
Pagi ini Nakisya begitu buru-buru. Bahkan ia hanya memakan sarapannya sedikit.
"Nanti pulang kuliah jangan kemana-mana dulu, langsung pulang kerumah ini," ujar Bagas dengan tegas.
Nakisya mengangguk. Ia langsung menyalim tangan ayah dan ibunya bergantian. "Kisya berangkat dulu ya, udah mau telat ini."
Bagas menatap punggung putrinya. Lalu matanya tertuju pada kunci mobil yang terletak diatas meja makan. "Kisya! ini kunci mobil kamu tertinggal," teriak Bagas saat putrinya sedikit berlari ke arah luar.
Kisya memutar tubuhnya, "Kisya males bawa mobil. Mau naik taxi aja," jawab Nakisya yang kembali melangkahkan kakinya.
Bagas berdiri, hendak mengejar Nakisya. Namun tangan Widya langsung menahannya. "Udah, biarin aja," ucapannya membuat Bagas kembali mendudukan tubuhnya.
Nakisya sedikit berlari menuju arah gerbang rumahnya. "Maaf, Abang nungguin aku lama ya?" Nakisya menutup pintu mobilnya, menatap wajah suaminya yang hanya diam.
Mata Nakisya langsung tertuju pada suaminya. Sekuat tenaga dirinya menahan senyumnya yang hampir meledak. "Abang... Pakai kaos aku? Hahahaha." Nakisya tidak lagi dapat menahan tawanya. Ia begitu puas melihat penampilan suaminya yang saat ini memakai kaos berwarna pink dengan gambar hello kitty, yang nampak begitu kekecilan di tubuh suaminya.
"Abang seksi banget," imbuhnya kemudian, membuat Aldi merotasikan matanya.
"Udah salah pakai baju, terus pas turun dari pohon mangga kepleset, terus yang lebih apes, Abang diteriaki maling sama tetangga kamu," ujar Aldi dengan napas yang masih tersenggal.
Aldi memang hampir tertangkap basah sama tetangga Nakisya. Beruntung tetangganya itu masih ingat dengan wajah Aldi. Jadi dia bisa terlepas dari satpam komplek yang hampir membawanya ke pos jaga.
"Kasian banget sih suami aku," ucap Nakisya sambil menyentuk pipi suaminya.
Aldi mendengus. "Aku tuh suami kamu loh, masa mau ketemu istri aja susahnya pakai banget."
Aldi menggenggam tangan Nakisya yang masih berada di pipinya. "Pokoknya aku gak mau kaya semalam lagi. Aku mau bilang sama Ayah, buat kembali bawa kamu."
Nakisya menyunggingkan senyumnya. "Emang berani?"
Aldi menatap Nakisya dengan penuh keyakinan. "Berani," jawabnya cepat.
"Kalau gak di kasih izin?"
"Aku culik kamu."
__ADS_1
Mobil keduanya melesat membelah jalan raya. Aldi yang masih terlihat kesal karena Nakisya masih menertawakan penampilannya, membuat lelaki itu menghentikan kendaraannya. Aldi langsung membuka kaos sialannya. Beruntung kaca mobilnya tidak tembus pandang, jadi Aldi bisa dengan santai menjalankan kembali mobilnya walau hanya bertelanjang dada.
Seorang petugas kepolisian tiba-tiba menghadang mobil Aldi. sehingga dengan terpaksa ia mnginjak remnya. Sedangkan Nakisya segera menundukan tubuhnya untuk mengambil kaos yang tadi di jatuhkan oleh Aldi.
"Apes. Selamat dari satpam komplek, sekarang malah ketemu sama Pak Ladusing," gumamnya pelan.
Aldi membuka kacanya. "Ada yang bisa saya bantu?" tanya Aldi dengan malas. Matanya menangkap name tag yang tertera di seragam polisi itu. "Aldiano," gumam Aldi dalam hati. Sialan ternyata nama polisi itu mengikuti namanya.
Polisi itu sejenak menatap Aldi dan Nakisya yang masih menunduk dibawah kaki Aldi. "Kenapa Anda tidak memakai baju? Jangan-jangan kalian sudah melakukan hubungan terlarang!" tanya polisi itu dengan tegas.
Aldi yang memang sudah melakukannya dengan Nakisya, dengan wajah tanpa takut, ia tersenyum. "Kok Bapak tau, kalau kita habis..." Aldi melirik Nakisya dan mengedipkan sebelah matanya pada wanita itu.
Kepala polisi itu menggeleng, dengan jawaban jujur pria yang ada dihadapannya. "Jadi benar dugaan saya. Sekarang keluarkan SIM dan KTP kalian."
Aldi dan Nakisya kompak mengeluarkan KTP nya, dan langsung memberikannya kepada polisi itu.
"Sekarang kalian keluar," perintah polisi itu, yang langsung dituruti oleh Aldi dan Nakisya.
