
Ini masih adegan khusus buat yang sudah menikah ya, jadi bijaklah dalam membaca.
Hari ini cukup melelahkan untuk Aldi dan Nakisya. Tadi sepulang dari restoran, mereka pergi jalan-jalan, menyusuri setiap tempat yang pernah mereka datangi saat waktu masih pacaran dulu. Memang tidak banyak tempat yang keduanya kunjungi, tapi kondisi jalanan yang ternyata sangat macet membuat keduanya kelelahan.
Aldi sedang duduk selonjoran diatas sofa panjang yang ada di kamarnya. Sedangkan Nakisya lebih memilih duduk di lantai sambil melihat tayangan televisi dengan posisi punggung yang bersender ke kaki sofa yang sedang diduduki suaminya.
Waktu tadi keluar, Nakisya lupa tidak membawa ponselnya, jadi saat ini ia langsung mengecek ponselnya yang ternyata terdapat banyak notif dari teman kampusnya. Satu persatu Nakisya membuka pesannya. Mulutnya sesekali terbuka saat menerima suapan cemilan dari Aldi. Tiba-tiba suara peringatan dari ponselnya yang ternyata sudah lowbat membuatnya kesal. "Sayang suapin lagi," pintanya pada Aldi.
Merasa suaminya tetap diam, dengan mata yang masih fokus ke ponselnya, tangan Nakisya terulur kebelakang mencari keberadaan snack yang ada di pangkuan suaminya. Nakisya berhasil meraih isi snack itu. Ia kembali melanjutkan membaca pesannya. Tanpa menoleh karena matanya tertuju pada satu nomor yang belum ada namanya, tangannya kembali terulur kebelakang, meraba untuk menggapai snack lagi.
"Awww," Aldi meringis saat tangan istrinya tidak sengaja mengenai bagian pusakanya.
Nakisya yang juga kaget karena tangannya tidak sengaja menyentuh bagian penting suaminya, ia langsung menoleh kebelakang.
"Sayang, kamu mulai nakal ya," ucap Aldi yang langsung tersenyum menatap Nakisya dengan tatapan menggoda.
Nakisya mulai was-was dengan tatapan suaminya. "Sayang, aku gak sengaja. Maaf...," lirihnya sambil menampilkan deretan giginya.
Aldi yang hampir tertidur, kini matanya langsung terbuka lebar, saat senjatanya bereaksi karena ulah tangan Nakisya yang tidak sengaja memegangnya. "Kamu harus tanggung jawab saat membangunkan macan, berarti kamu harus siap untuk diterkamnya," ujar Aldi dengan suaranya yang mulai terdengar serak.
"Sa-sayang...," ucap Nakisya dengan pelan. Sayup-sayup sekali, bahkan Aldi hampir tidak dapat mendengarnya. Dia malu. Namun raga nya tidak bisa berbohong, kalu dia juga tiba-tiba menginginkannya.
Aldi tersenyum. Dengan gemas, Aldi mengangkat tubuh Nakisya ke pangkuannya mengecup leher jenjang milik istrinya, membuatnya menggelinjang kegelian. Apalagi saat dirinya menggigit pelan kulit lehernya, membuat Nakisya semakin merasakan gairahnya yang memuncak.
__ADS_1
Tangan Nakisya hanya bisa meremas kain sofa yang menjadi alasnya bercinta saat ini.
Nakisya terkesiap ketika bibir hangat Aldi menekan bibirnya. Ia bagaikan tersengat aliran listrik. Detak jantungnya mulai tak beraturan saat Aldi mulai memagut lembut bibirnya. Disela ciumannya yang romantis, Aldi mengambil lengan Nakisya, menyimpannya diatas pusakanya.
Nakisya yang mengerti, ia langsung menggenggam pusaka itu, membuat ciuman Aldi semakin liar. Lidah itu mulai menyerobot masuk, dan mulai menari indah didalam mulutnya. Tak ayal, suhu tubuh keduanya meningkat pesat, ada gejolak yang makin berkibar didalam sana.
"Abang..."
"Ya, Sayang. Sebut namaku."
Aldi langsung menghisap leher Nakisya, menambah daftar bercak merahnya yang masih terlihat jelas. Setelah itu dirinya berganti mencium basah leher Nakisya, semakin lama ciumannya semakin keatas, Aldi berganti meniup cupingnya. Dalam hitungan detik, dres yang digunakan Nakisya sudah berhasil dibukanya.
