
Aldi yang benar-benar sudah tidak sabar ingin segera menyudahi acara yang menjadikannya sebagai tontonan semua orang yang ada di gedung ini, dengan suara yang lebih lantang menjawab kalimat ijab kabul yang keluar dari mulut Bagas. "Saya terima Nikah dan kawinnya, Nakisya Khanza Athayabina binti Bagas Pradipta Athayabina, dengan mas kawin tersebut dibayar.
"Saahhhhhh."
Bukan para saksi yang mengucapkan kata itu, melainkan Aldi sendirilah pelakunya. Sehingga suasana didalam gedung yang semula begitu hening, mendadak riuh karena sorak sorai dari para tamu.
"Ahahhaa. Dasar lu Al, parah banget sih!" ucap Vino yang kini memegang perutnya. Terlalu lama tertawa ternyata berhasil membuat perut pria itu menjadi sakit.
"Aldi serius dong!" tegur Rainald yang berada di samping lelaki itu.
Aldi yang kini wajahnya terlihat malu sekaligus kesal, lelaki itu berdecak, "kalian sih terlalu lambat, makanya aku inisiatif duluan," gerutu lelaki itu yang berhasil membuat petugas dari KUA menggelengkan kepalanya.
"Jadi gimana para saksi?" tanya penghulu kepada saksi, yang berasal dari pihak Nakisya dan pihak Aldi.
Riko yang merupakan saksi dari pihak Nakisya, pemuda itu terlihat tersenyum kearah Aldi. "Jelas tidak sah dong, masa dibayar saaahhh," cibir lelaki itu yang kembali mendapatkan gelak tawa dari para tamu.
Beruntung saat ini tamu yang hadir semuanya merupakan keluarga dari pihak Aldi dan pihak Nakisya. Bahkan wartawan tidak ada yang diperbolehkan untuk masuk ketempat itu.
Aldi berdecak sebal. "Awas aja lo!" gerutu lelaki itu sambil menatap tajam kearah Riko yang sedang menyunggingkan senyumannya.
Setelah ijab kabul itu kembali diulang, kini akhirnya sepasang kekasih itu telah resmi menjadi suami dan istri yang sah dimata agama maupun dimata hukum.
Aldi selaku suami, pria itu langsung membubuhkan tandatangannya diatas kedua buku yang bersampul berwarna merah dan hijau.
Perasaan Nakisya yang sempat deg-degan tidak karuan, kini berubah dengan perasaan senang yang menyelimuti dirinya. Gadis itu langsung menyalim lengan Aldi saat MC memerintahkannya.
"Aa, dicium dong istrinya," celetuk Naura tiba-tiba yang mendapat anggukan pertanda setuju dari semua orang.
Pipi Nakisya berubah merah saat Aldi kini menunduk dan mendekatkan wajahnya ke wajah Nakisya.
__ADS_1
"Cup."
Satu kecupan sudah mendarat dikening Nakisya. Meskipun itu bukan kecupan pertama yang dia dapatkan dari lelaki itu, tapi jika disaksikan di depan ratusan orang, tentu saja gadis itu merasa malu.
Sepasang pengantin itu kini melakukan sungkem, Aldi yang sudah sungkem kepada orangtua nya, pria itu langsung beralih pada orangtua dari Nakisya.
Bagas menepuk pelan punggung Aldi. "Sekarang tanggung jawab Nakisya sudah berpindah sama kamu. Ayah harap kamu dapat membahagiakan dan menyayanginya, melebihi sayang kamu terhadap diri kamu sendiri. Dan jika kamu sudah tidak dapat membahagiakannya, maka jangan buat dia menangis, tapi kamu kembalikan dia kepada Ayah, karena sampai kapanpun Ayah tidak akan rela kalau ada air mata kesedihan yang keluar dari matanya."
Setelah sesi yang mengharukan itu selesai, kini keduanya sudah berdiri didepan kursi pelaminan. Aldi dan Nakisya yang juga di dampingi oleh keluarganya, mereka terus menerima ucapan doa dan selamat dari para tamu yang terus bergantian bersalaman kepadanya.
"Selamat ya, Bro. Awas aja lo sampai nyakitin adik gue!" ucap Riko pada Aldi. Bukannya memberikan ucapan do'a, tapi lelaki itu malah memberikan peringatan kepada lelaki yang kini menjadi adik sepupunya.
