
Karena kesibukan Nakisya di kampusnya, membuat rencana pernikahan yang sudah di siapkan dengan matang itu, mau tidak mau harus di undur, menjadi tahun depan. Aldi yang memang sangat mencintai gadis itu, dengan sabarnya lelaki itu menunggu Nakisya. Hingga akhirnya tanpa terasa, seiring berjalannya waktu, kini sepasang kekasih yang semakin dimabukan oleh perasaan cintanya, telah sampai di hari yang akan menyatukan keduanya.
Hari ini tepat satu tahun setelah kesepakatan antara kedua belah pihak itu. Aldi yang sudah tidak sabar, lelaki yang memilih untuk tidak tidur karena takut kesiangan itu, kini sudah terlihat tampan, bahkan berkali lipat lebih tampan dari biasanya, dengan mengenakan kemeja putih dan setelan jas berwarna hitam yang hanya memiliki satu kancing, tidak lupa Aldi juga memakai dasi kupu-kupu di leher dan menyematkan bunga kecil di saku dada. Dengan paduan sepatu yang tak kalah klimis. Saat ini lelaki yang sudah siap melepas masa lajang nya itu benar-benar terlihat gagah dan maskulin.
"Sempurna," ucap Naura yang kini melangkah menuju lelaki itu.
Aldi tersenyum menyambut pelukan sang adik yang sudah memberikannya dua orang keponakan yang sama-sama cantik dan lucu. "Mana Zia sama Lala?" tanya lelaki itu setelah pelukan keduanya terlepas.
"Akhirnya lo kawin juga, Bro!" ucap pria yang tiba-tiba datang dengan sebelah tangannya yang menggendong Zia dan sebelah tangannya lagi dipakai untuk mendorong stroler bayi yang berisi anak keduanya.
"Nikah aja belum. Emangnya elu yang kawin dulu baru nikah kemudian," celetuk Aldi yang berhasil membuat Vino berdecak sebal.
Aldi langsung menggendong Zia, balita yang kini berusia satu tahun enam bulan itu sudah pintar berceloteh bahkan dengan lancar bayi cantik itu sudah dapat memanggil namanya.
"O- om Adi."
Aldi tertawa saat mendengar panggilan dari balita cantik itu dengan gemas sebelah lengannya mencubit pipi Zia. "Lucu banget sih anak Om," ujarnya.
"Yang ini juga sama lucunya, makin chuby aja kamu," imbuhnya kemudian sambil melirik kearah stroler bayi yang ditumpangi Lala, tapi kali ini tangannya malah mencubit hidung Naura.
"Kok aku yang di cubit," gerutu Naura dengan sebal.
Aldi tertawa pelan, "kasian Lala masih bayi, jadi sama Mamanya aja."
Naura hendak melakukan protes kepada Aldi, tapi seruan dari Arya membuat semua yang ada disitu menoleh kearah pria paruh baya itu, termasuk Naura yang lebih memilih menghentikan kalimatnya.
"Ayo kita berangkat sekarang," ajak pria yang terlihat rapi dengan setelan jas yang dikenakannya.
***
Sementara di tempat yang berbeda, Nakisya masih belum selesai didandani oleh tukang rias. "Bunda, kok aku malah deg-degan ya," ucapnya kepada wanita yang sedang duduk menemaninya. Dengan genggaman yang begitu kuat, gadis itu seolah tidak mau terlepas dari lengan wanita yang sudah membesarkannya sampai saat ini.
__ADS_1
"Rilex aja, tarik napas, terus hembuskan perlahan." Widya terus memberikan semangat untuk putrinya.
Nakisya mengikuti arahan dari sang bunda, tapi tidak lama kemudian gadis itu terdiam, "kok Bunda kaya lagi nuntun orang yang mau melahirkan," ucap gadis itu.
Widya langsung terkekeh, "habisnya kamu, masa deg-degan sih. Kamu itu nanti cuma tinggal duduk, jadi biasa aja oke."
"Sudah selesai," ucap perias yang berjenis kelamin wanita.
Wanita itu tersenyum begitu bangga saat melihat hasil karyanya, "cantik banget anaknya, Bu," imbuh perias itu kemudian sambil terus memuji hasil kerjanya.
Dengan bangganya Widya berujar, "anak saya emang sudah cantik, jadi gak heran kalau sekarang makin cantik."
Seseorang tiba-tiba datang, "mempelai pria sudah datang," ucap orang itu.
"Bunda aku makin deg-degan."
Widya tersenyum menatap anak gadisnya yang sebentar lagi akan mendapat gelar sebagai istri dari seorang pria yang dicintai gadisnya itu. Widya ingin menumpahkan semua kalimat yang menunjukan kalau dirinya begitu menyayangi Nakisya, tapi lidahnya seolah kelu, dan yang dilakukan wanita itu sekarang hanya menarik tubuh Nakisya kedalam pelukannya. "Semoga kamu bahagia terus, Nak." Pelukan antara ibu dan anak itu masih terjalin, keduanya sama-sama tidak ingin melepaskannya.
