Aku Hanya Mencintaimu

Aku Hanya Mencintaimu
Honey


__ADS_3

Riko membulatkan bola matanya, sepertinya dirinya salah bicara, karena sejujurnya dirinya juga sama sekali tidak bisa memainkan benda itu, "bukan gitu maksud gue!"


Lelaki itu menggaruk tengkuknya yang sebenarnya tidak gatal, "gue bisa sih maen gitar," ucap lelaki itu dengan gelagapan.


Riko tersenyum saat melihat seseorang yang dia harap bisa menolongnya, "woy Al! Sini lo," teriak Riko pada Aldi yang sedang melangkah menuju Nakisya.


Aldi mendongak, dia mengerutkan keningnya, "apa?" tanya lelaki itu yang masih berdiri di tempatnya.


Riko berdecak, "udah cepetan sini!"


Dengan malas, Aldi melangkah menuju tempat Riko duduk dengan dua orang teman Nakisya.


Riko tersenyum saat Aldi sudah berada di sampingnya. "Gini, elo kan jago tuh maen gitar, coba lo maen di depan mereka," perintah lelaki itu sambil menyerahkan gitar pada sahabatnya.


"Ogah ah, lagi males gue. Kenapa bukan elo aja yang maen?" tanya Aldi dengan menyunggingkan senyumnya.


Aldi dapat menebak, kenapa sahabatnya itu tiba-tiba menyuruhnya maen gitar di depan kedua lelaki itu.


"Makanya, kalau lo gak bisa, gak usah ngehina orang. Suka sombong sih elo. Ingat, di atas mie masih ada bakso dan kawan-kawannya," bisik lelaki itu tepat di samping telinga Riko.


"Bacot lo! Buruan maen!"


Riko melirik ke arak kedua lelaki yang sedang memperhatikan ke arahnya.


"Jadi gini, sebenarnya gue bisa maen gitar, cuman suasana hati gue lagi gak memungkinkan, jadi gue nyuruh asisten gue, yang kebetulan dia lagi bahagia. Siapa tau aja kan kebahagiaannya bisa nular sama lo yang lagi galau," ucap lelaki itu mencoba berkilah.


Aldi merotasikan matanya, "oke gue maen, tapi gak di sini," ujar lelaki itu yang langsung melangkah, dengan gitar yang dibawanya, menuju kekasihnya.


Tanpa menunggu lama, Riko dan dua orang lelaki itu juga mengikuti Aldi.


"Wah, Bang Al mau maen gitar ya?" tanya Vani dengan mata yang berbinar. Gadis itu memang menyukai lelaki yang bisa memainkan gitar, keliatan romantis, katanya.


Aldi tersenyum menatap Nakisya, "spesial for you, Honey," ucap lelaki itu yang berhasil membuat semburat merah di wajah kekasihnya.


Girl your heart, girl your face


Gadis hatimu, gadis wajamu


Is so different from them others


sangat berbeda dari mereka yang lain


I say, you're the only one that I'll adore


Saya mengatakan, bahwa kaulah satu-satunya yang saya puja


Cos everytime you're by my side


karena setiap kali kau berada di sisiku


My blood rushes through my veins


Darahku mengalir ke pembuluh darahku


And my geeky face, blushed so silly oo yeah, oyeah


Dan wajah culunku, tersipu begitu konyol oo yeah, Oyeah


And I want to make you mine


Dan saya ingin menjadikan Anda milikku


Oh baby I'll take you to the sky


Oh sayang Aku akan membawamu ke angkasa


Forever you and I, you and I


Untuk selamanya kau dan aku, kau dan aku

__ADS_1


And we'll be together till we die


Dan kita akan bersama sampai kita mati


Our love will last forever


Cinta kita akan bertahan selamanya


And forever you'll be mine, you'll be mine


Dan selamanya Anda akan menjadi milikku, Anda akan menjadi milikku


Girl your smile and your charm


Gadis senyum dan pesonamu


Lingers always on my mind


Tetap hidup selalu di pikiran saya


I'll say, you're the only


Aku akan berkata, hanya kau


One that I've waited for


yang telah saya tunggu


Semua bertepuk tangan saat Aldi menyelesaikan lagu itu, kecuali satu orang lelaki yang wajahnya terlihat sama sekali tidak bersemangat.


