Aku Hanya Mencintaimu

Aku Hanya Mencintaimu
Mogok


__ADS_3

Setelah Wina keluar dari ruangan miliknya, Aldi langsung mengangkat gagang telfon yang tergeletak di atas meja kerjanya. Lelaki itu terlihat sedang menghubungi bagian Human Resource Departement atau yang biasa di singkat dengan sebutan HRD. "Segera! kamu cari sekertaris baru buat saya," perintahnya dengan tegas.


***


Nakisya sedang berdiri di samping mobilnya yang tengah mogok. "Masih lama gak, Pak?" tanya gadis itu pada pria yang menjadi supir di keluarganya.


"Saya gak bisa memperbaikinya, Non. Kayaknya ini harus di kerjakan oleh montir, dan saya sudah menghubunginya," jawab pria yang sudah mengabdi selama hampir 10 tahun di keluarga Nakisya.


Nakisya menghembuskan napas kasar, pasalnya hari ini dirinya sudah begitu cape dengan kegiatannya di kampus, gadis itu sudah tidak sabar ingin segera merebahkan tubuhnya di atas kasur.


"Perlu tumpangan?" tanya seseorang yang baru saja memarkirkan kendaraannya tepat di belakang mobil Nakisya.


Gadis itu melirik kearah lelaki yang kini sedang membuka penutup kepalanya. "Terima kasih," ucap gadis itu menolak tawaran dari Angga.


Nakisya memang ingin segera sampai kerumahnya, tapi dirinya tidak mungkin menerima tawaran dari Angga. Lelaki yang ternyata memiliki perasaan lebih padanya. Nakisya tau itu dari Weni, yang merupakan sahabatnya sekaligus pacar dari Rizky.


Ya, Weni yang mengetahui rahasia itu dari Rizky. Gadis yang ternyata sangat ember itu dengan sengaja malah memberitahukan kepada Nakisya. Gadis itu memang tidak menyalahkan lelaki itu, tapi dirinya kini mulai menjaga jarak, agar tidak terlalu jauh membuat lelaki itu sakit hati. Dan yang lebih Nakisya pikirkan sekarang, dirinya takut disangka memberikan harapan lebih terhadap lelaki itu.


"Non, montirnya akan lama untuk sampai kesini, katanya di bengkel sedang banyak kerjaan," tutur supir Nakisya yang seketika membuat gadis itu berdecak sebal.


Angga yang ternyata masih berada disitu, lelaki itu langsung tersenyum, "yaudah sih biar aku aja yang nganter kamu," ujarnya kembali menawarkan tumpangan.


"Udah Non terima aja, gak baik nolak bantuan," ucap supir itu yang berhasil membuat Nakisya goyah.


Nakisya sudah mulai merasa panas berada di situ, perutnya juga sudah mulai keroncongan karena tadi tidak sempat makan. Nakisya melirik kearah Angga yang sedang menunggu keputusannya. "Yaudah deh, orang cuma nerima bantuannya, bukan berarti ngasih harapan 'kan?" gumamnya dalam hati.


Setengah perjalanan hanya ada keheningan yang terjadi antara keduanya. Angga memilih diam karena lelaki itu sedang menahan getaran di hatinya yang semakin bertalu-talu. Sedangkan Nakisya gadis itu merasa tidak ada hal yang penting untuk dibicarakan. Sehingga keduanya hanya memilih diam menikmati perjalan yang menurut Angga sangat dekat dan sangat jauh menurut Nakisya.


Motor yang mereka tumpangi sudah memasuki kawasan rumah Nakisya. Pada akhirnya Angga mengeluarkan kalimat pertamanya. "Kok tumben calon suami kamu gak jemput?" tanyanya.


"Sedang sibuk," jawab Nakisya singkat.

__ADS_1


Angga mengangguk, kemudian menepikan motor sportnya di depan rumah Nakisya. Tidak ada lagi kalimat yang keluar dari mulutnya, saat Nakisya langsung turun dan memberikan helm kepada lelaki itu.


"Terima kasih buat tumpangannya. Mau mampir dulu gak?" tanyanya sekedar basa-basi, dalam hatinya berharap agar Angga tidak menerima tawarannya itu.


Angga mengulas senyum. "Aku langsung pulang aja, terima kasih juga atas tawarannya," ucap lelaki itu sambil menghidupkan kembali mesin motornya. Meskipun lelaki itu masih mengharapkan balasan cinta dari Nakisya, tapi dirinya cukup tau diri. Angga memasang headset dan memutar radio yang ada di ponselnya.


