Aku Hanya Mencintaimu

Aku Hanya Mencintaimu
OB


__ADS_3

Part ini full narasi, ya 😁


Apa yang sudah menjadi kebiasaan, memang sangat sulit jika tiba-tiba harus di tinggalkan. Seperti Willy misalnya. Pergaulan di negara asalnya yang tergolong bebas, membuatnya sejak kecil terbiasa keluar masuk ke club malam. Dan malam ini, dirinya yang sudah berstatus sebagai warga Indonesia, tetap masih belum bisa untuk terlepas dari tempat itu.


Tepat pukul sepuluh, Willy baru saja masuk ke sebuah club malam yang lumayan terkenal. Matanya langsung tertuju pada meja bertender yang akan menjadi tempatnya untuk menghabiskan malamnya seperti biasa. Namun pandangannya tidak sengaja tertuju pada dua orang pria yang sedang menggiring seorang wanita. Dari jarak yang cukup dekat, Willy dapat melihat kalau wanita itu tengah ketakutan.


Awalnya Willy hanya acuh, karena niatnya datang ketempat itu hanya untuk mencari kesenangan semata, untuk menghilangkan pikirannya yang tengah kacau usai perceraian kedua orang tuanya. Namun hatinya langsung tergerak saat melihat wanita itu menangis setelah satu orang pria tiba-tiba merobek pakaian bagian atas wanita itu.


Tanpa menunda lagi, Willy langsung melayangkan tendangannya bergantian kearah dua orang lelaki yang terlihat sedang tertawa di belakang pria yang Willy duga merupakan bos kedua pria itu.


Dalam hitungan detik, Willy sudah berhasil melumpuhkan kedua orang pria itu. Matanya langsung terbelalak saat melihat satu orang pria yang masih mencoba melecehkan wanita itu. Tangannya yang masih terkepal, langsung dia layangkan, membuat pria itu menoleh kearah Willy. "Ada urusan apa lo!" sentak pria itu langsung membalas perlakuan Willy.


Willy memegang bagian perutnya yang terasa sakit, saat pria itu menendang bagian perutnya. Namun Willy kembali menegapkan tubuhnya. Beberapa saat terjadi baku hantam antara keduanya, bahkan Willy sempat kewalahan karena postur tubuhnya yang memang kalah dari pria itu. Willy mengusap bagian ujung bibirnya yang sedikit sobek dan mengeluarkan darah, akibat tonjokan dari pria bertubuh besar itu. Tanpa memiliki ampun, Willy tanpa jeda terus mendaratkan pukulan dan tendangannya pada beberapa titik organ vital pria itu, membuat pria itu benar-benar tidak berani bangkit lagi.


Willy tersenyum, ia langsung mendekatkan tubuhnya pada wanita yang masih terisak dengan badannya yang terlihat gemetaran. Sebelah tangan wanita itu juga terlihat menutupi bagian pundaknya yang terbuka. "Kamu tidak apa-apa 'kan?" tanya Willy mengulurkan tangannya untuk membantu wanita itu berdiri.


Dengan posisi jongkok, Nakisya masih shock. Ia benar-benar ketakutan saat ini. Nakisya mendongak. Namun tanpa berniat untuk mengeluarkan kalimatnya, ia langsung berdiri dan berlari meninggalkan pria yang masih menggantung sebelah tangannya.


Nakisya sudah berada di dalam mobilnya. Deru napasnya masih tidak beraturan. Ia langsung menghidupkan mesin mobilnya, menginjak pedal gas mobilnya. Ia benar-benar ingin segera meninggalkan tempat terkutuk itu.


"Sayang, kamu kenapa? Kok jam segini baru pulang? Bunda khawatir sama kamu," tanya Widya saat berpapasan dengan Nakisya yang hendak menaiki tangga.

__ADS_1


Tadi acaranya seru banget, jadi Kisya sampai lupa waktu. Maaf ya Bunda, sudah buat Bunda khawatir," jawabnya tanpa menatap wajah sang bunda.


Widya mengerutkan keningnya, saat Nakisya begitu saja meninggalkannya. Namun dirinya hanya membiarkan saja.


