Aku Hanya Mencintaimu

Aku Hanya Mencintaimu
Momongan


__ADS_3

"Kita sarapan dulu yu," ajak Aldi pada Nakisya yang baru keluar dari kamar mandi.


Nakisya tampak ragu untuk menerima ajakan suaminya, "Bang, kita langsung ke apartemen aja yu, sarapannya nanti di luar aja."


Aldi mengerutkan keningnya, "kenapa 'hum?" tanyanya.


"Aku malu karena tadi gak ikut bikin sarapan. Masa sekarang aku tiba-tiba ikutan makan," ujar Nakisya dengan wajah yang terlihat sendu.


Aldi tersenyum, mengusap bagian puncak kepala istrinya, "gapapa sayang. Ayo! Ayah udah nungguin kita."


Nakisya mengangguk, wanita itu menuruti ajakan suaminya. Wajah Aldi jadi berubah datar, setelah melihat ternyata di meja makan itu tidak hanya ada Rainald dan Naumi, tetapi ada Vino dan Naura yang kini tersenyum menyambut kedatangan sepasang pengantin baru itu.


"Ciye... Pengantin baru, kiw." Vino menarik turunkan kedua alis matanya, saat melihat Aldi yang begitu mesranya menggandeng Nakisya.


Aldi merotasikan matanya, "pagi-pagi udah nangkring di mari aja, nebeng sarapan?" tanyanya dengan wajah yang masih terlihat datar.


Vino tidak memerdulikan ucapan Aldi, pria itu malah tersenyum sambil memiringkan kepalanya agar lebih dekat dengan Aldi. "Gimana semalam? Kuat berapa ronde 'lu?" bisik pria itu tepat di samping telinga Aldi.


"Dih, kepo lu emeraldah!" jawab Aldi dengan sinis.


Suasana di ruang makan itu begitu heboh dengan kelucuan Zia dan Lala yang baru bangun. Ternyata Vino beserta anak istrinya semalam juga nginap dirumah Rainald, karena Zia terus merengek ingin ketemu Naumi yang merupakan oma dari balita itu.


"Kisya sarapannya yang banyak dong, masa cuma sedikit," ucap Naumi yang langsung menambahkan nasi goreng keatas piring milik Nakisya.


"Udah 'Bu, terima kasih. Tapi Kisya makannya emang suka sedikit," ucapnya hati-hati dengan wajah yang terlihat sungkan.


Naura yang dari tadi memerhatikan kaka iparnya, wanita itu berujar, "Teh Kisya jangan sungkan ya." Naura sebenarnya merasa tidak nyaman memanggil Nakisya dengan sebutan itu, karena walau bagaimana juga Nakisya berada dibawah umurnya. Namun karena sekarang wanita itu sudah menjadi kakak iparnya, jadi akhirnya dia memutuskan untuk memanggil dengan sebutan teteh.

__ADS_1


"Semoga kalian juga cepat dapat momongan, biar rumah ini makin rame," celetuk Rainald tiba-tiba yang berhasil membuat sepasang pengantin baru itu tersedak.


"Boro-boro dapat momongan, bikinnya juga belom," gumam Aldi dalam hati, sambil tersenyum kearah Rainald.


Setelah pamit kepada orang tuanya, Aldi yang kini sedang mengendarai mobilnya, pria itu melirik kearah istrinya, "kamu kenapa? Kok dari tadi diam?"


Nakisya ingin mengutarakan apa yang mengganggu pikirannya saat ini. Namun melihat raut wajah Aldi yang nampak semangat saat membahas soal momongan, wanita itu sudah dapat menebak, pasti suaminya benar-benar sudah mengharapkan seorang bayi.


"Aku hanya belum percaya aja kalau sekarang aku sudah jadi seorang istri," jawab Nakisya setengah berbohong.


"Aku juga," ucap Aldi yang langsung menarik telapak tangan Nakisya, dan menempelkan dibibirnya.


Setelah sampai di apartemen Aldi. Nakisya langsung membereskan semua barang-barang yang kemarin Aldi bawakan untuknya saat acara nikahan.


"Sayang, sebaiknya itu biar nanti aku suruh orang buat beresin. Sekarang mendingan temenin aku 'yuk," pintanya seolah memaksa, karena sekarang Aldi langsung melingkarkan tangannya di samping tubuh Nakisya.


