Aku Hanya Mencintaimu

Aku Hanya Mencintaimu
Game


__ADS_3

Riko berdecak, "eh kampret! balikin punya gue! gue sumpahin kalau lo gak balikin, suatu saat punya lo bakal di ambil orang lain!"


Seketika, Aldi langsung menghentikan langkahnya, dengan cepat dirinya langsung mengembalikan cangkir kopi yang masih mengepulkan asap itu.


"Nih gue balikin! tapi tarik sumpah lo!" ujar lelaki itu penuh penekanan.


Riko merotasikan matanya, "tumbenan lo cuma di gertak segitu langsung takut sama gue?" ujar lelaki itu sambil terkekeh.


"Takut suatu saat kopi lo di ambil orang lain ya?" ujar lelaki itu kemudian.


Mungkin maksud dari perkataan Riko tadi, memang tentang kopi, tapi Aldi yang sedang memikirkan Nakisya, lelaki itu malah mengartikan lain dari kalimat itu.


Aldi duduk di samping Riko, "menurut lo, Kisya udah tau masa lalu gue belum ya?" tanya lelaki itu nampak serius.


Riko tampak berpikir, "gue rasa sih belum, soalnya tau dari siapa coba, sama gue juga gak pernah nanya apa-apa dia."


Riko tersenyum dengan salah satu ujung bibirnya yang terangkat, "gimana kalau gue kasih tau, gue yakin dia bakalan shock, auto di tinggalin pasti elo," ujar lelaki itu yang langsung tergelak saat melihat wajah Aldi yang berubah pucat.


"Hey, pada ngomongin apaan sih? serius banget."


Aldi tersentak dari lamunannya, "enggak kok, biasa lah urusan lelaki dewasa," jawab Aldi sambil melirik ke arah Riko, melemparkan sorot mata tajam ke arah lelaki itu.


Nakisya mendengus, "iya deh yang udah pada tua, bangga banget!" ketus gadis itu, langsung melangkah menuju sahabatnya yang sudah berkumpul di ruang tengah.


"Hujan gini enaknya ngapain ya?" tanya Rani yang sudah mulai bosan dengan gadget di tangannya.


Vani dan Weni, kedua gadis itu nampak berpikir, "gimana kalau main tiktok," jawab Vani memberi usul.


"Gak ah, bosen gue!" dengan tegas Weni menolak usulan dari sahabatnya itu.


"Mabar yu, mobil legend," usul Rizky yang duduk tak jauh dari ke empat gadis itu.


Rani mendongak, "gak bisa gue, gak ngerti sama game gituan, ngertinya cuma maen ludo gue."


Weni nampak semangat, "gue bisa kok, maen berdua yu," jawab gadis itu dengan senyuman yang terpancar dari gadis itu.


Rizky bergidik, "kalau gitu, gue yang gak bisa," tolak lelaki itu, membuat Weni menggerutu.


"Gimana kalau maen TOD?" usul Nakisya yang langsung di balas anggukan oleh semua orang yang ada di situ.


"Oke, tadi gue lihat botol kecap di dapur, gue ambil dulu ya," ujar gadis itu langsung berdiri.


Nakisya mencari benda yang sempat di lihatnya tadi, "perasaan tadi aku lihat di sini deh," gumam gadis itu sambil mengedarkan pandangannya ke segala arah, "nah itu dia." Nakisya langsung mengambil benda itu.

__ADS_1


Saat Nakisya sedang melangkah menuju tempatnya semula, gadis itu berpapasan dengan Angga, "kamu baru pulang?" tanya gadis itu sambil melirik tubuh lelaki itu yang nampak basah kuyup.


Angga hanya mengangguk sebagai jawaban, "aku ke kamar dulu ya," ucap lelaki itu yang langsung berlalu.


"Perasaan tadi dia pake payung, tapi kok bisa basah kuyup kaya gitu," gumam gadis itu langsung mengedikan bahunya, "bodo amat deh," lanjutnya kemudian.


Nakisya mengangkat botol itu, "ayo maen," ajak gadis itu pada semua sahabatnya.


Semua sudah duduk dengan posisi membentuk lingkaran. "Bentar deh, masa cowoknya cuma gue sendiri sih?" ucap Rizky yang nampak tidak nyaman.


"Yaudah, lo ajak Angga dulu sonoh," jawab Rani yang sudah tidak sabar untuk memulai permainannya.


"Kayaknya dia gak akan mau, soalnya baru pulang, basah kuyup pula," jawab Nakisya dengan santai.