Aldi yang tidak ingin merusak moment bahagianya, lelaki itu hanya mengangguk sambil memaksakan bibirnya untuk tersenyum. "Terima kasih Kakak," ucapnya.
"Lihat aja nanti kalau giliran elo yang nikah, gue balas lo!" gumam Aldi dalam hati.
Aldi berdecak malas, saat sang penata rias menariknya untuk berganti pakaian. Jika dihitung sekarang adalah pakaian ke empat yang akan digunakan oleh lelaki itu. Bukan apa-apa, masalahnya lelaki itu tidak tidur semalaman, dan tadi begitu banyaknya tamu yang datang, sehingga kini lelaki itu benar-benar lebih memilih untuk melambaikan tangan.
Sentuhan lembut dan senyuman yang begitu cantik yang terpancar dari wajah istrinya, ternyata langsung membuat lelaki itu berdiri dan menuju ruangan ganti.
Nakisya terpukau, saat melihat suaminya kini memakai setelan jas yang warnanya sama dengan gaun yang dikenakannya.
"Serius aku harus pakai ini?" tanya lelaki itu dengan raut wajahnya yang terlihat murung.
Nakisya tersenyum, perempuan itu baru ingat ternyata selama ini Aldi tidak pernah memakai pakaian yang berwarna pink, tapi sekalinya lelaki itu memakai malah saat acara resepsi pernikahannya sendiri. "Abang cute banget sih, gantengnya jadi nambah 'kan," ucap gadis itu dengan jujur.
Aldi menghela napas, lelaki itu ternyata malah mengira kalau saat ini Nakisya tengah meledeknya. "Sayang aku beneran gak percaya diri, ganti aja ya baju nya," ujar Aldi sambil menatap Nakisya dengan sorot mata yang terlihat memohon.
__ADS_1
"Ih, dibilangin ganteng juga. Ayo dong Bang, sekarang kan jam nya teman-teman aku dan teman Abang yang hadir." Nakisya langsung menggandeng mesra tangan Aldi, membuat lelaki itu hanya pasrah menurutinya.
Sepasang pengantin itu kembali menyambut kedatangan para tamu. Jika dihitung mungkin urutan tamu yang sekarang sudah berada di urutan ribuan.
Dengan hebohnya, Rani dan yang lainnya berdiri mengantri untuk mengucapkan selamat pada Nakisya.
"Kisya... Sayang. Selamat ya, semoga Kamu dan Bang Aldi jadi keluarga yang SAMAWA," tutur Rani yang langsung memeluk sahabatnya.
"Buruan woy! Yang dibelakang sudah pegel nih," ucap Rizky setengah berteriak kepada Rani.
Semua sahabat Nakisya sudah memberikan ucapan pada Nakisya dan Aldi. Dan kini saatnya moment yang ditunggu.
"Kalian barisnya yang bener dong, gue jadinya susah nih ngambil photonya," teriak Reza yang menawarkan dirinya menjadi fotografer dadakan." Ya lelaki itu memang mengambil jurusan fotografi jadi sekarang dirinya ingin mempraktekan ilmu yang sudah didapatkannya.
Rizky yang dari tadi posisinya paling sering dikomentari, akhirnya lelaki itu angkat bicara, "makanya mendingan elo disini aja, belum saatnya lo ujuk gigi buat pamer kemampuan lo yang ternyata belum ada apa-apanya," cibir lelaki itu.
"Lagian sudah ada orang yang lebih handal noh," imbuhnya kemudian sambil menunjuk kearah fotografi yang nampak sedang duduk istirahat.
Reza berdecak, "baco* mulu lo, mau diphoto kagak?" tanyanya kemudian.
Setelah beberapa jepretan, berhasil Reza dapatkan akhirnya sesi photo yang diwarnai dengan keributan itu selesai juga.
Angga yang dari tadi melamun, tiba-tiba pemuda itu terlonjak karena tangan seseorang menepuk pundaknya dengan keras.
Rizky tertawa saat melihat ekspresi dari sahabatnya itu. "Makanya jangan melamun aja dong," ujar lelaki itu.
"Mendingan lo sonoh minta photo bareng penganten, terus nanti upload di sosmed, pake caption datang ke nikahan mantan, biar viral lo. Kan lumayan nanti lo semakin terkenal," imbuh Rizky kemudian yang berhasil mendapat tatapan malas dari Angga.
"Viral apaan, jadian juga kagak," jawab Angga ketus.
__ADS_1
Bersambung dulu...