Dengan sengaja tangan Aldi langsung bergerak kebelakang tubuh Nakisya, mencari pengait bra warna merah yang digunakan oleh istrinya. Hanya dengan hitungan detik, benda itu langsung terjatuh, menampilkan apa yang selalu menjadi favoritnya.
Nakisya merintih, memekik tertahan saat tangan Aldi beralih menelusup kedalam penutup tubuhnya yang terakhir. Jarinya dengan sengaja dimainkan disana, membuat Nakisya menggigit bibir bawahnya, dengan matanya yang terlihat sayu seolah meminta Aldi untuk menghentikan siksaan nikmat itu.
"Abang... Cepat!" pintanya tanpa sadar. Wajahnya sudah memerah karena malu. Namun Nakisya tidak perduli, karena dirinya saat ini benar-benar sudah dibuat gila oleh suaminya.
Aldi tersenyum penuh kemenangan, tanpa membuang waktu, pria itu langsung membaringkan Nakisya, dan dirinya bergerak melepaskan semua pakaian yang digunakannya.
Aldi melayangkan kecupan di kening Nakisya. "Ternyata di sofa seru juga ya," bisik Aldi saat dirinya sudah selesai pelepasan.
Wajah Nakisya sudah merah padam, entah kenapa sampai saat ini ia masih saja merasa malu saat suaminya itu menatap bagian tubuhnya. Tangannya langsung bergerak mengambil pakaiannya. "Abang awas." Nakisya mendorong dada suaminya yang kembali akan menggodanya.
__ADS_1
"Udah!" imbuhnya kemudian sambil memakai pakaiannya.
Nakisya kembali teringat dengan nomor yang mengirimnya beberapa photo. Ia sudah membukanya, tapi belum sempat melihatnya. "Yah, mati," gumamnya saat melihat benda perseginya tidak lagi menyala.
"Sayang aku mandi duluan ya," ucap Aldi yang langsung melangkah setelah sempat melakukan sun pada telapak tangannya dan meniupkanya pada Nakisya.
Nakisya tertawa melihat kelakuan suaminya, ternyata cuma umur kamu aja yang tua, tapi kelakuan mu masih kayak bocah," gumamnya sambil mencharger ponselnya.
Nakisya menekan tombol power, berharap ponselnya itu sudah dapat menyala kembali. Dan ternyata memang sudah bisa. Ia segera membuka aplikasi berwarna hijau, karena masih penasaran dengan photo yang dikirimkan oleh nomor tanpa nama.
Mata Nakisya langsung membola, sebelah tangannya langsung menutup mulutnya yang tanpa sadar terbuka karena begitu shock melihat photo apa yang sekarang terpangpang jelas di layar ponselnya. Air bening langsung menetes dari matanya. Ingatannya langsung kembali saat Nakisya menyusul suaminya ke kantornya. Waktu itu memang kemeja Aldi terlihat berantakan bahkan semua kancingnya sudah terlepas.
Nakisya menggeleng, "enggak, ini pasti hanya jebakan. Bang Al gak mungkin kaya gitu." Nakisya masih menolak untuk mempercayai kebenaran photo itu. Kalau saja Nakisya mendapatkan photo itu sebelum dirinya menyerahkan mahkota nya kepada Aldi. Mungkin Nakisya akan langsung meninggalkan suaminya. Namun sekarang, setelah suaminya mendapatkan bagian yang paling berharga pada dirinya, Nakisya tidak akan percaya begitu saja, apalagi meninggalkan suaminya hanya karena sebuah photo yang belum jelas kebenarannya.
"Sayang, kamu kenapa?" tanya Aldi yang sudah selesai mandi.
Nakisya menatap suaminya, melihat sorot mata suaminya yang selalu terlihat jujur kepadanya, membuat Nakisya yakin kalau suaminya itu memang tidak bermain di belakangnya. Namun saat ia mengingat kembali masa lalu suaminya, tiba-tiba hatinya mulai goyah. "Aku harus menyelidiki ini terlebih dahulu," gumamnya dalam hati dengan bola mata yang mulai memanas.
Tanpa menjawab pertanyaan dari suaminya, Nakisya langsung berlalu menuju kamar mandi.
Aldi masih menatap heran kearah istrinya. "Dari tadi kamu aneh terus. Apa aku kurang membuatmu puas?"
Ngetiknya ngebut, tanpa penghayatan 😂😂 kalau ada typo kasih tau ya 😁
__ADS_1
Like + Koment ya 😍🤗