Aku tidak menyesali telah mencintaimu, dan aku akan ikhlas jika kamu bahagia dengan cinta yang lain. Namun izinkan aku untuk tetap menikmati cinta sepihak ini, meskipun rasanya sakit, tapi saat ini aku masih menikmatinya.


Sepanjang perjalanan dari rumah Nakisya, Angga terus mendengarkan bait lagu yang tidak dia ketahui judul dan penyanyi dari lagu itu, namun kata-katanya sangat pas dengan yang sedang dialaminya sekarang.


Nakisya terus melangkah menuju kamarnya yang berada di lantai atas. Pikiran gadis itu kembali teringat dengan ucapan Weni.


Jadi Angga itu udah naksir Elo sebelum lo jadian sama Kak Doni, dan setelah elo udahan sama mantan lo, Angga mau ngungkapin perasaannya, tapi kalah cepat sama calon suami lo.


Tidak sedikit yang mengejar cinta Angga, siapa sih yang gak suka dengan lelaki yang memiliki wajah tampan plus otak cerdas yang dimiliki lelaki itu. Mungkin hanya Nakisya, gadis yang sama sekali tidak melirik pemuda itu.



"Hallo," ucap gadis itu dengan suara yang terdengar malas.


"Kok kaya gak semangat gitu 'sih? Kenapa sayang?" tanya lelaki itu.


Nakisya menghela napas sebelum menjawab pertanyaan dari Aldi. Gadis itu langsung menjatuhkan tubuhnya diatas ranjang.


"Jadi gitu," ucapnya kemudian setelah menceritakan semua kejadian yang menimpanya.


"Kamu di antar sama Angga?" tanya Aldi dengan cepat, nada suaranya sedikit meninggi.


Nakisya menjauhkan ponsel itu dari telinganya, kemudian kembali menempelkan benda itu lagi ke telinganya. "Telinga aku sampe sakit, Abang," jawab gadis itu sambil memajukan bibir bagian bawahnya.


"Maaf," ucap Aldi dengan pelan.

__ADS_1


Nakisya menceritakan penyebabnya menerima tawaran dari Angga, sehingga Aldi hanya bisa membalas kalimatnya itu dengan kata 'iya, meskipun hembusan napas lelaki itu sampai terdengar ketelinga Nakisya, pertanda kalau lelaki itu sedang berada dalam suasana yang tidak baik.


"Tapi setelah tadi, kamu jangan dekat-dekat lagi sama dia 'ya," ujar lelaki itu setengah memerintah.


"Sayang, dia itu keliatan banget suka sama kamu, dan aku sangat gak rela," imbuhnya kemudian.


Entah kenapa, saat mendengar itu Nakisya sedikit mulai tidak nyaman dengan sifat cemburu yang gak jelas dari kekasihnya.


"Iya," ucap gadis itu dengan pelan.


Nakisya menyimpan ponselnya diatas bantal, "bahkan Bang Al juga sadar dengan gerak gerik Angga yang menyukai aku, terus kenapa selama ini aku gak peka," gumam gadis itu.


Mungkin aja kalau dulu Angga lebih dulu hadir sebelum Aldi, mungkin sekarang dirinya sudah menerima cinta lelaki yang menjadi idola para gadis itu. "Enggak!" kepala Nakisya menggeleng dengan cepat saat pikiran tentang Angga terlintas di kepalanya.


"Mendingan Bang Al kemana-mana dong, meskipun mesum dan sering gombal, tapi aku suka," gumamnya sangat pelan, sambil tersenyum membayangkan setiap kata-kata manis yang selalu terlontar dari mulut kekasihnya.


***


Keesokan harinya...


"Bang Al, aku beneran gak bisa," ujar gadis itu.


"Kamu jangan nyerah dong, ayo coba lagi," tutur lelaki itu memberi semangat.


"Pelan-pelan aja ya."


Aldi mengangguk sambil terus meyakinkan gadis yang sedang berada di hadapannya, tangannya langsung memegang sebelah pundak gadis itu. "Ayo dicoba lagi." Aldi mendekatkan tubuhnya ke tubuh gadis itu.


Bersambung...


Like + Koment, ya. Seperti biasa 😁🤗

__ADS_1


__ADS_2