Aku Hanya Mencintaimu

Aku Hanya Mencintaimu
Diatas


__ADS_3

Yang belum nikah skip aja. Bijak dalam membaca itu wajib!!


Beberapa hari setelah kejadian itu. Aldi sudah kembali genit dan bersikap romantis, tidak melamun seperti biasanya.


"Cup," satu kecupan mendarat tepat di bibir Aldi. Belakangan ini, Nakisya selalu inisiatif untuk memulai duluan.


"Aku bikin sarapan dulu ya." Nakisya turun dari ranjang. Memperbaiki pakaiannya yang sedikit berantakan.


Dengan cepat, tangan Aldi menahan pergelangan Nakisya, membuat wanita itu menghentikan kakinya yang hendak melangkah. "Kamu disini aja." Aldi menggeser posisinya ke pinggir ranjang. "Sini!" pintanya kemudian sambil menepuk bagian pahanya.


"Aku bikin sarapan dulu," tolak Nakisya ingin kembali pada niat awalnya.


Aldi memberengut, "gausah." Dengan sekali tarikan Nakisya berhasil mendarat di pangkuan Aldi.


"Emang Abang gak lapar?"


Aldi menampilkan deretan giginya, "lapar sih, tapi biar Bik Jum saja yang masak."


Nakisya mencoba melepaskan dirinya, "tapi 'kan Bik Jum masih lama datangnya, nanti cacing Abang keburu mati kelaparan."


Aldi mengeratkan pelukannya, istrinya itu masih saja selalu membantah. "Diam Sayang. Pokoknya kamu tetep disini, jangan gerak tapi."


Nakisya mengerutkan keningnya, "kenapa gak boleh gerak?" tanyanya. Dengan sengaja Nakisya malah menggerak-gerakan bokongnya.


"Sayang..." ucap Aldi dengan suara serak, menahan belutnya yang mulai menggeliat.


"Apaa?" tanya Nakisya dengan suara manja. Ia melingkarkan tangannya pada leher Aldi.


Aldi semakin mengeratkan pelukannya, menahan Nakisya yang masih saja menggerak kan bokong nya. "Jangan mancing terus, nanti belutnya nyerang. Abang cuma mau kayak gini aja."


Nakisya terkikik, "mau dong diserang." Setelah mengatakan itu, Nakisya mencium bibir Aldi, sehingga pria itu sedikit mengendurkan pelukannya. Kesempatan itu tidak Nakisya sia-siakan, sekuat tenaga Nakisya berdiri, menjulurkan lidahnya sambil berlari kearah luar.


Aldi yang merasa kesal sekaligus tertantang, ia berlari mengejar istrinya yang belakangan ini semakin nakal. "Kena kamu." Dengan sekali gerakan, Aldi mengangkat tubuh Nakisya, membawanya kembali kedalam kamar, dan membaringkannya diatas ranjang.

__ADS_1


"Abang... Aku mau masak," pekiknya.


"Masak apa, hum?" Aldi menatap Nakisya dengan tatapan penuh hasrat.


"Dari tadi kamu mancing terus. Jangan salahkan aku kalau kamu aku buat lemas," ucap Aldi kemudian disamping telinga Nakisya.


Tubuh Nakisya menegang, jantungnya masih saja berdetak tidak karuan saat wajah Aldi begitu dekat dengannya. Bahkan hembusan nafas Aldi begitu terasa di wajah Nakisya, membuatnya memejamkan matanya.


Tidak membuang waktu lagi, Aldi langsung memagut bibir tipis yang merupakan candu baginya. Menyesap bibir bawah Nakisya yang begitu terasa manis di lidahnya.


Nakisya yang sudah mengatahui cara berciuman sang suami, membuka mulutnya, membiarkan lidah Aldi untuk mengobrak-abrik isi mulutnya. Mengabsen satu persatu gigi putihnya yang berjajar rapi. Lidah keduanya saling membelit.


Tangan Aldi yang selalu tidak bisa diam, menggerayangi tubuh Nakisya, membuat tubuh Nakisya meremang.


"Akhh..." Nakisya mengeluarkan desahan yang sudah tidak bisa ditahannya, saat Aldi meremas dua gundukannya.


Aldi masih melum4t bibir Nakisya, dirinya semakin tertantang saat desahan merdu itu terdengar di telinganya. Aldi menyukai desahan itu. Bibirnya beralih turun pada leher jenjang istrinya, menggigit kecil kulit leher itu, meninggalkan beberapa tanda kepemilikan.


Entah bagaimana caranya, Aldi sudah berhasil membuka dres rumahan dan semua yang menutupi tubuh Nakisya. Senyumnya terlihat puas, melihat ujung gundukan Nakisya yang sudah berdiri. Sepertinya istrinya itu sudah begitu menginginkan nya.


