Aku Hanya Mencintaimu

Aku Hanya Mencintaimu
Hot


__ADS_3

Sedikit mengandung adegan beginyonya. Bijak dalam membaca ya 🤗🤗


Langit sore sudah menampakan warna jingga, dengan awan tipis yang menutupi sebagian warna biru. Setelah Aldi membalas pesannya, Willy yang belum pulang dari kantornya langsung menyambar kunci mobilnya untuk menuju ke apartemen sang boss yang baru saja memberinya kabar kalau ia sudah kembali dari liburan.


"Kalau aja gue gak butuh kerjaan ini, males gue kerja sampai segininya," gerutu Willy sambil memasangkan seat belt.


Willy menjalankan kendaraannya dengan kecepatan diatas rata-rata. Berbagai umpatan berhasil ia dapatkan dari pengendara lain, saat mobilnya menyalip dengan brutal.


Tidak lebih dari tiga puluh menit Willy sudah sampai di parkiran apartemen Aldi. Tangannya mengambil ponsel yang berada di balik jas yang dikenakannya untuk mengecek alamat yang diberikan Aldi. Selama bekerja di kantor Aldi, ia sama sekali belum pernah menginjakan kakinya di sini.


Sekarang Willy sudah berada di lantai empat puluh sembilan, lantai yang menjadi tempat tinggal Aldi. Kalau saja dia tidak membutuhkan tandatangan dari Aldi, ia sangat malas datang kesini. Apalagi setengah jam lagi ia harus menghadiri meeting di tempat yang lumayan jauh dari apartemen Aldi.


Dengan tidak sabaran, Willy menekan bel yang berada di samping pintu. Tidak mau menunggu lama, Willy yang melihat kalau pintu itu sedikit terbuka, dengan lancang ia mendorong pintu itu dan langsung masuk kedalam.


"Siapa kamu!" Teriak Nakisya yang keluar dari arah dapur.


FYI, Nakisya tidak ingat wajah pria yang sudah menolongnya.


Willy hanya bisa menganga, matanya enggan untuk berkedip. Didepannya saat ini berdiri seorang wanita yang selama ini berusaha Willy cari. Wanita yang menurutnya paling cantik yang berhasil mencuri hatinya hanya pada pandangan pertama.


"Glek." Willy menelan ludahnya secara paksa, melihat tubuh wanita itu yang hanya memakai dres mini tanpa lengan.


Aldi yang mendengar teriakan Nakisya, ia segera menuruni anak tangga. "Kenapa sih, Yang?" tanyanya dengan panik.


Willy melirik Aldi sekilas. "Di- dia... Siapa lo?" tanyanya dengan wajah bingung. Willy kembali menatap Nakisya. Kini debaran jantungnya bertambah sepuluh kali lebih cepat dari sebelumnya.


"Berhenti natap kayak gitu!" Aldi bergerak membelakangi tubuh Nakisya.


"Dia siapa lo, Bos?" tanya Willy kembali. Ia berharap jawaban Aldi tidak sama dengan apa yang sedang dipikirkannya sekarang.


Aldi melirik Nakisya yang masih berdiri dengan wajah bingungnya. "Yang, kamu ganti baju dulu gih," ujar Aldi yang langsung dituruti Nakisya.


Willy mendongak, matanya mengikuti pergerakan wanita yang telah mencuri hatinya.


"Udah gue bilang, jangan natap istri gue kayak gitu!"


"Di- dia beneran istri Lo?" tanya Willy masih menolak kenyataan yang diucapkan Aldi.

__ADS_1


Aldi menatap sinis pada Willy. "Iya, dia istri gue. Sekaligus wanita yang lo tolong waktu di club malam." Aldi melangkah kearah sofa. Aldi sudah tau perihal pria yang sudah menolong Nakisya. Sebenarnya ia sangat ingin mengucapkan terimakasih pada pria yang menyelamatkan istrinya, tapi saat mengetahui ternyata itu adalah Willy, pria yang terang-terangan menyatakan rasa sukanya kepada wanita yang sudah di tolongnya, Aldi jadi mengurungkan niatnya itu.


Kini keduanya sudah duduk di sofa. "Mana yang harus gue tandatangani?" tanya Aldi dengan datar. Melihat tatapan Willy terhadap Nakisya, tiba-tiba emosi dan rasa cemburunya muncul.


"Ini." Willy memberikan satu map kepada Aldi.


Setelah membaca sekilas, Aldi langsung membubuhkan tandatangan diatas nama yang tertera di beberapa lembar kertas itu. "Udah. Buruan lo pergi. Habis ini lo kan harus meeting."


"Kenapa gak disuruh minum dulu sih, Bang?" ucap Nakisya yang kini melangkah kearah sofa.


Pandangan Willy kembali tertuju pada Nakisya. Willy berdiri, mengulurkan tangannya pada Nakisya. "Kenalin A-ak-,"


Aldi menepis kasar tangan Willy. "Udah. gak usah!"