Nakisya menutup pintu kamarnya, dan menguncinya dengan cepat. Ia segera membuka jaketnya, beruntung di dalam mobilnya ada jaket, jadi dia bisa menutupi bajunya yang sobek. Nakisya tidak ingin membuat semu orang kepikiran, sehingga Nakisya sama sekali tidak ingin menceritakan kejadian yang telah menimpanya tadi. Apalagi menceritakan kepada suaminya, karena dia sangat hafal sifat suaminya yang begitu berlebihan jika menyangkut keselamatannya. Lagian Nakisya tadi tidak jujur kepada orang tuanya dan kepada Aldi kalau dirinya pergi ke tempat club malam. Dan mungkin karena kebohongannya sehingga ia mendapatkan akibatnya.


***


Tadi sebenarnya Aldi tidak mau memberikan izin untuk Nakisya. Namun dirinya tidak mau disangka terlalu membatasi istrinya. Apalagi ia juga pernah mengenal sahabatnya Nakisya. Namun ternyata keputusannya itu malah membuatnya terus kepikiran. Bahkan dari tadi firasatnya mengatakan kalau terjadi sesuatu terhadap istrinya.


Aldi tidak perduli dengan janjinya terhadap Nakisya untuk tidak menemuinya dulu. Aldi langsung menuju rumah Weni. Namun disana Aldi malah mendapat kenyataan kalau ternyata acara ulang tahun sahabat Nakisya ternyata tidak diadakan di rumah. Aldi kembali menginjak pedal gas mobilnya. Ia benar-benar bingung harus mencari istrinya kemana, pasalnya pembantunya Weni tidak mengetahui dimana tempat diadakan pesta ulang tahun itu.


***


"Lo pelajari ini," perintah Aldi pada Willy saat pria itu masuk ke ruangannya.


Willy mengambil tumpukan dokumennya. "Seriously lo mau jadiin gue sekertaris?" tanya Willy masih belum percaya, pasalnya kemarin Aldi mengatakan kalau dirinya akan di posisikan di bagian OB oleh sahabatnya itu.


Aldi mengangguk, "apa lo mau gue jadiin OB beneran?" tanyanya kemudiam dengan wajah yang terlihat datar.


"Wagila, ya jangan lah. Sia-sia dong gelar yang udah gue raih." Willy duduk di kursi berhadapan dengan Aldi. Ia membuka setiap lembar dokumennya. "Thanks ya. Lo emang sahabat terbaik gue," imbuhnya kemudian langsung berdiri hendak memeluk Aldi.

__ADS_1


"Jauh-jauh lo dari gue." Aldi mendorong tubuh Willy, "entar lo suka sama gue. Lo kan-," ucapan Aldi terhenti saat melihat Willy memberikan tatapan tajam kepadanya.


"Gue normal ya. Jangan mentang-mentang gue belum nikah, jadi lo nyangka gue doyan sama yang batangan," ketusnya tidak terima.


Aldi tidak memerdulikan Willy, dia kembali membuka setiap lembar dokumen yang harus di pelajari nya.


Willy yang sudah kembali duduk, senyumnya langsung terbit saat mengingat kejadian semalam, "oh iya, gue mau cerita sama lo," ucapnya mendongak kearah Aldi, tapi ternyata Aldi masih acuh terhadapnya. "Kayaknya gue mulai jatuh cinta pada pandangan pertama deh," imbuhnya kemudian.


Aldi menatap Willy tanpa minat, "bodo amat, gue gak mau dengerin curhatan lo. Sonoh lo! Hari ini lo mulai kerja."


Willy berdecak sebal, mungkin mulai saat ini dirinya harus lebih mengalah dengan bos barunya. "Walau lagi nangis, tapi dia cantik banget, gue jadi penasaran pengen ketemu dia lagi," tutur Willy masih membayangkan wajah wanita yang sudah ditolongnya.


"Gue gak peduli. Lagian mana ada cewek lain yang lebih cantik, selain istri gue," ujar Aldi dengan bangga.


Willy berdiri, hendak melangkahkan kakinya keluar, ia memutar tubuhnya, "oh iya, gue belum lihat istri lo, Boss. Kapan-kapan kenalin dong sama gue," ucapnya yang langsung melangkah keluar.


Bersambung...


Absen dulu kuy, siapa saja yang masih hadir?


Like + Koment + Vote ya 😉🤗

__ADS_1


__ADS_2