Menyadari itu, Rizky berdehem, "Kak Aldi, lagu Ingatlah hari ini dong," pinta lelaki itu dengan tersenyum ramah ke arah Aldi.


Aldi mengangguk, buku jarinya mulai memetik senar gitar, "tapi kalian ya yang nyanyi, gue cuma mengiringi aja," ujar lelaki itu pada semua yang ada di situ.


Dengan semangat, Rizky lebih dulu menyanyikan lirik lagu itu.


Kawan dengarlah


Tentang dirimu


Setelah selama ini


Ternyata kepalamu


Akan selalu botak


Rizky melirik ke arah Angga.


Eh, Kamu kaya gorila


Semua orang tertawa melihat ekspresi Angga yang seperti orang marah.


Merasa tidak terima dengan lirik yang di nyanyikan Rizky, seolah lupa dengan kegalauannya, Angga dengan semangat membalas lirik yang di nyanyikan sahabatnya itu.


Cobalah kamu ngaca


Itu bibir balapan


Dari pada gigi lu


Kayak kelinci


Weni langsung menyambung lirik lagu itu, gadis itu menunjuk ke arah Rani


Yang ini udah kurus


Suka marah-marah


Kau cacing kepanasan

__ADS_1


Vani ikut menimpali lirik itu, gadis itu merangkul tubuh Rani dan Weni.


Tapi ku tak perduli


Kau selalu di hati


Kali ini semuanya bernyanyi, ketiga gadis itu kini saling merangkul.


Kamu sangat berarti


Istimewa di hati


Selamanya rasa ini


Jika tua nanti


Kita t'lah hidup masing-masing


Ingatlah hari ini


Nakisya dan Rani dengan kompak saling menatap dan melanjutkan liriknya.


Ketika kesepian menyerang diriku


Gak enak badan resah tak menentu


Ku tahu satu cara sembuhkan diriku


Ingat teman-temanku


Don't you worry just be happy


Temanmu di sini


Don't you worry don't be angry


Mending happy-happy


Kebersamaan mereka di malam itu di tutup dengan tawa dan canda yang sangat meriah.


Aldi tersenyum melirik ke arah Nakisya, gadisnya itu terlihat begitu bahagia bersama para sahabatnya.


Apa iya, Aldi akan terus mengalah menunda kembali pernikahannya, karena permintaan Nakisya yang menginginkan kuliah dulu, di tempat yang sama, bersama ketiga sahabatnya itu.


Tapi Aldi selama ini sudah berusaha menahan dirinya, biar bagaimanapun dirinya sudah cukup umur, dan sebagian dirinya sudah begitu menggebu ingin menjadikan gadis itu sebagai istrinya, dan memilikinya seutuhnya.


Sementara Riko, lelaki itu sedikit menjauh dari tempatnya, saat ponselnya bergetar, tertera nama perempuan yang saat ini sudah tidak lagi menjabat sebagai kekasihnya.


"Hallo?" ucap lelaki itu dengan suara datar.


"Bagus ya kamu, bukannya kamu memperbaiki kesalahan kamu, kamu malah pergi liburan bersama para gadis. Kamu emang gak ada niat ya buat memperbaiki hubungan kita," teriak perempuan di balik panggilan itu.


Riko berdecak, dengan kalimat sepanjang itu, dia dapat memastikan mantan kekasihnya itu sedang begitu marah terhadapnya.


"Kemarin aku udah ngejelasin semuanya kan sama kamu? tapi kamu terus gak percaya, dan malah ngambil keputusan secara sepihak buat ninggalin aku," ujar lelaki itu mulai terpancing.


Nia menghembuskan napasnya kasar, "jangan salahkan orang yang meninggalkan mu, tapi lihat kamunya, apa pantas orang seperti kamu di pertahankan."


Setelah panggilannya berakhir, Riko menyimpan kembali ponselnya, lelaki itu kembali mengeluarkan rokok dari balik celananya.


Riko memang bukan seorang pecandu, dirinya hanya sesekali menikmati benda itu, hanya saat suasana hatinya sedang kacau.


-


-


**Like dong gaes, meskipun ceritanya gak seru😁


Komentnya next aja. Buat vote, gapapa enggak juga, di tabung aja dlu buat kedepannya, yang aku butuhin sekarang like aja😁

__ADS_1


Hatur nuhun πŸ˜‰πŸ€—πŸ€—**


__ADS_2