
Sebentar menurut Aldi ternyata cukup membuat Nakisya merasa kedinginan karena terlalu lama berendam didalam bathtub. Dengan hanya melilitkan handuk putih ditubuhnya, sekarang Nakisya sedang mengeringkan rambutnya menggunakan hair dryer.
Sedangkan Aldi, pria yang juga masih memakai handuk duduk di pinggiran ranjang. "Sayang, setelah kita nikah kok aku malah nyesel ya," ujarnya masih menatap Nakisya.
Nakisya menyimpan hair dryer dan langsung menoleh kearah Aldi sambil membetulkn lilitan handuknya yang hampir merosot. "Abang nyesel nikah sama aku?" tanyanya dengan suara yang pelan. Nakisya kini merasa takut, ia teringat kembali dengan Auryn.
"Iya aku nyesel banget," tegas Aldi yang langsung berdiri saat Nakisya berada tepat dihadapannya.
"Nyesel gak dari dulu," bisiknya kemudian tepat di samping telinga Nakisya.
Aroma shampo dan sabun cair yang digunakan Nakisya langsung menguar ke indera penciuman Aldi, membuat gairahnya kembali bangkit.
Nakisya mengulum senyumnya, kemudian dirinya langsung melengos saat buku jari Aldi hendak meraih wajahnya. "Aku pakai baju dulu," ucapnya yang langsung melangkah menuju lemari, ia tau betul tatapan suaminya yang seperti itu, sehingga secepat mungkin dia langsung meninggalkan Aldi.
***
Kini keduanya sudah berada di dalam mobil. Mata Aldi terus melirik kearah Nakisya, dengan kedua sudut bibir yang terus melengkung keatas.
Menyadari kalau suaminya terus memperhatikan nya, Nakisya mulai salah tingkah. "Abang nyetirnya yang fokus dong, jangan liatin aku mulu, bahaya tau!"
Aldi tidak menghiraukan ucapan Nakisya, dirinya masih terus menatap wajah istrinya yang saat ini terlihat lebih cantik. "Sayang, dulu waktu kamu jatuh pasti sakit banget ya?"
Nakisya melirik Aldi, "kapan?" tanyanya sambil mengingat kapan terakhir kali dirinya terjatuh.
"Dulu, waktu kamu jatuh dari surga. Kamu kan bidadari yang dijatuhkan ke bumi buat jadi pendamping hidup aku."
Nakisya tertawa mendengar gombalan receh suaminya. Dirinya langsung membuka mulutnya hendak melontarkan kalimatnya, tapi tiba-tiba matanya langsung membola. "Abang awas!" teriak Nakisya saat mobil yang dikendarai suaminya hampir menabrak seseorang.
Bunyi decitan ban yang mengenai aspal terdengar begitu keras saat Aldi menginjak rem mobilnya secara mendadak.
"Abang sih!" Nakisya langsung keluar dari mobilnya, bermaksud ingin mengecek orang yang hampir jadi korban kecerobohan suaminya.
Wajah Nakisya terlihat panik. "Maafkan kita. Mba gak kenapa-kenapa 'kan? Atau ada yang luka?" tanya Nakisya pada wanita yang sedang berjongkok didepan mobilnya.
__ADS_1
"Pak Aldi," ucap wanita itu yang kini malah tersenyum kearah Aldi dan mengabaikan pertanyaan Nakisya.
Aldi memerhatikan wanita itu, "kamu Wina? Sekarang makin menor aja ya kamu." Aldi langsung memalingkan wajahnya saat sudah mengingat siapa wanita itu.
"Pak Aldi masih ingat sama saya?" tanya Wina dengan begitu bahagia.
"Saya lihat kamu gak kenapa-kenapa. Jadi kalau gitu kita mau melanjutkan perjalanan lagi." Aldi langsung kembali kedalam mobilnya, diikuti oleh Nakisya yang juga masuk ke kursi samping kemudi
Aldi sudah menghidupkan mesin mobilnya, kemudian lelaki itu membunyikan klaksonnya saat Wina masih saja berdiri di depan mobilnya.
Sambil menghentakkan kakinya, Wina langsung melangkah ke pinggir jalan. "Sekarang kamu masih ketus sama aku, tapi lihat saja nanti," gerutunya sambil memerhatikan mobil Aldi yang sudah melaju meninggalkannya.
"Abang jangan gitu, biar gimana juga kan Abang yang salah hampir nabrak dia."
Aldi mengangkat bahunya acuh, "tapi kan dianya gak kenapa-kenapa. Lagian siapa suruh nyebrang gak liat-liat dulu."