"Yaudah, lo ajak aja calon suami lo sama sahabatnya itu, siapa sih namanya?" tanya Vani dengan semangat, yang langsung di setujui oleh Weni, "iya ganteng juga tuh dia," ucap gadis itu menimpali.


Tanpa menjawab, Nakisya langsung berdiri, "bener juga ya, biar makin rame."


Nakisya menarik lengan Aldi, dan Riko bergantian, "ayolah, biar makin rame, teman-teman aku juga nyuruh kalian buat ikutan kok," ujar gadis itu penuh harap.


"Maen apaan sih?tanya Riko saat dirinya sudah ikut duduk dengan teman-teman Nakisya.


"Jadi peraturannya, semua yang dapat giliran dapat tantangan atau pertanyaan, terserah apa yang kalian pilih nanti. Kalian harus janji jawab satu pertanyaan itu dengan sejujur-jujurnya, dan janji lakuin tantangan itu dengan serius."


"Oke, putaran pertama siapa yang mau coba?" tanya gadis itu kemudian.


Rizky mengambil botol itu, "yang ganteng dulu deh," jawab lelaki itu yang berhasil mendapat sorakan dari ke empat gadis itu.


Botol berputar, setelah beberapa detik, benda itu berhenti di depan Weni.


"Truth or dare?" dengan serempak mereka bertanya.


"Karena gue cewek, jadi gue pilih truth ajah deh," jawab gadis itu cengengesan.


Rizky nampak berpikir, pertanyaan apa yang akan di lontarkan untuk gadis itu, "siapa cowok yang lo suka di sekolah?" tanya lelaki itu dengan asal.


Weni tersenyum, "Rizky Maulana Ishak," ucap gadis itu dengan cepat.


"Ciye, habis ini jadian mereka," sorak Rani yang diikuti oleh Vani dan Nakisya.


Weni bersemu, sedangkan Rizky, lelaki itu langsung bergidik, dan menggeser tubuhnya, karena tempatnya sekarang kebetulan bersebelahan dengan Weni.


"Sudah gue malu, tadi cuma iseng kok," jawab gadis itu berkilah.

__ADS_1


Botol kembali berputar lumayan lama, "Kisya," teriak semuanya dengan serempak.


Karena tadi Weni pilih truth jadi sekarang aku pilih dare," jawab gadis itu dengan yakin.


Weni mengetuk-ngetuk dagunya, "gue tantang lo, cium Bang Aldi sekarang, berani gak lo!" tantang gadis itu dengan kedua alis yang di naik turunkan.


Nakisya mengerjap, "gak mau ah, tantangan kaya apaan itu," tolak gadis itu dengan tangan yang sudah di lipat di depan dadanya.


"Masa sama pacar yang dulu berani, yang sekarang enggak?" ujar Rani mulai memprovokasi.


"jangan-jangan gak serius nih, Bang," imbuh gadis itu kemudian.


Aldi hanya mengulum senyumnya, mungkin setelah ini dirinya harus berterima kasih pada sahabat kekasihnya itu.


"Tau nih, kayaknya sih emang gitu, Ran." ucap Aldi mulai ikut mengeluarkan kalimatnya.


"Cup," satu kecupan berhasil mendarat di pipi lelaki itu, membuat Aldi langsung terdiam, tidak menyangka kalau ternyata kekasihnya itu akan berani melakukannya.


"Aku yang buat peraturannya, jadi gak mungkin aku ngelanggarnya," ujar gadis itu berkilah. Membuat pipinya semakin merah karena menahan malu.


Kali ini botol berhenti berputar di depan Aldi. "Ini pasti sengaja," ucap lelaki itu, dengan melirik ke arah kekasihnya.


Nakisya terkekeh, "karena tadi aku pilih Dare, sekarang Bang Al pilih truth."


"Gak bisa gitu dong," tolak lelaki itu tidak terima.


Aldi menghela napas, saat melihat wajah Nakisya yang berubah sedih, "iya deh, mau tanya apa?" ucap lelaki itu dengan pasrah.


"Berapa mantan pacar Bang Al? terus Bang Al pernah ngelakuin apa aja sama mereka?"


"****** lo," kali ini Riko mengeluarkan kalimatnya, setelah dari tadi lelaki itu diam, akhirnya kini dia terlihat mulai menyukai permainan ini.


-


-


-


**Absen dulu deh, siapa aja yang hadir.


Like + Koment + Rate bintang 5 ya**🙏🙏


Hatur nuhun🤗🤗

__ADS_1


__ADS_2