Aku Hanya Mencintaimu

Aku Hanya Mencintaimu
Hangover


__ADS_3

Sudah hampir tengah malam, tapi Aldi belum juga pulang, membuat Nakisya merasa cemas. Ditambah dengan ponsel Aldi yang tidak aktif semakin membuat perasaannya tidak tenang, dan wanita itu kini malah menduga-duga tentang apa yang sebenarnya sedang dilakukan suaminya.


Nakisya memang pernah belajar menyetir mobil, tapi dirinya belum pernah mengendarai kendaraan roda empat itu sendirian. Namun saat ini, ditengah pikirannya yang semakin gelisah, wanita itu nekad mengendarai mobilnya ingin memastikan kalau suaminya memang masih ada di kantornya. Dengan pikiran yang terus bercabang, wanita itu terus menambah laju kendaraannya, dirinya ingin segera sampai ke kantor suaminya.


Nakisya mulai memasuki pintu utama gedung itu, keadaan ruangan yang sepi dengan beberapa ruangan yang nampak gelap tidak sedikitpun membuatnya takut. Beruntung dirinya dulu pernah di ajak Aldi ke kantornya, sehingga sekarang dengan mudah dirinya tau dimana letak ruangan sang suami.


Dari arah jauh terlihat ruangan Aldi yang masih menyala, menandakan kalau penghuninya masih ada disitu. Wanita itu menghela napas, ternyata suaminya mungkin memang masih sibuk, dan Nakisya langsung menyalahkan dirinya sendiri, karena sempat berpikiran kalau Aldi sudah pulang dan malah pergi ketempat lain.


Dengan perlahan, Nakisya mendorong pintu itu. Dirinya begitu kaget dengan apa yang sekarang dilihatnya. Maksud hati dirinya ingin mengagetkan sang suami, tapi kenyataannya sekarang malah dirinya yang dibuat kaget oleh suaminya.


Pintu ruangannya yang terbuka membuat Aldi tersenyum, saat melihat seseorang yang sedang dirindukannya. "Sayang, kamu kesini? Kamu pasti sudah gak sabar 'kan?"


"Abang mabuk!" sentak Nakisya mengeraskan suaranya saat melihat penampilan Aldi yang begitu berantakan. Kancing kemeja Aldi sudah terlepas semua, rambutnya acak-acakan, dan yang lebih membuat Nakisya kaget, matanya melihat beberapa botol yang tergeletak di samping suaminya.


Aldi yang merasa bersalah karena sudah membuat sang istri mnunggu bahkan sampai mnyusulnya, dirinya yang masih merasakan berat di bagian kepalanya, kini berjalan dengan sempoyongan. "Sayang, maafkan Abang," lirihnya.


Aldi menggenggam lengan Nakisya. "Tadi Abang di paksa sama sahabat Abang, gak enak kalau nolak," imbuhnya kemudian.

__ADS_1


Nakisya menatap mata Aldi yang sudah terlihat sayu. Wanita itu dapat melihat kejujuran yang terpancar dari mata suaminya. Namun Nakisya tidak begitu saja bisa memaafkan pria yang sudah mengkhianati janjinya. Apapun alasannya, janji tetaplah janji yang harus ditepati. Aldi sudah berjanji untuk meninggalkan kebiasaan buruknya. Namun nyatanya sekarang pria itu mengingkarinya hanya dengan alasan gak enak kalau nolak.


Nakisya menepis tangan Aldi. "Aku mau pulang," ucapnya yang langsung melangkah meninggalkan suaminya, tapi dengan cepat Aldi langsung menarik pergelangan tangannya.


"Maafkan aku," lirihnya kembali yang berhasil membuat wanita itu terdiam. "Tunggu sebentar, kita pulang bareng 'ya," imbuhnya kemudian yang langsung mengambil beberapa barangnya yang di simpan diatas meja kerjanya.


Aldi masih berdiri mematung saat melihat Nakisya lebih dulu masuk kedalam mobil dan duduk di depan kemudi.


Seolah mengerti dengan tatapan bingung suaminya, wanita itu berujar, "biar aku yang nyetir. Aku gak mau dibawa sama orang mabuk," ketusnya yang langsung menghidupkan mesin mobil.


Seolah tidak memerdulikan pertanyaan suaminya, Nakisya malah semakin menambah laju kendaraannya.


Wanita itu langsung turun, saat kendaraan yang dibawanya sudah sampai di basement apartemen miliknya. Dengan cepat, Nakisya langsung berjalan meninggalkan sang suami yang masih berada di dalam mobil.


"Sayang, buka dong pintunya!" teriak Aldi yang kini terus mengetuk pintu kamarnya saat dengan tega istrinya itu menguncinya dari dalam, dan membiarkannya diluar.


Sepertinya percuma Aldi terus meminta untuk dibukakan pintu, karena sudah beberapa kali dirinya mengetuknya, tapi istrinya itu tidak juga membukanya.

__ADS_1


"Yaudah, gapapa kok aku tidur disini. Mimpi indah ya, Sayang," ucapnya pasrah sambil melangkah menuju kamar mandi. Mungkin dirinya harus mengguyur tubuhnya dengan air dingin, supaya sisa-sisa rasa pusingnya bisa hilang.


Aldi sudah selesai mandi, pria yang hanya memakai handuk itu langsung mengambil jus jeruk yang ada di dalam kulkas. Dulu biasanya kalau dirinya hangover Aldi bisa langsung sembuh setelah meminum minuman itu. Dan ternyata sekarang juga masih begitu, saat dirasa kepalanya sudah benar-benar terasa ringan, Aldi kembali kearah pintu kamarnya. "Sayang udah tidur? Kalau belum Abang minta baju dong, dingin ini," ujarnya tanpa berbohong.


Nakisya memang belum bisa memejamkan matanya, dirinya sempat berpikir untuk membiarkan saja suaminya itu kedinginan. Namun wanita itu ternyata tidak setega itu. Akhirnya Nakisya membuka pintu. "Nih pakai," ucapnya sambil memberikan kaos lengan pendek pada suaminya.


Aldi tersenyum, "makasih istriku."


Nakisya kembali menutup pintu itu, tapi tidak lama kemudian Aldi kembali menggedor pintunya. "Apalagi si!" teriak Nakisya dari dalam.


"Sayang celananya belum."


Nakisya berdecak sebal, tapi dirinya tetap memberikan apa yang di pinta Aldi. "Nih! Nyusahin banget sih," ucapnya yang langsung kembali menutup pintu. Namun belum sempat pintu itu tertutup sempurna, Aldi sudah lbih dulu menahanya.


"Aku udah gak hangover 'kok. Boleh ya, tidur didalam."


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2