Mobil keduanya sudah sampai di depan rumah Dina. Aldi langsung menekan bel yang trpasang di pinggir pintu.
Wina yang dari tadi menunggu kedatangan anak mantu nya, wanita itu langsung melangkah untuk membukakan pintu. "Kalian kenapa gak langsung masuk aja, ini juga rumah kalian," ucap Dina yang langsung menarik lengan Nakisya untuk segera masuk kedalam rumahnya.
"Wih ada kue." Aldi langsung menyerobot kue itu.
"Maaf ya, Mam. Kita baru kesini, tadi Bang Al nya lama banget," ujar Nakisya merasa tidak enak karena sudah membuat mertuanya menunggu.
Dina mengulas senyumnya. "Iya gak papa kok sayang. Cobain dong kue nya."
Aldi yang masih menikmati kue itu, kemudian menoleh kearah istrinya. "Tuh kan Yang, kata mama juga gak papa. Kamu malah ngajakin aku buat cepet-cepet, padahal aku lagi nanggung banget tadi," celetuk Aldi.
"Abang ih!" Nakisya langsung mencubit pinggang suaminya yang sudah tidak tahu malu mengucapkan kalimat seperti itu.
Dina mengerti maksud dari kalimat putranya. "Jadi Mama ganggu kalian dong 'ya?" tanya nya dengan wajah tanpa bersalah.
"Jelas, ganggu banget."
__ADS_1
Mata Nakisya kembali membola, menatap tajam kearah suaminya. "Abang ih, gak sopan!" bisiknya.
"Yang penting sekarang kita sudah disini. Iya kan Mam?" Setelah sempat mencium pipi kiri Dina. Aldi langsung berdiri dan berlalu dari tempat itu menuju halaman belakang.
Dina mengulas senyumnya, kepalanya langsung menggeleng memerhatikan tubuh Aldi yang terus menjauh darinya. Wanita itu menoleh kearah Nakisya. "Mama mau nawarin sesuatu sama kamu."
***
Sepulang dari rumah Dina. Nakisya dan Aldi langsung pergi ke restoran. Pesanan keduanya sudah datang, tapi Nakisya masih saja terlihat melamun, mengingat permintaan Dina kepadanya. Entah itu permintaan yang serius, atau bukan, tapi tadi dengan tegas Nakisya menolaknya.
"Mungkin tadi Mama hanya ngetes aku," gumam Nakisya dalam hati, sambil meyakinkan dirinya kalau permintaan sang mertua nya hanyalah main-main.
Aldi menatap heran pada istrinya. "Sayang, kamu kenapa? Dari tadi aku perhatikan kamu bengong terus."
Nakisya menggeleng lemah, "gak sayang." Sebenarnya ia ingin menceritakan perkataan Dina. Namun itu bukanlah keputusan yang tepat, karena bisa saja suaminya itu akan marah besar terhadap Dina.
"Tadi waktu aku ngobrol sama pegawai mama, kayaknya kamu sama mama juga ngobrol ya? Terus kayaknya serius banget. Ngomongin apa emang?" tanya Aldi yang mulai curiga, kalau diamnya Nakisya ada hubungannya dengan ibu kandungnya.
"Enggak, Bang. Gak ada yang serius kok, cuma ngobrol biasa aja," ucapnya berkilah.
Aldi mengangguk, tapi tatapannya masih terlihat curiga. "Oke, kalau gitu dimakan dong. Kan tadi katanya lapar," ujarnya kemudian sambil mendorong piring yang sudah berisi makanan kesukaan Nakisya.
"Apa mau aku suapin?" imbuhnya kemudian dengan kedua alis matanya yang dibuat naik turun.
Nakisya menggeleng, "aku bisa sendiri."
***
Diwaktu yang sama. Namun ditempat yang berbeda, seorang wanita sedang tertawa saat melihat photo yang berhasil diambil oleh orang suruhannya. "Akhirnya, setelah satu tahun kamu bekerja disana, kamu bisa kerja dengan baik juga ternyata," ujarnya sambil menyunggingkan bibirnya.
"Apa yang harus saya lakukan dengan photo ini?" tanya Vita yang merupakan sekertaris Aldi. Ternyata wanita itu bekerja di kantor Aldi hanya untuk menjalankan sebuah misi yang diperintahkan bos nya.
"Kamu kirim photo itu ke nomor istrinya."
__ADS_1
Bersambung...
Like + Komengnya dulu ya 🤗🤗