Aku Hanya Mencintaimu

Aku Hanya Mencintaimu
Aku Takut


__ADS_3

WARNING!!! BAB INI KHUSUS BUAT YANG SUDAH MENIKAH. JADI BIJAKLAH DALAM MEMBACA. DIBAWAH UMUR HARAP MUNDUR!!


Nakisya memejamkan matanya, lalu menarik dan menghembuskan napasnya dengan kasar. "Iya udah, aku maafin." wanita itu langsung melangkah meninggalkan Aldi yang masih tidak percaya dengan kalimat istrinya barusan.


"Serius aku di maafin?"


"Iya!"


"Sayang, kamu gak bohong 'kan?" tanya nya sekedar memastikan. Pasalnya istrinya itu sama sekali tidak memberikan syarat apapun.


"Yaudah kalau masih nanya, aku gak jadi maafin Abang," ucapnya yang langsung melangkah meninggalkan Aldi.


Nakisya sudah kembali memanggilnya dengan sebutan abang, berarti memang benar kalau istrinya itu sudah memaafkannya.


Senyum kebahagian langsung terbit dari wajah Aldi. Dirinya berlari mengejar Nakisya yang sedang berjalan kearah sofa ruang TV.


Cup... Satu kecupan langsung ia berikan pada Nakisya.


"Makasih sayang," ucapnya yang langsung menggendong Nakisya ala bridal, dan mendudukkan tubuhnya di atas sofa dengan posisi Nakisya yang sekarang berada di pangkuannya.


Nakisya terus memukul pelan dada suaminya, wanita itu berusaha turun dari pangkuan Aldi, tapi sia-sia, karena Aldi malah semakin mengeratkan pelukannya.


"Jangan gerak-gerak, nanti ada yang bangun," ucap Aldi sambil merasakan sesuatu yang mulai bereaksi.


Nakisya yang tidak mengerti dengan maksud sang suami, wanita itu menatap wajahnya yang dibalas tatapan menghanyutkan dari Aldi. Kini tatapan keduanya semakin tenggelam dan semakin dalam, perasaan sayang dari Aldi yang berubah cinta, dari rasa cinta yang berubah menjadi ingin memiliki Nakisya seutuhnya.


Pria itu memiringkan kepalanya, menyatukan bibirnya dengan bibir Nakisya. Dengan perlahan menyesap bibir mungil milik istrinya yang sejak lama sudah menjadi candu baginya.

__ADS_1


Nakisya memejamkan matanya, menikmati lidah Aldi yang sedang menyapu bersih setiap barisan giginya. Tangannya mulai mncengkram kuat dada Aldi. Ciuman itu semakin dalam, semakin menuntut Aldi untuk melakukan lebih.


Nakisya tidak tinggal diam, sambil memejamkan matanya, sesekali wanita itu memberikan balasan kepada Aldi, membuat ciuman itu semakin panas, saling menyesap satu sama lain seolah tidak ada yang mau terkalahkan.


Aldi mnempelkan keningnya pada kening Nakisya. Membuat keduanya bisa mengambil napas dengan bebas.


Aldi menatap wajah Nakisya yang kini sedang tersenyum kepadanya, membuat pria itu semakin tertantang untuk melanjutkan kegiatan panasnya. Aldi kembali melum4t bibir Nakisya. Tangannya mulai memanjat menuju gunung kembar yang sudah lama ingin dia nikmati keindahannya.


"Maafkan saya," ucap wanita yang baru saja datang dan menyaksikan kegiatan yang sedang dilakukan Aldi dan Nakisya.


Keduanya langsung tersentak, saat tiba-tiba wanita yang biasa membersihkan apartemennya kini sedang berdiri membelakangi kedua pasangan yang sedang di memadu kasih.


Aldi memang memberikan kunci duplikat pintu apartemen nya kepada wanita itu, supaya wanita itu bisa leluasa keluar masuk untuk mengerjakan tugasnya. Dan kali ini pria itu benar-benar menyesalinya.


"Sayang pindah ke kamar yu."


Nakisya mengangguk, kemudian dirinya menoleh kearah pembantunya, "maaf ya, Bik," ucapnya yang langsung melangkah mengikuti Aldi yang sedang menarik lengannya.


"Abang, kamu kebiasaan deh!" pekiknya yang membuat Aldi tertawa.


Dengan perlahan, Aldi menurunkan tubuh Nakisya di atas ranjang. "Sayang, aku sangat mencintaimu," lirihnya dengan sorot mata yang terlihat sayu.


