
Malam pun berlalu.. Pagi nya lala telah bangun terlebih dulu, karena ini hari minggu jadi dia tak pergi kesekolah. Lala pun pergi ke arah kolam renang, dia sudah mengenakan baju balet nya sambil membawa music box di tangan nya. Karna matahari yang belum terbit dia sengaja ingin berlatih di tepi kolam yang cukup luas, dia bisa dengan bebas menggerakan badan nya. Dia mulai menari menggerakan semua tubuh nya, music yang di setel nya lumayan keras hingga jo yang mendengar nya terbangun dari tidur nya. Jo menggeliat kan tubuh nya “Siapa sih yang menyetel music kencang kencang, ini masih jam enam pagi aku masih sangat mengantuk. Huaaahhh..” ucap nya dengan kesal, jo pun mencari asal suara tersebut. Saat membuka gorden kamar nya dia melihat lala yang tengah menari di tepi kolam, raut wajah yang tadi nya kesal kini berubah. Jo membuka pintu balkon nya, dan berdiri di sana untuk melihat lala. “Tck, tumben sekali dia bangun sepagi ini, kenapa giliran setiap sekolah dia selalu bangun paling akhir” gumam jo. Dengan baju balet lala yang terlihat ketat membuat nya terlihat sangat seksi dengan bagian bahu hingga dada yang terekspos. Kulit nya yang putih dan bersih membuat nya terlihat sangat cantik di tambah dengan wajah bare face nya, membuat jo tak berkedip menatap nya.
__ADS_1
Di kamar lain.. Yang, juga terbangun dari tidur nya. Dia juga merasa terganggu dengan suara musik yang kencang, dia juga membuka gorden nya melihay dari balik jendela. Dia melihat lala yang sedang menari, saat menatap lama ke arah lala dia tidak kuat dengan pakaian yang di kenakan lala. Yang, segera turun membawa sepotong kain dia pun terduduk di bangku yang berada di tepi kolam. Sementara jo melihat Yang, yg baru saja terduduk, dia tak memedulikan nya. Jo masih terus melihat lala yang menari, saat telah selesai Yang menghampiri nya dan meletakan kain yang di bawa nya ke bagian pundak lala sambil memeluk nya. “Pakailah baju nya sangat tipis” ucap nya, lala hanya membalas pelukan nya. Jo dari atas melihat tidak merasa cemburu karena dia tahu semua menganggap lala sebagai adik perempuan mereka. “Dasar ka Yang, mengganggu pemandangan saja” gumam nya lalu kembali masuk ke dalam kamar nya. Sementara Yang, menggendong lala di belakang punggung nya membawa adik nya ke kamar untuk mengganti pakaian nya. Setelah itu tak lama satu persatu semua orang telah bangun, saat semua sedang berkumpul di ruang keluarga. Adrian mendatangi mereka yang tengah asyik mengobrol, “Buka lah!..” ucap nya, sambil melemparkan sebuah map ke arah jun. Dia pun langsung menduduki kursi yang kosong dan bergabung bersama mereka, jun pun membuka dan melihat isi di dalam nya. Saat sedang membaca dia menaikan setengah bibir nya lalu melemparkan kembali map itu ke meja. “Hh, bagaimana kau bisa tau sedetail ini. Aku akan menyimpan ini untuk membalas nya, jika dia berani mengganggu lala lagi” ucap jun, adrian hanya mengangguk. Sementara yon yang penasaran mengambil map di meja dia juga membuka nya, sementara yang lain nya ikut melihat. “Aku pun tidak menyangka. Kemarin aku berada di bar XX dan melihat nya, aku memperhatikan gerakan tubuh nya tidak seperti bocah pada umum nya. Dia sangat terampil melakukan ciuman bibir bersama salah satu pria yang ada di sana” jelas adrian, sementara jo menelan saliva nya mengingat dia juga sudah beberapa kali melakukan nya dengan lala. “Tck, pantas saja dia berani mengirim paket itu” ucap jun, “Apa jika dia bukan anak kandung hengki, lalu kemana anak yang di kandung istri nya” tanya jo yang terlihat bingung. “Aku mendapat informasi dari salah satu dokter bedah. Dia mengatakan jika ada seorang wanita yang ingin wajah anak nya di operasi mirip seperti seseorang agar terlihat kembar” ucap adrian “Dan itu adalah mereka, aku sudah bisa menebak nya pasti mereka telah membunuh anak itu” lanjut nya lagi. “Hhh, licik sekali seperti nya ini balasan dari tuhan untuk hengki. Dia menyiksa anak dan istri nya, sekarang anak kandung nya di bunuh oleh istri kedua nya” ucap jun menyauti ucapan adrian “Sekarang bagaimana jika kita bertukar informasi dengan nya?” tanya jun pada adrian, teman nya itu menatap nya dan tersenyum seolah dia menyetujui ajakan jun. Akhir nya jun dan adrian menuju jeruji besi tempat di mana hengki berada.