Di apartemen Aldi memang tidak ada pembantu yang menetap, tapi Aldi selalu menyuruh seseorang untuk datang setiap hari membereskan tempatnya. Aldi langsung menghubungi agen penyalur pembantu, tapi dengan cepat Nakisya menyuruh Aldi untuk membatalkannya. Meskipun Apartemennya besar, tapi Nakisya mengatakan kalau dirinya hanya butuh orang untuk membantu pekerjaannya pada waktu siang saja.


"Bilang aja istriku ini cuma mau bebas berdua," ucap Aldi yang langsung mendapat cubitan di bagian pinggangnya.


Nakisya menekuk bibir bawahnya. "Enggak tuh, aku cuma lagi belajar aja, dan nanti kalau aku sudah bisa ngerjain semuanya, malah aku mau minta Abang nyuruh orang yang suka datang kesini buat gak usah datang lagi," ucapnya dengan yakin.


Aldi duduk diatas sofa. "Sebenarnya Abang udah beli rumah, dan udah ada pembantunya juga disana," ujar Aldi yang kini menarik tubuh Nakisya untuk duduk diatas pangkuannya.


"Niatnya aku mau berikan itu buat hadiah kalau kamu hamil," imbuhnya kemudian.


"Kalau aku gak cepet-cepet hamil 'gimana?" jawab Nakisya yang kini menatap wajah Aldi.

__ADS_1


Aldi tersenyum, buku jarinya bergerak untuk membereskan helaian rambut Nakisya yang menjuntai menghalangi wajah cantiknya.


"Aku akan buat kamu biar cepat-cepat hamil," ucapnya dengan senyuman menggoda yang terpancar dari wajahnya.


Nakisya hendak mengucapkan sesuatu, tapi Aldi lebih dulu menyerang dirinya dengan menghujani setiap bagian wajahnya itu dengan kecupan dan berakhir dengan ciuman panas yang membuat Nakisya terbuai sampai lupa untuk mengucapkan kalimatnya.


Ditengah kegiatannya, Aldi menatap Nakisya dengan sorot mata yang layu. "Sayang, sekarang udah boleh belum?" tanya Aldi yang sudah tidak kuat menahan hasratnya.


"Baru satu hari sayang, masih enam hari lagi baru boleh!"


***


Matahari mulai menampakkan kegagahannya dari ufuk timur. Sinarnya menerobos masuk menembus tirai jendela. Aldi membuka kelopak matanya, senyumnya langsung terbit saat melihat wajah wanita yang sekarang sedang memeluk tubuhnya. Perlahan tangannya memindahkan tubuh istrinya. Namun seolah tidak mau ditinggalkan, Nakisya malah semakin mengeratkan pelukannya. Aldi yang merasa gemes, pria itu menghujani wajah yang masih terpejam itu dengan kecupan lembut.


Nakisya yang merasa terganggu, wanita itu terpaksa membuka kelopak matanya. Mulutnya menguap pertanda kalau wanita itu masih mengantuk. Namun tangannya langsung menutupi mulutnya itu, saat dirinya menyadari kalau ternyata Aldi sedang menatapnya. "Abang sudah bangun?" tanyanya dengan wajah yang terlihat malu. Karena lagi-lagi dirinya kesiangan. Ya sekarang tepat tujuh hari mereka tidur di ranjang yang sama setelah keduanya itu resmi menikah.


Nakisya melirik kearah jam dinding. "Astaga, Sayang. Aku kesiangan, hari ini aku ada UAS," ucapnya yang langsung berlari menuju kamar mandi.


Sudah tiga hari kebelakang, pasangan yang selalu kesiangan itu selalu heboh di saat pagi. Aldi yang sudah kembali bekerja di kantornya, dan Nakisya yang sibuk dengan kuliahnya.


Dengan terburu-buru Nakisya memakai pakaiannya. "Abang, nanti aku pulang dari kampus mau kerumah Bunda dulu 'ya," ucapnya pada Aldi yang baru selesai mandi dari kamar mandi bawah.


"Iya, nanti Abang pulang dari kantor langsung jemput." Aldi yang merupakan seorang pemilik perusahaan, pria itu malah terlihat santai, bahkan masih sempat untuk menggoda istrinya.


"Abang ih! Aku udah hampir telat ini," ucapnya sambil menepis lengan Aldi yang hendak melingkar di tubuhnya.


"Mendingan Abang buruan pakai baju anterin aku, atau aku bawa mobil sendiri." Nakisya langsung mengambil kunci mobil yang ada di dalam laci.

__ADS_1


Biasakan Like + koment dulu sebelum gulir (next aja kalau bingung)


__ADS_2