
Aldi terus memerhatikan Nakisya. Ia masih heran dengan perubahan sikap istrinya. "Abang punya salah ya sama kamu?" tanya Aldi yang sudah tak sabar karena dari tadi istrinya itu hanya diam.
Ingin sekali Nakisya melemparkan ponselnya ke muka aldi, agar suaminya itu bisa melihat sumber yang menjadi kekesalannya. Namun ia berpikir, kalau misalnya itu beneran pasti Aldi akan berkilah, mencari alasan. Jadi Nakisya tetap memutuskan untuk mencari bukti sendiri.
"Aku mau kerumah bunda sebentar." Nakisya memasukan ponselnya yang baru terisi daya tujuh persen kedalam tas selempangnya, dan berlalu setelah menyambar kunci mobilnya.
"Yaudah, sebentar." Aldi langsung mengambil ponselnya. Hendak menyusul Nakisya
Tanpa menatap wajah suaminya, Nakisya berujar, "aku lagi pengen sendiri. Lagian juga aku cuma sebentar." Setelah mengucapkan itu, Nakisya langsung pergi. Meninggalkan Aldi yang masih mematung keheranan dengan perubahan sikap istrinya.
Aldi menghembuskan napas nya kasar. Lelaki itu hanya membiarkan istrinya melakukan apa yang diinginkannya, dia tidak ingin kalau Nakisya jadi semakin dingin terhadapnya.
***
Sebenarnya Nakisya masih bingung mau pergi kemana, pergi ke rumah orang tuanya, tidak mungkin, karena nanti mereka akan curiga. Ditengah kebingungannya ponsel Nakisya berdering. Ia melirik sekilas siapa yang nenghubunginya, dan ternyata nomor tanpa nama yang tadi mengirimkan foto kepadanya. Nakisya hanya membiarkan ponselnya. Namun seolah tanpa menyerah, orang itu kembali membuat ponsel Nakisya berdering.
"Siapa!" dengan ketus, Nakisya yang sudah geram akhirnya mengangkat panggilan di ponselnya.
__ADS_1
Setelah menyetujui permintaan wanita yang menelepon nya, Nakisya langsung menambah kecepatan mobilnya, menuju tempat yang sudah disebutkan oleh wanita itu. Dia benar-benar tidak sabar ingin mengetahui, siapa orang yang sedang berusaha merusak rumah tangganya.
Sementara di tempat lain, seorang wanita sedang duduk, menunggu kedatangan Nakisya, dan tidak lama kemudian dia menyunggingkan senyumannya saat melihat orang yang ditunggunya sudah datang dan duduk di salah satu kursi yang ada di kafe yang menjadi tempat pertemuannya.
Wanita itu berjalan perlahan, tidak lupa sambil melenggok-lenggokan tubuhnya yang memang menjadi ciri khas nya saat berjalan. "Ternyata kamu sudah datang." ucapnya yang langsung duduk dihadapan Nakisya.
Nakisya langsung mendongak, dia menatap tajam wajah wanita yang sekarang sedang tersenyum kepadanya. "Oh, jadi ternyata ulatnya kamu!" sentak Nakisya.
Di foto itu memang tidak terlihat jelas, wajah wanita yang memeluk Aldi. Namun sekarang dirinya yakin kalau orang itu adalah Wina, yang sengaja mencari kesempatan.
Nakisya tertawa remeh. "Ternyata gak salah dulu mertua aku nyuruh memecat kamu, ternyata memang benar, kamu wanita PELAKOR!"
Wina mulai tersulut emosi, "oh jadi di pecatnya aku, memang ada hubungannya sama kamu!" Wina membalas tatapan tajam Nakisya.
"Tapi untungnya aku masih sempat menyuruh orang untuk melamar kerja disana, dan bodohnya pegawai suami kamu, yang langsung menerimanya dengan mudah," imbuhnya kemudian sambil menarik salah satu sudut ujung bibirnya.
Nakisya semakin geram dengan wanita yang merupakan mantan sekertaris suaminya. Kalau saja saat ini tidak sedang berada di tempat umum, mungkin dirinya sudah mencakar habis wajah Wina. "Apa mau kamu?" tanyanya dengan tangan yang sudah terkepal.
__ADS_1
Wina tersenyum lebar, dari tadi memang pertanyaan itu yang ingin didengarnya. "Aku mau kamu ninggalin suami kamu. Kamu lihat sendiri kan difoto itu, gimana mesranya suami kamu sama aku," ujarnya dengan bangga.
Nakisya tertawa remeh, "kamu pikir aku cemburu, dan percaya gitu aja," ucapnya dengan menaikan volume suaranya, yang berhasil membuat pengunjung lain menatap kearahnya.
Wina tertawa. "Ya terserah. Tapi aku yakin, apa yang akan terjadi dengan ayah kamu yang penyakitan itu, jika dia melihat foto ini," ucap Wina sambil memperlihatkan fotonya yang sedang mencium Aldi.
Nakisya langsung terdiam, ia mengingat kondisi ayahnya yang memang gampang terkena serangan jantung.
Wina semakin tertawa, saat melihat wajah Nakisya yang sudah pucat. "Gimana? Pilih mempertahankan suami kamu? Atau lebih memilih ayah kamu berujung di rumah sakit?"
Nakisya mulai kembali tersulut emosi, dia tidak ingin terlihat lemah di hadapan wanita licik seperti Wina. "Dasar wanita tidak tau malu! Segitu gak lakunya ya kamu, sampai mau merebut suami orang!" sentak Nakisya yang langsung berlalu meninggalkan Wina.
Wina menatap tajam punggung Nakisya yang mulai menjauh darinya. "Aku kasih kamu waktu satu jam untuk berpikir, kalau enggak aku akan menyebarkan foto itu ke media."
Nakisya dapat mendengar jelas ancaman Wina, tapi dirinya tidak sedikit pun merasa takut. Nakisya yang kini sudah berada di depan kemudi, ia langsung menjalankan mobilnya.
Like dulu sebelum gulir, Komengnya juga jan lupa 😊🤗🤗
__ADS_1