Aku Hanya Mencintaimu

Aku Hanya Mencintaimu
Om Aldi


__ADS_3

Matahari mulai tenggelam di peraduannya, menyisakan semburat cahaya jingga yang terlihat indah. Nakisya membuka matanya, dia melirik jam yang Terpajang di dinding kamar calon suaminya yang sudah menunjukan angka lima lebih tiga puluh lima menit. Gadis itu bangun, dia baru sadar ternyata posisinya sekarang berada di atas ranjang.


"Perasaan tadi aku tidur sambil duduk," gumam gadis itu sambil mengedarkan pandangannya ke segala arah. "Kemana Bang Al?" imbuhnya kemudian yang menyadari kalau kekasihnya itu tidak ada di tempatnya semula.


Tadi dirinya duduk sambil memandangi Aldi yang sedang terlelap karena efek meminum obat. Tapi ternyata dirinya tanpa terasa ikut terlelap juga.


Nakisya menolehkan wajahnya ke arah pintu yang baru terbuka, terlihat Aldi yang datang dengan nampan yang terdapat dua mangkuk diatasnya yang masih mengepulkan asap pertanda kalau isinya masih sangat panas. Aldi berjalan, menyimpan nampan itu di atas meja yang juga berada di dalam kamarnya.


"Sini," ucap lelaki itu memerintah, sambil menepuk sofa yang sedang dia duduki.


Gadis itu berdiri, menyingkap selimut yang menutupi tubuhnya. Sambil mengikat rambutnya yang tergerai indah, Nakisya berjalan menuju sofa itu.


"Bang Al mindahin aku?" tanya gadis itu sekedar basa-basi yang langsung mendapat anggukan dari lelaki itu sebagai jawabannya.


"Dari kapan Abang bangun?" tanya gadis itu kemudian.


"Dari pas kamu terlelap," jawab lelaki itu sambil tersenyum.


Nakisya melirik ke arah jam, "dari tadi dong? Kenapa gak ngebangunin aja sih," gerutu gadis itu.


"Gak tega, pacar akunya nyenyak banget tidurnya," jawab lelaki itu sambil menyodorkan semangkuk sup iga ke hadapan Nakisya.


Nakisya menolak mangkuk itu. "Aku tuh di sini buat nemenin Abang, ngerawat Abang, tapi yang ada aku malah ketiduran," ucap gadis itu sambil menunduk.


"Lagian kenapa Abang bangun, harusnya istirahat aja," imbuhnya kemudian.


Aldi terkekeh, "udah gapapa, yang penting kamu sudah ada di sini, itu juga sama aja nemenin. Lagian Aku udah sembuh kok, pegel kalau terus-terusan tidur."


"Sekarang di makan ya, mumpung masih hangat," ucap Aldi sambil menyodorkan sendok yang berisi sup yang sebelumnya sudah di tiup dulu oleh lelaki itu.


"Kok jadi berasa aku yang lagi sakit ya?" Dengan malu-malu Nakisya membuka mulutnya. "Enak, siapa yang buat?" tanya gadis itu kemudian.


"Calon suami kamu dong," jawab lelaki itu dengan bangga.


Nakisya menekuk bibirnya kebawah. "Gak percaya ah."


"Kenapa gak percaya?" tanya lelaki itu sambil memiringkan wajahnya ke arah Nakisya.


Nakisya yang gugup langsung mengambil sendoknya dan menyuapkan ke mulut Aldi.

__ADS_1


Gadis itu tergelak, saat Aldi mengaduh kepanasan, karena sup itu masih panas karena tidak di tiup dulu.


"Rasain, siapa suruh mau nyosor-nyosor aja," ejek Nakisya sambil menjulurkan lidahnya.


"Siapa yang mau nyosor, aku cuma mau ngelap ini," sangkal lelaki itu sambil mengusap pelan ujung bibir Nakisya yang basah.


Nakisya langsung terdiam, ternyata dirinya hanya salah paham. Tapi wajar kalau gadis itu merasa was-was, memang calon suaminya itu termasuk golongan mesum yang selalu siap kapan saja menyergap mangsanya.


Cup.


Satu kecupan berhasil mendarat sempurna di bibir gadis itu, saat sang pemiliknya tengah bengong.


"Kena, hahaha."


Nakisya mencubit pinggang lelaki itu tanpa ampun, membuat sang pemiliknya mengaduh. "Ini akibatnya kalau main nyosor aja," ketus gadis itu yang langsung memalingkan wajahnya ke arah lain.


"Udah ah, aku mau pulang," ucap gadis itu kemudian yang langsung berdiri mengambil tasnya yang tergeletak di atas laci.


