
Ternyata cerita tentang karakter pria yang kuat berjam-jam di ranjang bukan hanya ada di novel yang pernah Nakisya baca. Karena ia sendiri sekarang mengalaminya, saat suaminya itu lagi dan lagi melancarkan aksinya. Seolah tanpa lelah, meskipun Nakisya hanya diam, tapi wanita yang baru saja melepaskan mahkota kegadisan nya itu sudah merasakan lelah. Berbanding terbalik dengan Aldi yang masih terlihat kuat padahal sudah beberapa kali melakukan pelepasan.
"Sekali lagi, ya?" pintanya dengan raut wajah yang nampak memohon.
Nakisya tidak bisa menolak, karena tangan Aldi terus bergerak di bagian sensitif Nakisya yang membuatnya terbuai dan tanpa sadar kepalanya langsung mengangguk. Suara Nakisya yang terdengar merdu saat wanita itu mendesah, membuat gairah Aldi kian membara.
"Sebut namaku, sayang," ucap Aldi saat melihat wajah Nakisya yang terbakar gairah.
Nakisya menggigit bibir bawahnya. "Bang... akh... Aku... mau... Emphh."
Aldi tersenyum, tangannya langsung membelai pipi mulus istrinya. "Barengan sayang."
"Akkkkkhhhhh," erang keduanya saat merasakan kenikmatan yang membawa kedua pasangan yang sedang memadu kasih itu terbang melayang-layang menuju puncak nirwana.
"Cape..." lirih Nakisya menatap Aldi, dengan sorot mata memohon supaya suaminya memberikannya waktu untuk istirahat.
Aldi menyelipkan helaian rambut Nakisya kebelakang telinganya. Satu kecupan dia berikan di kening istrinya. "Terima kasih, sayang. Kamu milikku seutuhnya." Aldi langsung menarik tubuh polos Nakisya, membawanya kedalam pelukannya.
Suhu ruangan yang dingin, sama sekali tidak mampu menandingi adegan panas keduanya. Terlihat dari tubuh keduanya yang sudah lengket karena dipenuhi keringat.
Namun untuk sekedar membersihkan tubuh ke kamar mandi, keduanya tidak kuasa, karena terlalu lelah, dan lebih memilih tetap berbaring di atas ranjang itu.
__ADS_1
Nakisya membenamkan kepalanya di dada bidang Aldi. Wanita itu benar-benar terkulai lemas. Namun melihat wajah bahagia sang suami, membuatnya ikut tersenyum. Beruntung dulu dirinya tidak kebablasan dengan Doni, kalau sampai dulu kejadian, mungkin saat ini suaminya akan kecewa terhadapnya.
Mengingat nama sang mantan, tiba-tiba Nakisya teringat dengan Auryn. Salah satu teman sekolah yang dulu memusuhinya. Doni yang tidak mau bertanggung jawab atas kehamilan Auryn membuat wanita itu depresi dan memilih mengakhiri hidupnya
"Abang jangan tinggalkan aku," ucapnya lirih sambil memeluk erat perut Aldi.
Aldi menunduk, menyimpan dagunya diatas puncak kepala wanita yang sedang memeluknya erat seperti benar-benar takut ditinggalkan. "Kok ngomongnya gitu?"
Nakisya mendengus kesal, karena bukan itu kalimat yang di inginkannya. "Soalnya gara-gara Abang, sekarang aku sudah gak gadis lagi, jadi Abang harus tanggung jawab," ucapnya sambil memajukan bibirnya, membuat Aldi kembali tertantang untuk mel*m4tnya kembali.
Mendengar jawaban sang istri sontak membuat Aldi tergelak. "Enggak ah, abang gak mau tanggung jawab," tutur Aldi mengulum senyumnya saat melihat wajah kesal Nakisya yang semakin terlihat menggemaskan.
"Iya sayang, Abang janji," imbuhnya kemudian sambil mengusap sayang kepala Nakisya, karena tidak tega terus mengerjai istrinya.
"Udah biarin aja, gak usah di angkat," gumam Aldi masih menahan tubuh istrinya.
"Abang lepas dulu, takutnya penting." Nakisya masih mencoba melepaskan dirinya dari tangan kekar sang suami, dan akhirnya dirinya berhasil.
"Aww," ringisnya kemudian, saat merasakan sakit dibagian area pangkalnya.
Mendengar ringisan sang istri langsung membuat Aldi bangun dan memegang pundak Nakisya yang kini duduk di pinggir ranjang. "Sakit banget 'ya?" tanyanya dengan wajah yang terlihat bersalah.
__ADS_1
Nakisya tersenyum samar, kepalanya menggeleng, "sedikit," jawabnya yang langsung mengambil ponselnya yang kembali berdering.
"Hallo. Mam?"
"Mama ya?" tanya Aldi yang mendapat anggukan dari Nakisya.
"Baik, nanti kita kerumah Mama. Waalaikumsalam," jawab Nakisya yang langsung menyimpan kembali ponselnya.
Aldi yang dari tadi mendongak, memerhatikan Nakisya, dengan memosisikan dagunya diatas kedua paha Nakisya yang di rapatkannya, pria itu dapat menebak apa yang dikatakan oleh Dina. "Emang harus banget sekarang ya kesananya? Padahal kan aku masih pengen lagi," celetuknya yang berhasil membuat mata Nakisya membola.
"Aku mau mandi, kasian mama udah nungguin," ucapnya yang langsung berdiri sambil mengeratkan selimut yang membalut tubuh polosnya.
Aldi tidak tega saat melihat Nakisya berjalan dengan pelan, sepertinya ia benar-benar kesakitan. Tanpa aba-aba Aldi yang sudah memakai celana pendeknya langsug mengangkat tubuh Nakisya dan membawanya kedalam kamar mandi.
Nakisya yang memang merasakan sakit saat berjalan, wanita itu hanya pasrah saat suaminya menggendongnya. Namun yang sekarang membuatnya kesal, saat Aldi menurunkannya diatas bathtub, ternyata Aldi juga ikut naik dan kembali merayunya untuk melakukan itu lagi.
"Aku gak mau!"
Tangan Aldi mulai menjelajah, ke bagian favorit nya, yang membuat Nakisya memejamkan matanya dan menggigit bibir bawahnya. "Sebentar aja kok, pengen tau rasanya kalau disini, kayaknya seru."
Bersambung...
__ADS_1
Herman sama Bang Al, kok dia kuat banget ya 😂😂