Nakisya mengerutkan keningnya. Melihat penampilan Willy yang rapi seperti itu, ia mengira kalau Willy merupakan rekan kerja suaminya. Mulut nya terbuka secelah, ia ingin melontarkan kalimatnya. Namun melihat tatapan Aldi yang seolah memberikan isyarat ketidak sukaannya, membuat Nakisya kembali merapatkan mulutnya.


"Ba-baik, kalau gitu aku permisi dulu," ucap willy. Melangkah kearah pintu keluar, setelah mengambil map yang sudah di tandatangani Aldi.


Nakisya duduk disamping tubuh Aldi. "Emang dia siapa?" tanya Nakisya, mendongak pada wajah Aldi yang masih terlihat datar.


"OB."


"Ganteng dari mana? cuma menang brewok aja dia." Aldi menarik tubuh Nakisya, mendekap tubuh itu seolah takut ada yang akan merebutnya.


"Aw, sakit," Nakisya mencoba melepaskan tubuhnya dari tubuh Aldi yang semakin mempererat dekapannya.


Aldi menatap wajah Nakisya. "Menurut kamu, aku sama dia gantengan siapa?" tanyanya dengan wajah serius.


Nakisya terkekeh. "Apa sih. Kok nanyanya gitu?"


"Jawab aja."


"Emmmmm," Nakisya terlihat berpikir.


"Lama banget. Tinggal jawab doang," Aldi merasa kesal dengan Nakisya yang sampai berpikir segala.


Nakisya menyunggingkan senyumnya, pikiran jahilnya langsung terlintas, "ya gantengan dia lah. Brewok gitu, keliatannya hot banget tuh kalau di ran-,"

__ADS_1


"Jadi maksud kamu, Aku kurang hot?" Aldi menatap Nakisya dengan tatapan menusuk.


Nakisya yang berniat hanya iseng, refleks memundurkan tubuhnya. "Eh, bu- bukan gitu."


Aldi semakin memperdekat jaraknya. Tatapannya tidak terbaca, membuat Nakisya semakin memundurkan tubuhnya, dan sampai di pembatas sofa.


"Sekali lagi aku tanya, gantengan siapa?"


Nakisya masih belum bisa membaca ekspreai wajah suaminya. Dengan tatapan seolah tidak takut, dan dengan jahilnya ia menjawab, "gantengan bule tadi."


Aldi mencengkram pundak Nakisya, dalam hitungan detik bibirnya langsung menempel di bibir tipis milik istrinya. Karena Nakisya tidak juga membuka mulutnya, sehingga dengan rasa cemburunya Aldi sedikit menggigit kecil bibir bagian bawah istrinya.


Nakisya refleks membuka mulutnya. Tidak biasanya suaminya itu menjadi tidak sabaran. Bahkan sekarang ia merasakan gerakan ciuman suaminya tidak seperti biasanya


Lidah Aldi terus mengobrak-abrik rongga mulut Nakisya, membelit lidah Nakisya, melum4t, bahkan menghisap bibir atas dan bawah Nakisya dengan sedikit kasar.


Ciuman yang biasanya Aldi lakukan dengan perlahan dan penuh damba. Sekarang Nakisya tidak merasakan itu.


Nakisya mendorong tubuh Aldi. "Abang kenapa sih?"


Aldi membuka kaosnya. "Abang akan buktiin, kalau Abang bisa lebih hot dari biasanya."


"A-, emmmp."


Aldi kembali membekap mulut Nakisya dengan bibirnya. Kali ini ia akan melakukannya dengan pelan. Aldi benar-benar akan membuat Nakisya mengakui kalau ia bisa lebih hot. Kali ini Aldi tidak ingin membiarkan Nakisya mendapat ampunannya, walau sampai terkulai sangat lemas sekalipun.


Dengan pelan tapi penuh penekanan, Aldi melum4t lidah Nakisya, menghisap bibir itu dengan pelan. Tangannya mendorong tengkuk Nakisya. Ciuman pelan itu semakin lama semakin menuntut. sebelah tangannya menyelusup ke belakang tubuh Nakisya. Mengusap bagian punggungnya, sampai ia menemukan pengait itu. Setelah berhasil melepaskan pengaitnya. Tangan Aldi merambat kebagian depan tubuh Nakisya.


Nakisya hanya bisa memejamkan matanya. Ia memang selalu kalah dengan perlakuan suaminya. "Akh..." desahnya dengan pelan, saat kedua buahnya diremas, di pilin bagian ujungnya."


Aldi semakin memperdalam ciumannya. "Pokoknya, lihat aja kamu. Aku bisa lebih ganas dari biasanya," gumamnya dalam hati, sambil terus meremas buah favoritnya.


Heup ah. Like + Koment, dulu ya. Next doang aja kalau bingung.


Untuk visual Willy aku kasih di grup.


Hatur Nuhun

__ADS_1


😍🤗🤗


__ADS_2