__ADS_1
Setelah sampai, jun di kejutkan dengan hengki yang terlihat babak belur. Sementara adrian hanya tersenyum melihat hengki dan menyapa nya “Bagaimana layanan di kamar mu apakah kurang?” tanya nya kepada hengki, jun yang mendengar ucapan adrian dia pun tahu jika ini perbuatan yang di lakukan anak buah nya. Hengki hanya menatap tajam ke arah adrian, “Si*l*n, bocah ini tidak bisa di remehkan” umpat nya dalam hati. Kemudian jun duduk di kursi pengunjung dan mengucap kan kata kata nya “Langsung saja aku tidak akan basa basi, aku ingin menawarkan untuk bertukar informasi. Apa kau bersedia?” tanya jun, sementara hengki hanya diam saja tak tertarik dengan ucapan jun “Baiklah, seperti nya kau tidak berminat untuk mengetahui kebenaran putri kesayangan mu” jun kembali berbicara lagi pada hengki. Pria tua di depan nya yang mendengar putri nya langsung mengarah kan pandangan nya kepada jun “Apa yang kau lakukan pada nya?, jangan menyakiti nya!” teriak hengki dengan mata yang melotot sambil menggedor gedor kaca pemisah antara mereka. Adrian yang melihat itu dia menggubrak kaca di depan nya dengan sangat kencang “Diam lahh!!” bentak nya, lalu hengki kembali duduk dan tenang dia sangat takut melihat wajah adrian. “Seperti nya kau sangat sayang kepada putri kedua mu, tapi bagaimana jika sebenar nya dia telah m*ti” ucap jun dengan ketus dan sedikit kesal dengan hengki, karna dia tak menyayangi lala sama seperti dia menyayangi putri kedua nya. “Bicara apa kamu? Jika kau membunuh nya aku akan menuntut mu” ucap hengki dengan nada tinggi. Jun hanya tertawa melihat pria tua di depan nya “Hahaha, seorang ayah yang sangat menyayangi putri nya. Tapi tidak tahu selama ini telah di bodohi oleh istri dan anak nya” ucap jun dengan tertawa geli. Hengki yang mendengar ucapan jun terheran dan menanyakan kepada nya “Apa maksud mu?” tanya hengik. “Hhh sudah lah, kau tak berniat untuk bertukar informasi dengan ku. Aku tidak akan memberitahu kan ini” ucap nya sambil menunjukan sebuah map coklat di tangan nya, “Adrian seperti nya kita harus pulang saja, jangan terlalu banyak membuang waktu di sini. Ayoo..” ucap jun “Terus lah hiduo dalam kebodohan, om hengki..” lanjut nya, sambil bangkit dari tempat duduk nya dan bersiap untuk keluar dari ruangan itu. Hengki di buat makin penasaran dengan ucapan nya “Tunggu..” hengki pun berteriak kepada jun yang baru saja ingin membuka gagang pintu yang di pegang nya. “Aku akan memberitahu kalian, tapi informasi apa yang kalian ingin kan dari ku” lanjut hengki. Jun pun tersenyum dan membalikan badan nya dan kembali berjalan ke kursi di depan nya, “Kalau begitu jelaskan kenapa kau bisa mengatakan pria itu telah m*ti, Apa kau tahu siapa yang membunuh nya?” tanya jun. Seketika hengki terdiam lama, dia syok dengan apa yang di pertanyakan jun karna dia lah yang telah