Aldi yang baru selesai memakai kembali kaos hello kitty milik Nakisya, pria itu berujar. "Ada apa sih, Pak? Pake nyuruh keluar segala? Istri saya mau ke kampus, dia hampir telat. Lagian SIM sama surat-surat juga komplit 'kan?" ujar Aldi yang mulai terlihat kesal.
Wajah polisi itu terlihat semakin tegas saat menatap Aldi. "Kalian harus ikut saya ke kantor polisi. Karena sudah melakukan hubungan di luar pernikahan." Polisi itu langsung memberikan kode kepada beberapa temannya, supaya datang menghampirinya.
"Mereka melakukan hubungan diluar pernikahan, dan sepertinya mereka juga melakukannya di dalam mobil sambil menyetir. Bukannya itu bisa membahayakan keselamatan." jawab polisi yang bernama Aldiano.
Beberapa orang polisi langsung menatap sinis pada Aldi. "Kalian harus ikut kami untuk memberikan keterangan di kantor polisi."
Aldi mengusap wajahnya kasar. "Astagfirullah, kita ini suami istri loh Pak." Aldi nampak tidak terima kalau dirinya dituduh melakukan hubungan diluar pernikahan.
"Tapi di KTP kalian tertera, kalau status kalian masih lajang," ucap polisi yang bernama Aldiano. Entah kenapa polisi yang satu itu terlihat begitu geram dengan Aldi. Mungkin karena namanya sama dengan Aldi.
Nakisya yang dari tadi diam, akhirnya wanita itu mengeluarkan kalimatnya. "Kita memang sudah nikah, Bapak-bapak polisi. Hanya saja kita belum sempat mengganti KTP kita. Kalau bapak tidak percaya saya ada foto nikahan nya." Nakisya langsung melangkah kearah mobil, dirinya hendak mengambil ponselnya.
"Mana saya mau lihat buktinya?" tanya Aldiano pada Nakisya yang baru saja kembali ke hadapannya. Kali ini polisi itu bertanya dengan volume suaranya yang berubah lembut, membuat Aldi merotasikan matanya.
"Saya lupa, ponsel saya disita sama ayah saya," jawab Nakisya dengan pelan.
__ADS_1
Aldi menepuk keningnya, pasalnya dirinya juga lupa tidak membawa ponsel karena semalam dirinya terlalu buru-buru ingin bertemu dengan Nakisya.
"Tapi kita pakai cincin nikahan," ucap Nakisya kemudian membuat Aldi tersenyum kearah istrinya.
"Siapa pun bisa kalau mau pakai cincin. Saya juga pakai, padahal saya masih jomblo," tutur polisi yang bernama Aldiano.
"Jomblo aja bangga," celetuk Aldi yang sudah geram dengan polisi yang terlihat semakin genit kepada istrinya.
Aldiano berdehem. "Sudah kalian jangan ngasih alasan lagi. Sekarang ikut saya ke kantor polisi."
***
Widya terus berjalan menuju ruangan anak dan menantunya berada. Tadi setelah salah satu petugas kepolisian menghubunginya, wanita itu langsung meluncur.
Arya yang juga baru datang, pria itu memanggil Widya. "Bu Widya, sudah ketemu sama mereka?" tanyanya yang terlihat kesal, karena ia harus rela meninggalkan meeting pentingnya gara-gara sang anak yang lagi-lagi membuat ulah.
"Sebenarnya ada apa ini?" tanya Arya yang saat ini sudah berada di ruangan pemeriksaan.
"Terus kamu apa-apaan pakai baju kaya gitu?" tanya Arya kemudian saat melihat penampilan putranya yang begitu terlihat konyol.
Aldi menghela napasnya. "Kalau ini ceritanya panjang, sekarang Papa tolong jelaskan sama mereka kalau Aldi dan Kisya udah nikah."
***
Setelah masalah di kantor polisi sudah selesai. Kini mereka langsung menuju kerumah keluarga Nakisya.
Arya sama sekali tidak marah dengan Aldi, yang ada ia terus tertawa setelah mengetahui cerita yang menimpa anaknya.
Bagas yang baru datang karena Widya memberitahukan masalah yang menimpa anaknya. Pria itu langsung duduk setelah sempat menyalim tangan Arya. "Bunda udah denger gosip di komplek ini belum? tentang Presdir yang dituduh maling." tanyanya pada Widya yang berada disampingnya.
Semua orang terkecuali Aldi langsung menoleh, karena penasaran dengan kalimat yang akan terucap dari mulut Bagas.
Widya yang nampak paling antusias, wanita itu lebih dulu berujar, "siapa, Yah?"
Herman Aku. Kenapa sih, semua pada jahara sama Bang Al? 🙄🙄
__ADS_1
Like + Koment + Vote pakai point/ koint + Rate bintang 5
Nuhuunn...