Aku Hanya Mencintaimu

Aku Hanya Mencintaimu
Hukuman


__ADS_3

Mata Riko terlihat tajam, saat melihat sebuah artikel yang baru saja di posting. "Seorang artis pendatang baru yang berperan sebagai pembantu disalah satu judul FTV, memamerkan kemesraan nya bersama pengusaha muda, Aldiano Bima Saputra."


Aldi hanya cuek saat Riko dengan keras membaca artikel itu. "Ngegosip mulu, Lo!" celetuk Aldi dengan santai. Dia mendengar namanya disebut, tapi karena dia gak ngerasa kalau sedang selingkuh, akhirnya Aldi mengira kalau itu nama orang lain yang mirip dengan namanya.


Riko langsung memukul kepala Aldi. Dirinya begitu geram saat melihat wajah Aldi yang nampak biasa saja.


Aldi langsung mengusap kepalanya yang terasa sakit. "Lo kok mukul kepala gue, huh!"


Riko membuka mulutnya, dia ingin melontarkan kalimatnya. Namun melihat Nakisya yang langsung berlari kearahnya membuat Riko hanya diam mematung saat wanita itu menyambar ponselnya.


"Jadi dia beneran udah nyebarin foto nya?" tanya Nakisya dengan panik.


"Foto apaan 'sih?" tanya Aldi yang dari tadi belum mengetahui apa-apa, pria itu bergantian menatap Riko dan Nakisya.


"Foto elu ogeb!" Riko merebut ponselnya yang sedang dipegang Nakisya, dan langsung melemparkannya kearah Aldi.


Dengan sigap, Aldi langsung menangkap ponsel Riko yang hampir mengenai wajahnya. Aldi menyorot tajam wajah Riko. "Kalau sampai ken-," kalimatnya terhenti. Aldi mengucek matanya, ia berharap kalau foto yang tertera di ponsel Riko bukanlah dirinya.


"Kok mirip gue?" tanya Aldi dengan polos.


"Emang itu Abang," jawab Nakisya kesal. Wanita itu langsung menjatuhkan tubuhnya diatas sofa. Dia memang percaya kalau suaminya itu hanya dijebak, saat Aldi sedang ada dalam pengaruh alkohol. Namun yang membuatnya shock, ia mengingat kondisi ayahnya, ia takut kalau ayahnya sampai melihat berita itu.


Aldi mulai mengerti dengan sikap Nakisya yang tiba-tiba berubah. "jadi gara-gara ini?" gumamnya dalam hati.


"Sayang aku gak ada hubungan apa-apa sama dia, kamu harus per-,"


"Kisya udah percaya sama lo. Tapi sekarang lo harus beresin semua ini. Gue khawatir Om Bagas dan Om Rainald tau berita ini. Mereka punya riwayat jantung," ujar Riko mengingatkan.


Aldi mengambil ponselnya, dengan cepat ia menghubungi seseorang. "Segera lo hapus semua berita tentang gue yang tersebar di media sosial," perintahnya saat orang yang dihubungi nya mengangkat panggilan.


Nakisya hendak menghubungi Widya. Namun ternyata bundanya itu sudah lebih dulu menghubunginya. Dengan ragu Nakisya mengangkat panggilannya. "Hallo, Bunda," ucapnya dengan pelan.


"Sayang, kamu dimana?" tanya Widya dengan tidak sabaran.

__ADS_1


Nakisya sudah dapat menebak kalau bundanya itu sudah mengetahui berita tentang suaminya. Jelas saja, karena bundanya itu selalu paling update kalau berurusan dengan gosip menggosip.


"Bunda sudah baca gosip? Bunda tolong ya, jangan sampai ay-,"


"Ayah sudah tau," ucap Bagas dengan cepat.


Ternyata panggilan itu sudah di speaker. Nakisya yang panik menjadi gemeteran. "Ayah, ini salah paham." Nakisya mencoba menjelaskan semuanya.


"Ayah tunggu dirumah," ucap Bagas yang langsung mematikan sambungan telponnya.


***


Aldi dan Nakisya sudah duduk di hadapan Bagas dan Widya yang sedang terlihat emosi menatap Aldi.


"Kamu bisa menjelaskan semuanya, sekarang!" ucap Bagas setengah memerintah.