Widya mengusap pelan ujung mata Nakisya yang hampir meneteskan butiran bening. "Tenang ya, mama gak akan jauh dari kamu," ujar Widya meyakinkan.
Aldi yang sudah duduk di kursi akad, lelaki itu terlihat tak kalah gugup dari Nakisya. Meskipun usianya yang hampir menginjak kepala tiga, tapi walau bagaimanapun ini merupakan pengalamannya yang pertama.
Vino yang duduk dibelakang kursi Aldi, berhasil membuat Aldi tersentak dari rasa gugupnya. "Lo udah hafal 'kan?" tanya pria itu.
Tanpa menjawab pertanyaan dari Vino, Aldi kembali menunduk, mulutnya terlihat komat kamit. Entah apa yang sedang di ucapkan oleh lelaki itu
"Eh! Gue tanya, Lo udah hafal belum?" bisik Vino kemudian yang kali ini berhasil membuat lelaki itu geram.
"Bisa diam gak Lo!" sentaknya yang membuat Vino langsung memundurkan tubuhnya.
"Ini juga gue lagi ngehafal," imbuh Aldi kemudian.
__ADS_1
Vino yang sempat berjaga-jaga, takut ada serangan dadakan dari Aldi, pria itu menghela napas, mengangkat bahunya acuh. " Awas lo, kalau sampai tiga kali salah, bisa batal lo nikah sama Kisya."
Aldi melotot tajam kearah Vino, tapi bisikan dari Arya yang mengatakan Naura sedang berjalan kearahnya, membuat pria itu langsung memutar tubuhnya menatap kearah gadis yang sedang berjalan pelan kearahnya.
Semua mata seolah terpukau dengan penampilan Nakisya, bagaimana tidak, saat ini Kebaya putih yang dikenakan Nakisya memang terlihat sangat menawan. Meskipun terkesan simpel, detail kebaya beserta payet-payetnya mampu membuat penampilannya tetap look stunning. Kebaya tersebut dibiarkan menjuntai hingga bawah sehingga membuat kesan anggun semakin terpancar jelas.
Aksen potongan belahan kebaya di bagian depan hingga bawah semakin menambah cantiknya Nakisya di hari spesialnya itu. Tidak lupa, tambahan veil di atas kepala semakin melengkapi tampilannya. Nakisya memilih flawless sebagai nuansa riasannya di hari pernikahannya. Polesan lipstik dan blush on berwarna pink membuat rona wajah cantiknya begitu terpancar. Tambahan highlighter di bagian pipi, hidung dan dagu juga turut memberi kesan bright sempurna. Lipstik matte dengan tambahan lipstik glossy mewarnai bibirnya. Soft lens berwarna grey, fake eyelash yang tidak terlalu tebal, shimmered eyeshadow serta bentuk alis yang alami membuat semuanya menjadi satu kesatuan yang mengagumkan.
Aldi terus memandang wajah Nakisya, lelaki itu seolah lupa bagaimana cara untuk berkedip.
"Abang liatin akunya jangan kaya gitu," ucap Nakisya pelan, yang berhasil membuat Aldi jadi salah tingkah.
"Sepertinya mempelai pria sudah tidak sabar 'ya? Gimana kalau kita segera mulai acaranya," ucap MC yang sedari tadi mengatur acara.
Dari pihak KUA sudah selesai memeriksa kembali dokumen persyaratan keduanya. "Kedua mempelai sudah siap?" tanya penghulu.
Setelah Bagas selaku wali nikah mengucapkan kalimat ijab qabul. Aldi dengan satu tarikan napas dan suara yang begitu lantang langsung menjawab kalimat dari Bagas. "Saya terima Nikah dan kawinnya, Nakisya Khanza Athayabina binti Bagas Pradipta Athayabina, dengan mas kawin tersebut dibayar tunai.
"Padahal gak usah terlalu keras, ini masih latihan," ucap petugas KUA itu, yang sontak membuat semuanya tertawa.
"Sabar Mas Bro!" ucap Riko yang juga berada disitu.
Aldi terlihat malu, "kenapa gak beneran aja 'sih!" gerutu lelaki itu.
Setelah mendapat perintah dari penghulu, Bagas kembali menjabat tangan Aldi.
Aldi yang benar-benar sudah tidak sabar ingin segera menyudahi acara yang menjadikannya sebagai tontonan semua orang yang ada di gedung ini, dengan suara yang lebih lantang menjawab kalimat ijab kabul yang keluar dari mulut Bagas. "Saya terima Nikah dan kawinnya, Nakisya Khanza Athayabina binti Bagas Pradipta Athayabina, dengan mas kawin tersebut dibayar.
"Saahhhhhh."
Bersambung...
__ADS_1
Mereka udah nikah gaes, monggo yang mau ngasih amplop ditunggu 'ya 😂😂