Aku Hanya Mencintaimu

Aku Hanya Mencintaimu
Masa Lalu


__ADS_3

Widya tersenyum ke arah Aldi, "dari semalam, saat Riko nyeritain semuanya, Tante sudah maafin kamu. Yang ada Tante minta maaf sama Nak Aldi, soalnya Om sama Tante sudah salah paham," jawab Widya dengan raut wajah bersalah.


Oke, kali ini Aldi benar-benar hutang terima kasih buat sahabat somplaknya itu. Ternyata hanya omongannya saja yang mengatakan tidak ingin mempunyai adik sepupu kaya Aldi. Buktinya saja, dia nyeritain semua kebenaran tentang kesalah pahaman terhadap Aldi. Meskipun termasuk kebenaran tentang keburukan Aldi di masa lalu.


"Lalu gimana dengan masa lalu saya yang buruk, Tante?" tanya lelaki itu dengan ragu.


Widya mengukir senyum tipis di wajahnya, "masa lalu kamu milik kamu, dan semua juga memilikinya. Tante gak masalah, meskipun sejujurnya sedikit kecewa juga sih." Jawab Widya dengan tatapan serius.


Tapi kalau di bandingkan dengan anak muda yang lain, segitu mah masih wajar lah, dengan kamu yang gak sampai terjerumus ke se** bebas saja, tante salut banget," ujar Widya melanjutkan kalimatnya.


"Bunda ayo kita berangkat, Ayah pasti sudah nung-," ucapan Kisya terhenti, saat melihat lelaki yang sedari tadi ingin dia temui kini sedang tersenyum ke arahnya.


Sebenarnya saat masih di rumah sakit, Nakisya ingin membangunkan kekasihnya itu, namun Widya melarangnya, dan mengatakan, "jangan ganggu, kasian lagi tidur." Sehingga Nakisya lebih memilih meninggalkan kekasihnya itu.


"Oke, karena masalahnya sudah beres, kalau gitu, saya pamit ya, Tante." Setelah mengucapkan kalimat itu, Mira yang sedari tadi menyaksikan obrolan antara calon mertua dan calon mantu itu akhirnya melangkah, hendak pergi dari rumah besar itu.


"Mau aku anter gak?" tanya Aldi menawarkan diri, walau bagaimanpun wanita itu datang bersama dirinya, dan sudah membantunya untuk mengatakan kebenaran, meskipun sudah telat.


"Gak usah, aku di jemput suami aku, dia ada di depan," jawab wanita itu, menolak tawaran Aldi, dan langsung melangkah keluar.


"Ekhem, yang mau nganter mantan, tapi di tolak, kasian,," cibir Nakisya seolah cemburu pada kekasihnya itu.


"Jangan salah paham," ujar Aldi dengan tatapan memelas.


Widya berdehem. "Untuk yang satu ini, sudah di luar urusan Bunda ya, kalian lanjutin aja debatnya. Bunda duluan ya ke rumah sakit." Setelah menepuk pundak Aldi, wanita itu langsung menyambar tas jinjing yang berisi barang yang di perlukan Bagas, dan bergegas keluar dari rumahnya.


Kini tinggal mereka berdua di rumah besar itu, Aldi mendadak gugup saat melihat tatapan tajam dari Nakisya.


"Sayang." Aldi mengambil tangan gadis itu. Namun dengan cepat Nakisya langsung menepisnya.


Aldi kembali meraih pergelangan tangan Nakisya, "berapa kali sih aku harus bilang, saat ini Aku tuh hanya mencintai kamu." Ujarnya dengan sungguh-sungguh.

__ADS_1


Nakisya menyipitkan matanya. "Saat ini?"


Aldi menggeleng. "Maksud aku, saat ini dan seterusnya. Hanya kamu gadis yang aku mau," jawab lelaki iti dengan cepat.


Nakisya mengulum senyumnya, hatinya mulai tersentuh kembali dengan perkataan lelaki itu. Namun tiba-tiba dia teringat dengan perkataan Riko tadi pagi di telfon.


"Jadi, Bang Al nyari calon istri yang masih kecil tuh, biar gampang buat di modusin kan!" tanya gadis itu dengan kedua alis yang terangkat.


Aldi mengerutkan keningnya, "kata siapa?"


"Bang Riko yang bilang."


****


Setelah mengantarkan Nakisya ke rumah sakit, dan menengok keberadaan calon mertuanya yang kini sudah terlihat baikan. Aldi langsung meluncur ke perusahaan milik Vino. Sekertarisnya memberi tahukan kalau sore ini dirinya ada jadwal meeting di kantor adik iparnya itu.