"Ayah, Bang Al hanya dijebak." Nakisya memegang tangan Bagas yang terlihat mengepal.


Bagas menatap tajam kearah Aldi. "Ayah gak mau mendengar penjelasan dari kamu, tapi dari dia!"


Bagas memegang dadanya yang mulai terasa sesak. "Tapi kamu tetap salah, karena kamu sudah mabuk-mabukan, dan kamu udah ngelanggar janji kamu sama ayah dan Kisya!"


***


Riko yang ikut emosi dengan kelakuan Wina. Ia tidak tinggal diam. Setelah berhasil menemukan Wina, dirinya langsung menyeret wanita itu, membawanya ke kantor polisi.


"Saya serahkan semuanya sama Anda. Buat wanita ini mendekam di penjara dengan waktu yang lama," ucap Riko kepada pengacaranya. Setelah merasa urusannya sudah selesai, ia langsung pergi meninggalkan kantor polisi.


Wina mulai ketakutan, "saya disini korban, saya dipaksa sama Aldi." Wina terus memberontak saat satu orang petugas kepolisian menahan dirinya yang mencoba kabur.


"Bukti sudah ada di tangan kami, jadi Anda sudah tidak bisa berkilah!" ucap pengacara itu dengan tegas.


Riko menghentikan kendaraannya saat ponselnya berdering. "Apa lagi?" jawabnya setelah mengangkat panggilan yang ternyata dari Aldi.

__ADS_1


"Males ah," jawab Riko kemudian, saat Aldi menyuruhnya untuk datang ke apartemen miliknya.


***


Nakisya masih menangis didalam kamarnya. "Bunda ayo dong, bujuk ayah lagi," pintanya kepada Widya agar ayahnya membatalkan keputusannya untuk memberikan pelajaran kepada suaminya.


Widya menghela napas, dirinya memang tidak tega karena sudah memisahkan anak dan menantunya. Namun dia juga ikut geram dengan sikap Aldi yang sudah mengingkari janjinya. Apalagi karena kecerobohannya ia sampai berhasil dijebak oleh orang lain. Dan yang lebih membuat Widya geram karena gara-gara berita itu sekarang dirinya jadi malu, karena tidak sedikit teman sosialitanya sudah melihat berita itu, dan pastinya sekarang dirinya sudah menjadi bahan gosip para sahabatnya. "Sudah lah cuma seminggu kok, nanti juga kalian bisa ketemu lagi. Biar dia kapok."


Nakisya masih menangis, ternyata bundanya juga sama kejamnya dengan sang ayah. Ia menatap kepergian sang bunda yang kini keluar dari kamarnya. "Coba aku yang misahin kalian, pasti kalian juga gak bakalan kuat," gerutunya sambil memukul bantal yang ada di atas pangkuannya.


"Hus! jangan sembarangan kalau ngomong. Masa ada anak yang mau misahin ayah sama bundanya," celetuk Widya yang ternyata masih ada di balik dinding kamarnya.


***


Riko yang sudah berada di apartemen Aldi, lelaki itu tertawa. "Syukurin lo, masih pengantin baru tapi udah disuruh puasa," ujarnya yang langsung kembali tergelak.


"Kembali bersolo karir lagi dong," imbuhnya kemudian sambil memegang perutnya yang mulai terasa sakit.


Aldi mendengus sebal, "om sama keponakan ternyata sama. Sama-sama kejam sama gue," tutur Aldi sambil memalingkan wajahnya kearah lain.


Riko menghentikan tawanya. "Gue bilangin ah sama Om Bagas. Biar masa hukuman lo ditambah." Riko mengambil ponselnya, yang langsung disambar oleh Aldi.


"Aduan lo!"


Riko hendak kembali merebut ponselnya, saat benda pipihnya itu berdering. Namun Aldi dengan sengaja langsung menolak panggilannya.


"Sorry gak sengaja," ucapnya sambil memberikan ponsel itu kepada pemiliknya.


"Lo nolak panggilan dari Nia!" sentak Riko saat melihat kalau barusan yang memanggilnya itu adalah kekasihnya.


Aldi langsung menjauhkan tubuhnya dari Riko. "Biar elo juga dapat hukuman dari calon istri lo," ujarnya yang langsung berlari saat Riko hendak memukulnya.


Like + Koment dong 😁

__ADS_1


Vote nya juga ya 🤗😍


__ADS_2