7+1 Child

7+1 Child
Perjanjian apa?


__ADS_3

*Di kantor ayah bram


Kevin yang pusing memikirkan perkataan jun dia mengambil jas nya dan segara pergi menuju penjara tempat di mana hengki berada. Dia mengendarai mobil nya sendiri dan melajukan nya dengan cepat. Saat telah sampai di sana dia segera membuat kunjungan untuk hengki. Tak lama dia sudah berada di ruang kunjungan, hengki pun terlihat menghampiri nya. Kevin terkejut saat melihat keadaan hengki yang babak belur di sekujur tubuh nya, bahkan mata nya bengkak. Saat hengki telah terduduk kevin yang tadi nya ingin marah, mengurungkan niat nya saat melihat hengki.


“Kau ada apa dengan mu?” tanya kevin, “Hhhhh, tak usah bertanya seperti itu pada ku aku tak mau kau kasihani” ucap hengki yang terlihat malu pada teman nya. Sementara kevin yang mendengar ucapan hengki sangat kesal, dia sangat tulus menanyakan keadaan nya tapi balasan nya seperti itu. “Langsung saja kau kemari ingin apa” lanjut hengki, kevin yang tak berniat mengatakan nya, jadi ingin menanyakan nya.


“Begini, tadi jun mendatangi ku. Dia mengancam ku, dia berfikir aku yang membunuh chandra dan orang tua nya. Dia mengatakan jika kamu yang memberi tahu nya” ucap kevin. Hengki langsung merubah ekspresi nya dengan kesal,


“Aku tidak habis fikir dengan bocah itu dia mengajak ku bernegosiasi dengan sesuatu. Akupun penasaran dengan itu karena dia selalu menyebut nama jeni, aku sangat takut jika dia macam macam kepada jeni. Lantas aku menyetujui nya” jelas hengki.


Kevin yang mendengar pun kembali bertanya “Terus informasi apa yang kau tukar dengan nya” tanya kevin yang penasaran. Hengki enggan menjawab nya, tapi kevin terus meminta nya untuk memberitahu nya. Mau tak mau hengki memberitahu nya


“Dia menanyakan siapa pembunuh chandra, dan aku mengarang nya dengan mengatakan jika kamu yang membunuh nya. Sebagai ganti nya aku mendapat informasi tentang jeni dan istriku, mereka selama ini telah membodohi ku” sahut hengki. Kevin yang mendengar saat hengki mengatakan itu dia sangat marah kepada teman nya

__ADS_1


“Kauu, bagaimana bisa mengatakan nya? Apa kau melihat sendiri dengan mata kepala mu aku membunuh nya?. Lihat akibat ulah mu dia kembali menyelidiki kasus itu, bagaimana jika semua orang tahu?” bentak kevin dengan kencang. Hengki yang panik saat kevin mengatakan itu dia segera menenangkan nya


“Sudah kau jangan berteriak apa kau ingin orang orang mendengar obrolan kita?, aku akan memberi arahan pada mu ikuti saja perintah ku. Tapi aku ingin meminta sesuatu kepada mu, tolong kau amankan sebagian saham atas nama ku. Aku takut anak itu akan mengacak ngacak perusahaan” ucap hengki.


“Siapa yang kau maksud?” kevin menyauti ucapan hengki. “Kau awasi mona aku takut dia akan mengetahui masalah saham” jawab nya. Dia takut istri kedua nya itu akan melakukan sesuatu yang lebih parah, saat ini dia belum bisa berbuat apa apa kepada istri dan anak nya. Karena diri nya masih berada di dalam tahanan


“Hmm baiklah, cepat katakan sekarang apa rencana mu?” tanya kevin. Sini mendekat lah, biar ku jelas kan teman di depan nya hanya menurut kepada nya *obrolan nya di sensor*. Setelah kevin mendengar ucapan hengki wajah nya menjadi marah lalu ia menggubrak meja dengan sangat kencang.


“Apa?, mana bisa aku melakukan nya. Apa kau mau melihat ku sengsara, kali ini aku tak mau menuruti kemauan mu. Lakukan saja sendiri, aku bukan lah seorang penjahat seperti mu” bentak kevin dengan nada keras. sementara hengki sangat kesal dengan sikap teman nya yang tak mau membantu nya.


“Kevin! Apa kau lupa tentang perjanjian itu? Jika bukan karna nya keluarga mu tidak akan ada di nomor 2 seperti sekarang. Apa kau ingin aku kembali menarik nya?” hengki yang marah juga ikut membentak nya hingga mengancam nya. Sementara kevin yang mendengar perkataan hengki hanya terdiam.


“Hhh, sudah ku duga saat aku membahas nya kau langsung terdiam. Kau sama saja seperti ku yang keg*laan dengan harta, kau tak ada beda nya dengan ku. Mengapa melakukan hal itu saja kau tidak mau, posisi mu akan jauh lebih menguntungkan” lanjut hengki.

__ADS_1


Sementara kevin bangkit dari bangku nya dan mengucapkan “Tunggu lah beberapa hari aku akan memikir kan nya” ucap nya lalu pergi berjalan meninggalkan hengki.


Sementara di sisi lain


“Prannnng....”


Adrian sangat terkejut saat jun memecahkan salah satu vas di rumah nya. Dia menatap ke arah jun yang saat ini sangat kesal, “S*al, tinggal sedikit lagi mereka akan mengatakan nya. Perjanjian apa yang mereka buat? Dan apa yang mereka rencanakan saat ini” teriak jun. “Jun tenang kan diri mu!, dirumah ini masih ada nenek. Apa kau ingin membuat nya khawatir, karena mendengar ucapan mu?” bentak adrian sambil menenangkan nya.


“Apa kau dengar barusan? mereka membicara kan sesuatu yang tidak kita ketahui. Apa kau pikir kita bisa mengetahui nya? Bagaimana jika rencana mereka di luar dugaan ku? Saat ini aku tak bisa tenang, mungkin saja lala dalam bahaya. Aku tidak mau kehilangan nya, lihat saja aku akan mengungkap kan semua kejahatan mereka” ucap jun yang tak ada henti nya.


Ternyata mereka telah mendengar semua percakapan hengki dan kevin. Sebelum kevin datang adrian menyuruh anak buah nya meletakan penyadap suara di bawah meja kunjungan dengan begitu mereka bisa mendengarkan nya. Ini juga bagian dari rencana jun, dia tahu jika dirinya mengancam kevin pasti akan membuat nya sangat marah dan mendatangi teman nya dan benar saja mereka seperti memiliki rahasia yang masih belum di ketahui. Jun dan adrian tampak bingung memikir kan apa yang harus mereka lakukan berikut nya. Saat ini mereka sedang berada di atas jurang, tidak boleh terburu buru dalam mengambil keputusan, jika salah satu langkah saja mungkin mereka akan jatuh kedalam nya.


Sementara itu nenek yang mendengar obrolan jun dan adrian dia masih belum mengerti apa yang di maksud kan oleh kedua nya. Tapi saat ini nenek tahu jika cucu nya dalam bahaya, begitu juga dengan ketujuh cucu angkat nya. Nenek masuk ke dalam kamar nya, dia memikir kan tentang perkataan jun. Ingin membantu tapi dia tidak bisa berbuat apa apa, saat nenek sedang terdiam tiba tiba saja dia teringat dengan pemuda yang selalu mendatangi nya. Nenek ingin meminta bantuan pada nya untuk melindungi para cucuk nya. Dia berinisiatif untuk pulang ke desa dan memberitahukan semua pada pemuda itu.

__ADS_1


__ADS_2