Wanita itu tidak membalas kalimat yang baru saja terlontar dari mulut suaminya, melainkan dirinya hanya membalas tatapan itu dengan tatapan yang tak kalah sayu. Detak jantung keduanya semakin memburu. Nakisya yang saat ini wajahnya sudah merah merona itu hanya diam memejamkan matanya, saat buku jari suaminya mulai membelai lembut wajahnya.


Aldi masih menatap kagum dengan maha karya tuhan yang sudah menciptakan sosok wanita yang begitu sempurna, wajah putih mulus, hidung mancung, bulu mata yang lentik, alis mata hitam yang terbentuk alami dan bibir mungil yang begitu menggoda. "Kamu istriku, dan hanya milikku," bisiknya tepat disamping telinga Nakisya.


Pria itu kembali mendekatkan bibirnya yang setengah terbuka, dengan perlahan memagut bibir bawah Nakisya. Kini keduanya saling menikmati ciuman lembut yang kini berubah menjadi semakin kasar, keduanya saling mel*m4t satu sama lain. Tangan kanan Aldi yang kini berada di belakang tengkuk Nakisya, mendorong tengkuk itu agar ciumannya semakin dalam.

__ADS_1


Nakisya yang mulai kehabisan napas, wanita itu mendorong tubuh pria yang berada di atasnya. Aldi yang mengerti itu, langsung menurunkan ciumannya pada leher jenjang Nakisya, yang membuat wanita itu mengeluarkan desahan tertahan saat lengan Aldi mulai menelusup kedalam piyama daster Nakisya.


Dengan hanya hitungan detik, kini piyama daster yang digunakan Nakisya sudah terlepas dari tubuh wanita itu.


Aldi kembali memagut bibir Nakisya yang basah, kali ini tangannya bergerak ke belakang punggung Nakisya. Setelah dirasa berhasil melepaskan kaitan itu, Aldi yang masih memagut bibir Nakisya tangannya langsung melepaskan kain yang menutupi bagian dada Nakisya.


Aldi melepaskan pagutannya, pria itu memundurkan tubuhnya. Matanya langsung menikmati dada wanitanya yang saat ini sudah menjadi bagian favorit yang disukainya.


Kedua tangan Nakisya langsung bergerak menutupi dadanya. Meskipun suaminya itu sudah pernah melihatnya saat dirinya sedang tertidur, tapi untuk sekarang saat dirinya dalam keadaan sadar, tentu saja Nakisya merasa sangat malu.


Aldi menatap sayup wajah Nakisya. "Sayang, buka!" perintahnya yang langsung menarik lengan itu. "Kamu jangan menghalangi apa yang sudah menjadi milikku."


Nakisya memalingkan wajahnya kearah samping, karena begitu malu saat Aldi menatap dadanya dengan tatapan layaknya seseorang yang menemukan sebuah harta karun.


Perlahan Aldi membaringkan tubuh Nakisya. Bermain di atas dada seorang wanita, memang bukan yang pertama untuk Aldi, sehingga sudah dipastikan pria itu saat ini begitu mahir memanjakan istrinya dengan sentuhan dan rem*san lembut yang berhasil membuat wanita itu semakin melemah. Kini dada putih mulus itu sudah berubah jadi dada yang penuh dengan tanda merah, akibat ulah nakal suaminya.


Setelah puas, lengan kekar itu bergerak menuju kain terakhir yang menutupi bagian tubuh istrinya. Aldi merangkak mundur, menempelkan dagu nya diatas paha mulus Nakisya, sambil perlahan menarik kain itu. Hanya dengan sekali tarikan benda itu langsung terlepas, dan menampilkan apa yang dari dulu ingin Aldi lihat. Namun dengan cepat Nakisya menutupi dengan telapak tangannya.


"Sayang, aku benar-benar malu," lirih Nakisya.


"Kenapa malu? aku suamimu," ucapnya mengingatkan.


Dengan pelan Aldi menarik lengan istrinya. Glek, Aldi kembali menelan ludahnya secara paksa. Kali ini dirinya benar-benar sudah tidak bisa menahan keinginannya. "Sayang aku... menginginkannya."


Nakisya mendadak gugup, "a... aku takut," jawabnya dengan pelan.


"Jangan takut. Aku tau ini yang pertama untukmu, jadi aku akan melakukannya dengan lembut, mungkin kamu akan merasakan sedikit sakit, tapi aku akan membuat kamu menikmatinya," jelas Aldi dengan suara yang sudah begitu serak.

__ADS_1


Perlahan wanita itu mengangguk, sebagai pertanda kalau dirinya membiarkan suaminya untuk mendapatkan hak nya.


Hareudang oy... Sisanya monggo diteruskan 😂😂


__ADS_2