Aldi menatap wajah Nakisya, istrinya itu terlihat menggigit bibir bawahnya. Aldi mengecup sekilas bibir istrinya. Lidahnya beralih menyusuri leher, dua gundukan, perut dan berakhir di lubang belut, lidah nakalnya mulai menari-nari disana.


Tangan Nakisya menjambak rambut Aldi, sedikit menekan kepala suaminya. Gejolak di tubuhnya semakin hebat, tubuhnya semakin tidak karuan. "Sa... Yangh, berhentih nyiksah aku. Ce... Path. Akhhh..."


Aldi mendongak, tersenyum menatap wajah merah padam milik istrinya. "Benar-benar gak kuat, hum?" tanyanya.


Mata Nakisya semakin sendu, sungguh dirinya tidak ingin bermain-main lagi. "Cepaat..." lirihnya.


Untuk pertama kalinya, sorang Nakisya yang memiliki sifat gengsi yang sangat tinggi, meminta bahkan mengemis pada suaminya sendiri.


Aldi mengulum senyumnya, "mau diatas atau dibawah?"


Nakisya begitu muak dengan suaminya yang terus berbasa-basi. Entah keberanian dari mana, Nakisya bangun, mendorong tubuh suaminya, membuat pria itu melongo dengan tubuh yang sudah berbaring.

__ADS_1


"Sa-," ucapannya terhenti, Nakisya yang berada diatas tubuhnya membekap mulut Aldi dengan bibirnya.


Saat ini, Aldi menjadi ragu, apakah benar wanita yang ada diatas nya benar-benar istrinya, atau bukan. Pemikiran yang bodoh emang. Yaiyalah Nakisya, masa Mang Oleh. (Author greget)


Aldi menikmati setiap sentuhan Nakisya, tangannya memosisikan belutnya untuk masuk ke lubang nya.


Nakisya semakin bergairah, ia menggerak kan bok0ngnya. Sensasi baru yang dirasakan Nakisya, selama ini dirinya selalu dibawah menunggu hasil, dan ternyata berada di atas dengan usaha sendiri terasa lebih memuaskan.


Aldi memejamkan matanya, untuk sementara ia menikmati permainan sang istri. Tangannya meremas dua gundukan istrinya yang naik turun karena mengikuti tubuh Nakisya.


"Akhh..." Nakisya sudah sampai pada puncaknya, ia terkulai lemas diatas tubuh Aldi. Bibir Nakisya menempel di leher Aldi, sehingga Aldi dapat merasakan hembusan nafasnya yang tidak beraturan.


Cup...


Satu kecupan Aldi hadiahkan pada kening Nakisya, atas kerja keras yang sudah dilakukan istrinya. "Sekarang giliran aku, ya?"


Nakisya mengangguk. Dengan sekali gerakan, Aldi merubah posisinya. Sekarang Nakisya berada dibawahnya. Aldi mulai menggerakan tubuhnya, menekan bagian belutnya sampai ke titik paling dalam, memompanya dengan gerakan lambat, semakin cepat dan lebih cepat. Aldi hampir sampai pada puncaknya. Seperti biasa, ia hendak mencabutnya, karena ia tidak mau memuntahkannya di dalam. Meskipun Aldi sangat menginginkan seorang bayi, dan Nakisya juga mengatakan siap, tapi Aldi berusaha untuk tidak bersikap egois.


Nakisya memeluk tubuh Aldi, "jangan dilepas, biarkan didalam," ucapnya dengan suara lirih.


Nakisya sudah hapal betul apa yang akan dikatakan oleh suaminya. "Aku udah pakai KB," ucapnya kemudian.


Aldi menatap dalam wajah Nakisya, ia mencabut belutnya dengan kasar. "Kamu kembali pakai KB? Kamu kembali mau nyakitin diri kamu sendiri?"


Nakisya memegang tangan Aldi. "Aku udah konsultasi sama dokter. KB yang sekarang aku pakai tidak akan berpengaruh buruk pada kesehatan aku. Aku mohon, kamu lakukan kembali yang tadi."


Aldi menatap wajah Nakisya, ia mencari jawaban dari mata Nakisya. Namun ia sama sekali tidak mendapatkan jawaban apa-apa dari sana. Dengan hasrat yang masih memuncak, Aldi kembali memasukan belutnya.


"Sa...Yang. Akhhh," dengan gerakan pelan namun penuh penekanan, belut itu memuntahkan sesuatu di dalam lubangnya. Aldi terkulai lemas, ia mengecup semua bagian wajah Nakisya, dan membaringkan tubuhnya disamping tubuh sang istri. "Terimakasih..." ucapnya sambil menarik tubuh Nakisya kedalam pelukannya.


Tarik nafas, hembuskan... Jangan Baper please...


😁🙈🙈

__ADS_1


Like + Koment ya


Hatur Nuhun 😍🤗🤗


__ADS_2