Aku Hanya Mencintaimu

Aku Hanya Mencintaimu
Bonus Chapter 2


__ADS_3

Sepertinya itu bukan pertanyaan, karena tanpa menunggu jawaban, Aldi langsung menarik tubuh Nakisya. Memeluk tubuh wanita yang sekarang berada diatas tubuhnya. Bibir keduanya sudah saling menempel. Aldi menggigit kecil bibir Nakisya, membuat wanita itu membuka mulutnya.


Dengan pelan Aldi melum4t bibir Nakisya, menyesap bibir yang menurut Aldi selalu terasa manis. Aldi membalik kan posisi tubuhnya, sekarang Nakisya berada dibawahnga. Aldi menahan tubuhnya dengan tangannya, supaya tidak menimpa tubuh istrinya. Bibir itu masih saling memagut. Sebelah tangan Aldi sudah bergriliya ke setiap arah, menyentuh setiap bagian sensitif Nakisya. Nakisya mulai terhanyut dalam sentuhan Aldi yang selalu berhasil menstimulasi tubuhnya.


Aldi yang beberapa hari sudah sabar menahan hasratnya, kini tidak dapat lagi menahan belutnya yang sudah meronta ingin terlepas dari kurungnya. Dengan hitungan detik, kurung itu sudah terbuka, membuat belutnya berdiri tegak, menghirup udara bebas dan bersiap untuk masuk ke lubangnya. "Boleh ya?" tanya Aldi dengan suara serak menahan hasrat.


Nakisya mengangguk pasrah, dia juga menginginkannya. "Tapi pelan."


Aldi tersenyum, tangannya memegang kain tipis yang menjadi penutup lubang itu.


Ting... tong... ting... tong...


"Udah, biarin ajalah," ucap Aldi membiarkan bel itu terus berbunyi.


Nakisya mempertahankan celananya, "itu Kak Vino kayaknya. Udah sana bukain pintu, kasian dia nungguin."


Aldi menghembuskan nafasnya kasar. "Arghhh... Dasar peganggu," gerutunya sambil kembali memakai pakaiannya.

__ADS_1


Nakisya terkekeh, "Abang kenapa gak pakai celana dalam, itunya kelihatan," celetuknya yang tidak di tanggapi Aldi.


Sambil terus menggerutu, Aldi melangkah menuju pintu, sampai dia tidak sadar, kalau belutnya masih berdiri tegak bahkan mengalahkan tegaknya tihang bendera.


"Mana pesenan gue?" tanyanya tanpa mempersilahkan Vino untuk masuk terlebih dulu.


Vino merotasikan matanya, "seenggaknya lo biarin gue masuk dulu kek. Bukan malah nodongin senjata kayak gitu," ujarnya saat melihat ke bagian celana Aldi.


Aldi menunduk, mengikuti tatapan Vino, "sial, ternyata masih berdiri aja, malu-maluin gue didepan Si lucknut," gumamnya dalam hati. Sambil menahan rasa malunya, Aldi meninggalkan Vino, membuat pria itu langsung masuk mengikuti Aldi.


"Hai Teh Kisya, setelah hamil makin cantik aja sih," ucap Vino saat melihat Nakisya melangkah kearahnya.


Vino tidak memperdulikan Aldi, karena sebenarnya dia memang sengaja menggoda Nakisya biar Aldi kesal. "Ini pesenan kamu. Seneng bisa beliin ini buat kamu," imbuhnya kemudian sambil menyodorkan satu kantung kresek kecil berisikan cup kelapa muda.


Dengan cepat Aldi menyambar kantung kresek itu. "Siapa suruh lo belinya kayak gini? Gue maunya kelapa muda yang masih utuh."


Vino melongo, "gue?" tanyanya.

__ADS_1


"Iya. Bang Al yang ngidam, bukan aku," jawab Nakisya.


Vino kembali melirik Aldi, "kalau tau lo yang pengen, males gue belinya," jawab Vino mendudukan tubuhnya diatas sofa.


Aldi menyerahkan kembali kantung kresek itu, "gue gak mau tau, sekarang lo beliin gue kelapa muda yang masih utuh, tapi didalam kelapanya harus sudah ada es batunya."


Vino beberapa kali mengerjap, "berarti harus dibuka dulu dong, buat masukin es batunya?" tanyanya takut salah, ia gak mau terus bolak balik.


"Lo gak denger apa, gue bilang yang masih utuh, alias jangan di buka. Jadi ipar kok ogeb!" sentak Aldi yang mulai terlihat kesal.


Vino melirik Nakisya, meminta jawaban atas semua kebingungannya. Namun sialnya, Nakisya malah mengangkat kedua bahunya.


Vino kembali melirik sinis pada Aldi. "Emangnya ada, kelapa muda yang didalamnya sudah ada es batunya?"


Aldi tidak menanggapi pertanyaan Vino, ia kembali melangkah kearah tangga. "Gue gak perduli ada atau gak ada, yang jelas lo harus dapatkan apa yang gue mau."


Nakisya menatap Vino dengan wajah bersalah, "maafin Bang Al ya, gapapa pura-pura cari aja meskipun mustahil, soalnya gak bakalan ada. Nanti Bang Al juga lupa sama permintaannya."

__ADS_1


Kata siapa? Pokoknya lo harus dapat, kalau enggak gue gak mau kerjasama sama lo lagi," ujar Aldi. Ternyata pria itu masih ada diujung tangga dan mendengar semua yang dibicarakan Vino dan Nakisya.


Bang Al kalau ngidam kok nyebelin sih??🙄😏


__ADS_2