membunuh pria itu. Dia pun bingung harus bilang apa, dia memutar otak nya akhir nya dia mendapat kan sebuah ide “Aku tahu, kalau begitu berikan map nya dulu” ucap hengki, “Tidak!, sebelum kau mengatakan nya” jun dengan cepat membantah ucapan pria di depan nya. Mau tak mau hengki pun mengucapkan alibi nya, “Waktu itu aku melihat kevin tengah memegang pistol di tangan nya, aku pun mengintip di balik sebuah pohon. Setelah itu dia menembak nya dan pria itu jatuh kedalam jurang” jelas hengki, jun yang mendengar nama kevin dia mengerut kan dahi nya, dia yang tak mau berlama lama disana pun segera keluar mendengar ucapan hengki. Dan meletakan map di meja begitu saja, dari bolongan kecil hengki mengambil map itu sambil mengatakan “Bocah bod*h mau saja di tipu” gumam nya. Saat membuka map dan membaca nya ia terkejut dengan sebuah lembaran yang mengatakan jika DNA nya dengan jeni tidak cocok 100%. Dia pun terheran dan kembali melihat lembaran satu persatu dia melihat foto putri nya dengan wajah jeni yang dulu dia membandingkan kedua nya. Dia pun syok tak bisa berkata kata putri dan istri nya selama ini telah menipu dan membod*hi nya. Tangan nya sangat lemas hingga lembaran lembaran kertas itu jatuh, dia memikir kan bagaimana nasib putri asli nya apakah masih ada atau tidak. Dia pun berteriak sekencang kencang nya “Aaaaaaa..., kenapa aku baru menyadari nya sekarang, aku telah kehilangan putri pertama ku karena kekayaan membutakan ku. Dan lagi lagi aku kembali kehilangan putri kedua ku karena kecerobohan ku. Bagaimana aku bisa menerima semua ini” tangis nya pecah, air mata nya berderai dia sangat menyesali perbuatan nya. Petugas yang menjaga tahanan dengan cepat membawa nya kedalam kamar nya, sampai di sana dia terus menangis membayang kan apa yang telah terjadi. Hengki terbayang bayang saat wajah jeni kecil berusia 7 tahun saat itu dia masih bersama putri kandung nya. Hingga sejak umur nya yang kedelapan tahun dia sangat jarang berbicara dengan jeni. Dia hanya menangisi semua nya anak dan istri nya telah tega menipu nya, saat ini dia terbayang wajah angela dan lala kecil. Dia ingat bagaimana saat dia memukuli kedua nya, bahkan dia juga ingat saat terakhir kali melihat angela menghembuskan nafas terakhir nya. Angela telah m*ti di tangan nya sendiri “Angela... Maafkan aku” ucap hengki yang menyesali perbuatan nya. Sementara anak buah adrian yang mendengar nya menangis sangat terganggu karena suara berisik nya, mereka pun kembali memukuli hengki. Pria tua itu hanya diam saja tidak melawan hingga tidak sadar kan diri, dia menerima semua pukulan dari anak buah adrian. Dia hanya menahan merasa sakit, dalam hati nya dia merasakan apa yang angela dan lala rasakan saat menerima hantaman keras dari diri nya. Mungkin ini KARMA bagi nya karena telah menyiksa istri dan anak nya.
__ADS_1