
Adzan shubuh berkumandang, Nakisya yang sudah tidak berhalangan langsung terbangun untuk memenuhi panggilan yang menyuruhnya untuk menunaikan ibadah sholat. Namun rasa kering pada tenggorokannya membuat wanita itu memutuskan untuk lebih dulu keluar mengambil air minum.
Terlihat Aldi yang masih tidur di atas sofa, ia ingin membangunkannya untuk menyuruhnya sholat shubuh, tapi wanita itu masih merasa gengsi. "Biarkan saja lah, nanti juga bangun sendiri kalau alarmnya bunyi," gumamnya
Satu gelas air langsung tandas dengan sekali tegukan, kebanyakan emosi sebelum tidur ternyata bisa membuat wanita itu dehidrasi.
Nakisya langsung kembali lagi ke kamar, tanpa berniat menengok kearah suaminya yang masih tertidur. Padahal alarm ponsel Aldi yang sedang di charger sudah berbunyi.
Seperti biasa, setelah sholat Nakisya langsung kembali tidur, apalagi hari ini hari libur membuat wanita itu sudah merencanakan kalau hari liburnya akan dipakai untuk bermalas saja di dalam kamar, tentunya tanpa sosok suaminya yang sudah membuat dirinya kecewa. Nakisya terpaksa kembali bangun, saat dirinya teringat kalau pintu kamarnya belum dikunci kembali.
Namun tindakannya ternyata kalah cepat, Aldi kini sudah masuk kedalam kamar itu. Terlihat senyuman dari wajah nya yang tampan yang diam-diam membuat jantung wanita itu berdesir.
Nakisya menggelngkan kepalanya untuk mengusir semua pemikiran yang baru saja terlintas dikepalanya. Ia memalaingkan wajahnya, untuk kembali bersikap bodo amat dengan suaminya, karena sekarang dirinya benar-benar ngantuk dan ingin kembali tidur.
"Sayang, boleh ya aku tidur disini?" pinta Aldi yang kini mendudukan tubuhnya di pinggir ranjang.
"Boleh, ya? Tidur di sofa gak enak, " imbuhnya kembali meminta persetujuan dari istrinya.
Padahal masih ada kamar yang kosong di apartemennya ini, tapi entah trik apa yang sedang dilakukan pria itu agar bisa meluluhkan kembali hati sang istri.
Namun seolah tidak perduli, Nakisya malah memiringkan tubuhnya, membelakangi Aldi yang masih menunggu jawaban darinya.
Diamnya Nakisya diartikan Aldi sebagai jawaban 'iya, sehingga dirinya tanpa basa-basi lagi langsung mengangkat kakinya naik ke atas ranjang itu dan tidur disamping sang istri, sambil ikut memiringkan tubuh menghadap ke punggung Nakisya.
__ADS_1
Nakisya yang sudah mulai terlelap, dirinya kembali tersentak saat jari tangan Aldi mencolek-colek bagian punggungnya.
"Sayang, dingi nih, aku jadi pingin. Kan yang semalam gak jadi, " ucapnya yang sama sekali tidak ditanggapi oleh istrinya.
"Dosa loh kalau gak nurutin suami, nanti dilaknat sampai pagi," imbuhnya kemudian.
Tanpa menoleh mata Nakisya membola, bisa-bisanya suaminya itu menyumpahi nya. "Emang ini sudah pagi, jadi gak di laknat akunya," jawab Nakisya dengan ketus.
Pada akhirnya Nakisya lebih memilih untuk bangun, percuma dirinya memaksakan matanya untuk terpejam, karena dengan gencar Aldi terus menggodanya. "Awas aku mau masak, lapar gara-gara semalam nungguin orang yang malah asik sama orang lain," cibirnya yang langsung melangkah kearah pintu kamar.
"Emang bisa masak?" tanya Aldi yang kini mengulum senyumnya, saat melihat tatapan kesal dari Nakisya.
Ya, pria itu memang paling suka saat Nakisya sedang kesal. Benar-benar suami nyebelin. Untung Nakisya sabar.
Nakisya berniat akan membuat nasi goreng. Namun wanita itu terlihat kesusahan saat dirinya sedang mengiris bawang merah, "Perasaan aku gak lagi nonton acara kumenangis, tapi kok sekarang aku nangis," gumamnya yang masih terdengar oleh seseorang yang sedang memerhatikannya dari balik pintu.
Karena merasa kasihan, akhirnya Aldi keluar dari persembunyiannya. "Hati-hati dong," ucapnya sambil mengelap ujung mata Nakisya dengan tisu.
Perlahan Aldi meniup mata Nakisya dengan jarak yang begitu dekat. Kini matanya sudah tidak pedih lagi, tapi detak jantungnya yang malah berdetak semakin cepat seperti hendak copot dari tempatnya.
"Biar Abang aja yang masak 'ya?" ucap Aldi dengan lirih.
Nakisya hanya melengos, wanita itu membiarkan saja suaminya mengambil alih kerjaannya. "Emangnya bisa?" gumamnya dalam hati.
__ADS_1
Nakisya memerhatikan Aldi dari belakang, terlihat pria itu dengan lincah bergerak didepan kompor layaknya koki yang sedang memasak. Sesekali dirinya memalingkan wajahnya ke arah lain, saat Aldi melirik kearahnya.
"Tara... Nasi goreng spesial untuk istri yang spesial, dibuat dengan cinta dan disajikan dengan kasih sayang, kini sudah siap. Silakan di coba Tuan Putri," ucap Aldi yang berhasil membuat Nakisya mengulum senyumnya.
"Mau abang suapin 'gak?" tanya Aldi sambil menarik turunkan kedua alis matanya.
"Aku bisa sendiri," ketus Nakisya yang langsung mengambil alih piring itu.
Seolah lupa dengan kekesalannya, Nakisya terus meniup dan memasukan suapan demi suapan nasi goreng yang ternyata lumayan enak itu kemulutnya.
"Enak gak?" tanya Aldi sambil menatap wajah Nakisya.
"Biasa aja," jawabnya sambil terus memakan nasi gorengnya.
Aldi terkekeh. "Itu gak gratis loh, ada imbalannya," bisiknya tepat di samping telinga Nakisya. Bahkan dengan sengaja Aldi meniup telinga istrinya.
Nakisya yang mengerti dengan maksud Aldi, dirinya kembali kesal. Wanita itu meminum air yang tadi diambilnya, dan langsung pergi dari meja makan.
Dengan cepat Aldi memegang pergelangan tangan Nakisya. "Maafin dong. Janji deh gak bakalan kaya semalam lagi."
Nakisya membuang muka. "Janji kamu tuh basi tau!"
"Apa yang harus aku lakukan biar kamu maafin aku?" lirihnya sambil menatap sayu wajah Nakisya.
__ADS_1
Sebenarnya aku nulis ini dari sabtu pagi, gaktau dah mau sampai kapan proses review nya. 😏
Like + Komengnya aja dulu (biar makin encer imajinasi gituannya) 😜😜