
Aldi mengambil es kelapa muda yang tadi di beli Vino, menuangkannya kedalam gelas. Beruntung Vino tidak membawa es kelapa yang tadi ditolak mentah-mentah olehnya.
"Dimakan juga?" celetuk Nakisya saat melihat Aldi meminum es kelapa itu dengan begitu rakusnya.
Isi gelas yang dipegang Aldi tinggal sisa setengahnya. "Mubazir kalau gak dimakan," jawab Aldi. Mendudukan tubuhnya di atas sofa. Aldi menepuk pahanya, memberikan kode supaya Nakisya duduk diatas pangkuannya.
Nakisya melangkah, menuruti permintaan Aldi. Berabe kalau gak dituruti, karena akhir-akhir ini kelakuan manja Aldi bertambah sembilan puluh kali lipat dari sebelumnya.
"Kayaknya Abang gak beneran ngidam pengen kelapa muda yang masih utuh deh," Nakisya menyipitkan matanya, menatap Aldi dengan tatapan curiga.
Aldi kembali meminum es kelapanya. Setelah isi didalam gelasnya habis, ia menyimpannya diatas meja. "Emang enggak," jawabnya begitu santai.
"Terus, kenapa nyuruh Kak Vino nyari kelapa muda aneh yang mustahil ada?"
__ADS_1
Aldi tertawa, membayangkan gimana sulitnya Vino mencari apa yang dipintanya. "Udah lah, biarin aja. Biar dia merasakan apa yang pernah aku alami."
"Maksudnya?" tanya Nakisya yang memang tidak mengerti dengan apa yang dimaksud Aldi.
"Gak penting. Mending kita lanjutin yang tadi, yuk.."
Tanpa menunggu jawaban dari Nakisya, Aldi langsung mengangkat tubuh istrinya itu. Setelah memakan es kelapa ternyata tenaganya seolah kembali bertambah.
***
Sekarang satu buah kelapa muda sudah berada ditangan Vino. Mendapat kenyataan pintu apartemen Aldi yang masih sedikit terbuka, membuat Vino langsung nyelonong masuk tanpa menunggu sang empunya mempersilahkannya dulu.
"Woy, keluar lo! Gue udah bawain sajen nih," teriak Vino sambil duduk di sofa.
__ADS_1
Aldi yang baru menuntaskan keinginan belutnya, ia segera memakai kembali pakaiannya. Sedikit terburu-buru dalam melakukannya karena takut adik ipar lucnutnya kembali berteriak yang bisa membangunkan Nakisya yang baru saja terlelap karena kecapekan menerima semua serangan belutnya.
"Berisik aja lo!" sentak Aldi saat dirinya sudah berada didekat Vino.
Vino menyerahkan keresek yang berisi kelapa muda, "nih permintaan lo." Setelah kresek itu di terima Aldi, Vino kembali mendorong berkasnya, "sekarang lo tanda tangan berkasnya."
"Udah gue tandatangan dari tadi," jawab Aldi dengan santai. Aldi beralih memperhatikan kelapa muda itu, ia sedikit penasaran, apa iya Vino berhasil memenuhi permintaan anehnya.
"Lo pikir gue anak kecil yang bisa lo kibulin kayak gini!" sentak Aldi saat melihat bagian ujung kelapa muda yang seperti bekas di lem. Bahkan ada dua paku kecil yang menancap disana.
Vino mendongak, ia kembali mengingat kejadian tadi, saat dengan begitu hebohnya Vino memerintah pada orang untuk membeli lem dan paku. "Udah deh, gak usah drama lagi, udah untung gue ngikutin kemauan lo. Kalau aja gue tau dari awal lo lagi ngibulin gue, males banget gue ngelakuin begituan."
Aldi mendengus sebal, sepertinya istrinya itu memberitahu Vino, pantas saja ditengah percintaannya tadi istrinya itu masih sempat memainkan ponselnya.
__ADS_1
Si4l, sepertinya misi balas dendamnya kali ini gagal, mungkin suatu saat nanti ia akan kembali memikirkan cara untuk kembali membohongi ipar sekaligus sahabat lucknutnya.
Like + Koment dulu, masih ada atu lagi Bonchapt.. 😁🤗