Aku Hanya Mencintaimu

Aku Hanya Mencintaimu
Jagung Bakar


__ADS_3

"Berapa mantan pacar Bang Al? terus Bang Al pernah ngelakuin apa aja sama mereka?"


"Mampu* lo," kali ini Riko mengeluarkan kalimatnya, setelah dari tadi lelaki itu diam, akhirnya kini dia terlihat mulai menyukai permainan ini.


Riko mengangkat sebelah bibirnya, "udah buruan jawab!" ucap lelaki itu yang sudah tak sabar menunggu kalimat apa yang akan terlontar sebagai jawaban dari sahabatnya itu.


Aldi bedehem untuk menghilangkan rasa gugup pada dirinya, di jawab salah, gak di jawab gue sudah janji," batinnya menggerutu.


Diliriknya satu persatu wajah teman-teman Nakisya yang sedang menunggu jawabannya, apalagi saat matanya bertubrukan dengan mata milik kekasihnya yang terpancar tatapan penuh antusias dari gadis itu.


"Emm, , untuk jumlahnya aku lupa ada berapa, lagian aku gak pernah ada yang serius sama mereka," jawabnya tanpa ada keraguan.


Riko berdecak, "saking banyaknya tuh, jadi sampe gak ke itung," celetuk lelaki itu dengan datar.


Aldi mendelik ke arah Riko, "gak usah kompor lo!"


Nakisya mengerutkan keningnya, "yaudah terus jawaban pertanyaan satunya lagi apa?" tanya gadis itu yang kini menopang dagunya.


Perasaan Aldi mulai tidak enak, haruskah dirinya menceritakan semuanya sekarang, di depan teman-teman Nakisya.


"Tet... waktunya mau abis Bang," celetuk Rani.


"Jawab, jawab, jawab," ucap Weni dan Vani barengan dengan suara yang sedik keras.


Aldi mengambil botol itu, "gak ada pertanyaan ke dua, perjanjiannya juga kan cuma satu," jawab lelaki itu dengan datar.


Aldi melirik wajah kekasihnya, yang ternyata terpancar raut kecewa dari gadis itu. Sebelah lengannya terangkat mengusap pipi gadis itu, membuat sang pemilik tersenyum ke arahnya.

__ADS_1


"Kita lanjut lagi ya?" tanya lelaki itu yang kini memutar botolnya.


"Kak, Riko!" teriak Nakisya, saat botol itu berhenti tepat di depan tubuhnya.


"Dare, gue kan laki," ujar lelaki itu dengan wajah datar ke arah Aldi, menunggu tantangan apa yang akan di berikan sahabatnya itu.


Riko berdecak, "udah sebutin aja, pa-an!" tanya lelaki itu dengan nada menantang.


Aldi sejenak berpikir, "tantangan apa yang cocok buat sahabat laknatnya macam dia, yang pastinya harus menantang, yakali kalau biasa aja, dia juga tadi ngomporin Nakisya," gerutu Aldi dalam hati, sebelah bibirnya ditarik keatas saat tatapan Riko melirik ke arahnya.


"Tantangannya entar, nyusul, lo siap-siap dulu aja dari sekarang," jawab Aldi dengan senyum devil.


"Mendingan sekarang kita sudahi aja permainan ini. Berhubung hujan sudah berhenti, gimana kalau kita berbeque party, di luar," ajak lelaki itu yang sontak membuat semuanya mengangguk, dengan wajah yang terlihat berbinar.


Nakisya menyentuh lengan Aldi, "emang bahan-bahannya ada?" tanya gadis itu memicingkan matanya.


Nakisya mendengus sebal, membuat Aldi terkekeh langsung mencubit gemas pipi kekasihnya itu, "ada dong sayang," ucap lelaki itu yang langsung mendapat pukulan manja dari Nakisya.


Aldi kembali terkekeh, "kalau enggak ada mana mungkin aku ngajakin," imbuh lelaki itu kemudian.


"Lanjutin aja terus, anggap aja kita cuma penonton bayaran," ujar Riko yang mulai terlihat elfeel dengan kemesraan keduanya.


Aldi mengedikan bahu, "iri bilang, bos!" jawab lelaki itu begitu santai, langsung berdiri menggandeng lengan Nakisya menuju halaman rumah.


****


Dua orang pelayan yang sudah di tugaskan oleh Aldi langsung menyiapkan alat pemanggang beserta bahan-bahan yang akan di panggangnya.

__ADS_1


"Terima kasih ya, Mang," ucap lelaki itu, yang langsung di angguki oleh dua orang itu.


Semua teman-temannya Nakisya langsung bergerak mengambil tugasnya masing-masing. Bahkan Rizky dan Angga langsung sigap membantu para gadis itu.


Aldi terus memperhatikan Nakisya yang sedang menggelar karpet, dan menyiapkan beberapa gelas minuman diatas karpet itu.


"Apa iya gue harus nyeritain masa lalu gue, tapi gue gak sanggup kalau nanti Nakisya ninggalin gue sama kaya dia yang ninggalin mantannya karena lelaki itu juga berengsek. Tapi kan gue gak brengsek-brengsek amat sih," gerutu lelaki itu dalam hati.


"Hey! melamun aja sih?"


Aldi menatap ke arah Nakisya yang kini berdiri di hadapannya dengan satu jagung bakar yang terlihat masih mengepulkan asap.


"Cobain deh," ucap gadis itu sambil menyodorkan jagung yang sudah di tiup. "Aku loh yang bikin," lanjut gadis itu kemudian.


Aldi memegang tangan gadis itu, dan langsung menggigit jagung yang masih di pegang Nakisya. "Manis, kaya yang bikinnya," ucap lelaki itu memuji.


Aldi mengambil jagung itu, dan menyimpannya di atas piring. "Aku mau ngomong sama kamu," ujar Aldi yang kini menggenggam kedua tangan kekasihnya.


-


-


**Mau ngomong apa ya, Bang AlπŸ€”πŸ€” kok gue yang deg-deganπŸ˜‚πŸ˜‚


Biasakan tinggalin jejak dulu sebelum gulir. Like + Koment (next aja kalau bingung**)


Hatur nuhun πŸ€—πŸ€—

__ADS_1


__ADS_2