Berhubung masih ada waktu sebelum meeting itu di mulai, Aldi memutuskan untuk masuk ke ruangan Vino. Beberapa minggu tidak berdebat dengan sahabat sekaligus yang menjabat sebagai adik ipar laknatnya, ternyata sedikit membuatnya kangen.


Suara dari seseorang yang memanggilnya, membuat Aldi menoleh dengan malas. "Apa lo!" ketusnya tak santai pada lelaki yang memanggilnya itu.


Riko langsung memeluk ala lelaki pada sahabatnya itu, "thanks ya, berkat saran lo, Nia jadi senyum lagi sama gue," ujar Riko dengan senyum merekah di wajahnya.


Aldi mendorong tubuh Riko, "kalau aja gue tau Elo bakal ngehasut Kisya. Semalam gak bakal gue ngasih saran sama lo," sinis lelaki itu yang langsung mendorong pintu ruangan Vino.


Riko terkekeh, dirinya langsung mengikuti Aldi, "halah cuma gitu doang, canda gue elah."


"Bercanda pala Lo! Harusnya tuh ya, tadi pas happy ending tuh ada adegan peluk-pelukan. Lah ini malah diem-dieman, gue jadi di kasih jarak sama doi."


"Hahaha, sukurin! Tapi inget Lo, berkat gue mereka jadi gak salah paham lagi, makasih lo sama gue," ujar Riko membusungkan dadanya.


Aldi menarik napasnya dalam-dalam, kemudian menghembuskannya dengan kasar. Dengan malas dirinya menarik kedua sudut bibirnya keatas. "Terima kasih Kak Riko," ucapnya dengan suara yang dibuat selembut mungkin.

__ADS_1


"Tapi gak usah di ceritain semuanya juga, Toing!" lanjutnya kemudian dengan menoyor kepala Riko.


"Berisik lo pada!"


Vino mendelik kesal ke arah dua orang lelaki yang dari tadi ribut di depannya. "Kalau mau ribut, jangan di sini!" imbuhnya kemudian, membuat kedua lelaki yang ada di ruangannya itu langsung mengunci mulutnya.


Aldi mulai mengeluarkan kalimatnya, "suntuk amat tuh muka, kenapa lo!"


Vino menghembuskan napasnya kasar, "Naura sekarang jadi dingin sama gue, dia kayak udah gak peduli gitu sama gue, buktinya dia lebih sering senyum-senyum ke ponselnya, dari pada ke gue."


Riko yang juga mendengarkan curhatan bosnya itu, langsung mengeluarkan kalimatnya, "kayaknya Lo juga harus ngikutin saran dari dia," ujar lelaki itu dengan ekor mata yang melirik ke arah Aldi.


Melihat raut bingung dari atasannya, Riko kembali berujar, "jadi kan kemarin Nia juga rada beda tuh ke gue, terus gue ngelakuin apa yang di saranin sama dia. Gue buka salah satu aplikasi yang biasa dia pakai untuk belanja online, terus gue cek keranjang belanjaannya, nah terus gue diem-diem beliin dia deh. Dan lo tau?" Riko menjeda kalimatnya, lelaki itu melirik wajah Vino dan Aldi yang sebenarnya biasa saja menatap ke arahnya.


"Nia langsung peluk gue, terus dia kaya seneng gitu, dia bilang gue pacar yang pengertian, romantis, paling peka." Riko terus menceritakan kebahagiaannya.


"Lo harus praktekin juga tuh, cari tau apa yang sedang di sukai sama bini lo, jangan nunggu dia yang cerita duluan," imbuhnya kemudian dengan semangat memberi saran pada Vino, seolah dirinya lelaki yang paling pengalaman dalam urusan menaklukan pasangan.


Vino mendelik sebal, "keranjang belanjaan Naura kosong."


Riko mengangkat bahunya, "terus ngapain aja tuh istri lo liatin ponsel? bukannya biasanya cewek liatin barang belanjaan ya?"


"Dia liatin instagram artis cowok korea," jawabnya malas.


Riko membuka mulutnya secelah, hendak mengucapkan kalimatnya. Namun dengan cepat Aldi memotongnya.


"Lo mau ngomong, nyuruh Vino buat ngedatangin artis korea!"


-


-

__ADS_1


Trio Somplak🙄🙄


__ADS_2