Aldi tidak tinggal diam, lelaki itu segera mengikuti langkah kekasihnya. "Jangan pulang dulu dong, kan Abang masih sakit, gak mau nyuapin dulu gituh?" tanya lelaki itu sambil memberikan tatapan memelas.


"Sakit apaan, kalau udah maen nyosor gitu, berarti udah sembuh!"


"Sakitnya di sini," ujar lelaki itu sambil menarik pergelangan tangan Nakisya, dan menyimpannya di atas dada miliknya.


"Iya, tapi temenin aku makan dulu," pinta lelaki itu dengan memelas, membuat Nakisya tidak tega untuk beneran meninggalkannya.


Aldi sudah menghabiskan isi dari mangkuk itu, "yaudah ayo, aku anter," ujar lelaki itu sambil mengambil jaket miliknya.


"Gak usah, Abang lanjut istirahat aja, biar besok benar-benar fit lagi badannya. Lagian aku udah ada supir yang jemput di bawah," tolak gadis itu.


Aldi mendengus, "padahal aku cuma mau nganterin kamu, mastiin kamu biar sampai ke rumah kamu dengan selamat," ucap lelaki itu dengan sungguh-sungguh.


"Ah lebay!"


Nakisya sudah masuk ke dalam mobil miliknya yang di kendarai oleh supir pribadi sang bunda.


"Bye, aku pulang dulu ya," pamit gadis itu dengan tangan yang melambai kepada sang kekasih yang memaksa mengantarnya sampai ke tempat parkir.


Aldi tersenyum, "kalau udah sampai rumah, langsung hubungi aku ya," pinta lelaki itu yang langsung mendapat anggukan kepala dari Nakisya.

__ADS_1


****


Beberapa minggu kemudian, seperti hari-hari sebelumnya, lelaki itu selalu sibuk di kantornya. Hubungannya dengan Nakisya juga masih berjalan mulus dan semakin harmonis.


Namun hari ini, Aldi datang ke kantor Vino karena ada sedikit urusan dengan adik iparnya itu.


Tanpa mengetuk pintu, Aldi langsung masuk ke ruangan Vino. "Eh ada Dira disini?" tanya lelaki itu kemudian. saat melihat ada bayi berumur lima bulan yang sedang di gendong papinya.


Vino mendongak. "Hallo Om Aldi," ucap Vino dengan menirukan suara anak kecil.


Aldi langsung menjawil pipi bayi itu, dan mengambil alih menggendong bayi itu.


"Ingat, namanya Zia, Vira juga boleh, asal jangan Dira. Terlalu banyak nama dia, kasian nanti bingung," ucap Vino dengan datar.


Aldi tidak perduli, dengan sengaja lelaki itu terus memanggilnya dengan sebutan nama Dira. Dengan alasan karena dia yang berada di saat Naura melahirkan, jadi dia punya hak buat ngasih nama, katanya.


"Tumben lo bawa Dira kesini? Emang Naura kemana?" tanya Aldi pada Vino, sambil mencolek-colek pipi gembul bayi itu.


"Naura hamil lagi, tiap pagi dia selalu muntah. Jadinya sudah beberapa hari ini gue bawa Zia ke kantor," jawab Vino sambil menandatangani berkas yang tadi di berikan Aldi padanya.


"Sampai sore anak lo disini?"


"Enggak lah, kalau Naura sudah mendingan dia langsung kesini terus bawa Zia pulang."


"Kenapa gak pakai jasa baby sitter aja, gak mampu bayar lo?" tanya Aldi dengan mencebikan bibirnya.


"Naura yang gak mau, dia kan gak mudah percaya sama orang."


Tiba-tiba Riko langsung masuk ke ruangan Vino. "Bos, lo lupa ya? Sekarang ada rapat, semua sudah nunggu di ruangan," ujar Riko memberitahukan pada atasan sekaligus sahabatnya itu.


Vino menepuk jidat pelan. "Serius gue emang lupa, oke katakan sama semuanya gue bakalan segera kesana," ucap lelaki itu.


Mendengar itu membuat Aldi langsung membulatkan matanya. "Eh bentar, terus bayi lo?" tanya Aldi yang mulai curiga.


"Gue titip ya, bentar lagi juga Naura kesini," jawab Vino yang langsung keluar dari ruangannya.


Aldi mendengus sebal, "tuh kan, Papi kamu emang gak tanggung jawab," ucap Aldi pada bayi itu yang membuat sang bayi langsung tertawa.


-

__ADS_1


-


Jangan lupa, Like dulu sebelum gulir 😊🙏


__ADS_2