil memeluk nenek yang ada di samping nya. Para kaka nya juga menyetujui ucapan lala, karna sekarang di tengah tengah mereka bertambah satu orang lagi selain jun yang berperan sebagai orang tua bagi mereka.


Sementara di kantor yon, jun, jake dan adrian sedang mengobrol dan tertawa bersama. Obrolan nya terhenti karna dengan waktu yang bersamaan handphone mereka bertiga berbunyi, kecuali adrian. Mereka pun membuka pesan masuk yang berada di ponsel nya, ternyata dari adik perempuan mereka. Lala mengirimi vidio ucapan terimakasih kepada kaka nya karna telah memberi nya hadiah yang mewah. Mereka bertiga tersenyum melihat lala yang terus mengoceh dalam vidio tersebut, sementara adrian yang penasaran mengintip ke arah handphone yang di pegang jake. Dia juga melihat lala yang cantik dan imut “Cantik..” ucapan adrian membuat ketiga orang di depan nya menatap ke arah nya. Adrian yang melihat tatapan mereka langsung mengatakan “Woahh, santai dulu bro aku hanya memuji nya tidak ada maksud apa apa” gumam nya. Walaupun lala terlihat cantik dia tahu diri tak mungkin juga bagi nya jika harus menjadikan lala sebagi wanita nya. Dia yang belum pernah melihat lala juga ingin menganggap lala sebagai adik perempuan nya. “Awas saja jika kau berani macam macam pada nya” ucap jun ketus. “Tidak mungkin, apa sebaik nya aku juga membelikan hadiah untuk adik perempuan ku” sahut nya, “Hhhh, kau narsis sekali cobalah apa kau bisa mendapat kan hati nya untuk menganggap mu sebagai kaka nya” sahut yon. Walaupun umur adrian lebih tua dari pada yon tapi mereka sudah seperti teman. Jadi yon dan jake tak memanggil adrian dengan sebutan ka, karna mereka berdua menganggap adrian adalah teman mereka.


__ADS_2