Aku Hanya Mencintaimu

Aku Hanya Mencintaimu
Pasar Malam


__ADS_3

Tadi pagi, Aldi memang mengajak Nakisya, tapi maksud lelaki itu, mengajak ke sebuah tempat yang biasa di datangi pasangan muda pada umumnya, seperti bioskop misalnya, tapi saat itu Nakisya menolak dengan alasan masih cape. Aldi yang tidak mau memaksa, lelaki itu hanya mengangguk saat Nakisa mengusulkan untuk jalan-jalan pada sore hari saja. Sehingga sore harinya gadis itu menagih tawaran dari Aldi.


Dan disinilah mereka sekarang, di tempat pasar malam yang terletak tidak jauh dari komplek rumah Nakisya. Aldi sempat tidak nyaman berada di sini. Apa kata orang, seorang Aldiano Bima Saputra yang menjabat sebagai presiden direktur di salah satu perusahaan terbesar di Indonesia, sedang menginjakan kaki nya di pasar malam. Namun semua ini Aldi lakukan demi seorang gadis yang begitu dia cintai, Nakisya.


"Udah sih, gausah pakai masker, kan udah gak ada ini covid nya juga," tutur Naura yang merasa risih karena Aldi terus memperbaiki masker nya yang terus naik turun hampir menutupi mata lelaki itu.


"Jaga-jaga itu harus, sayang," ucap lelaki itu sambil tersenyum kearah Nakisya, meskipun percuma, karena senyuman manisnya tidak dapat terlihat karena terhalang kain masker.


Nakisya berdecak, "bilang aja kalau Abang malu 'kan? Gara-gara maen kesini, apa jangan-jangan Abang malu karena jalan sama anak kecil kaya aku?" tanya gadis itu dengan kesal.


Aldi langsung membuka masker nya, lelaki itu tidak mau kalau Nakisya semakin berpikiran yang tidak-tidak. "Nih aku buka," ucap lelaki itu dengan datar.


Nakisya terkikik. "Nah, gitu kan keliatan gantengnya," tutur gadis itu sambil menarik turunkan kedua alis matanya.


Aldi yang baru pertama kali mendapat pujian dari kekasihnya, sontak tangannya langsung memegang kedua pundak gadis itu, "kamu bisa gak, sehari aja gak cantik," ucap lelaki itu yang berhasil membuat Nakisya tersipu malu.


"Apasih!" Nakisya langsung berlalu meninggalkan lelaki yang masih tersenyum kearahnya. Gadis itu terus melihat-lihat permainan apa aja yang ada disana, kemudian matanya tertuju pada satu mainan yang sedang diminati banyak orang. "Ayo, aku mau naik itu," imbuhnya kemudian sambil menunjuk kearah kincir raksasa atau yang sering disebut biang lala.


Aldi memerhatikan permainan yang ditunjuk Nakisya, "kamu seriusan mau naik itu? bukannya itu wahana buat anak kecil 'ya?


"Ih kata siapa, lihat tuh banyak juga orang dewasa yang naik," jawab gadis itu yang mulai tidak sabar ingin segera naik.


Aldi menghela napas, tidak ada hal lain yang bisa dia lakukan saat ini, selain mengangguk dan mengikuti gadis itu yang sedang menuju kearah petugas untuk memesan karcis.


Nakisya tersenyum kearah petugas karcis. "Karcis nya dua ya, Mba," ucapnya kepada dua orang perempuan yang usianya kira-kira tidak beda jauh dari usia Aldi.


Lelaki itu yang bayar," imbuhnya kemudian sambil mengarahkan telunjuknya kearah Aldi.

__ADS_1


Aldi langsung mempercepat langkahnya, saat Nakisya sudah masuk ke antrian untuk masuk ke benda yang berbentuk sangkar burung versi raksasa.


"Maaf, Mas harus bayar dulu," ucap perempuan yang tadi memberikan karcis pada Nakisya.


Aldi melirik kearah Nakisya yang sedang menjulurkan lidah dengan tangan yang mengangkat dua karcis.


"Semuanya empat puluh ribu, tapi kalau buat Mas ganteng tiga puluh ribu aja," ucap petugas itu sambil tersenyum genit kearah Aldi.


Nakisya yang sudah tidak sabar menunggu Aldi, gadis itu kembali menyusul kekasihnya.


"Mas nya baik banget, mau nganterin adiknya main kesini," ucap petugas karcis itu kemudian, yang berhasil terdengar oleh telinga Nakisya.


Nakisya yang mendengar itu menghembuskan napasnya kasar, matanya langsung tertuju pada Aldi yang kini sedang berusaha mengulum senyumnya.


Aldi memberikan selembar uang seratus ribu. "Soalnya kalau gak diturutin, dia suka ngambek," jawab Aldi yang berhasil membuat Nakisya menajamkan matanya.


Nakisya yang tengah kesal dengan jawaban Aldi, gadis itu langsung menarik lengan kekasihnya. "Abang, ayo!"


"Terima kasih ya Dek. Besok kesini lagi, jangan lupa Kakak nya diajak," ucap petugas itu yang kini saling berbisik dengan perempuan satunya lagi, entah apa yang kedua petugas itu bicarakan, yang pasti mereka terlihat begitu heboh dengan pandangan yang masih tertuju kepada Aldi.


Nakisya sudah masuk kedalam kincir raksasa yang disebut biang lala itu, "tega banget sih Abang, masa kamu ngeiyain kalau aku adik kamu," gerutu gadis itu sambil melipat kedua lengannya di atas dada.


Aldi yang juga sudah duduk di kursi yang ada di hadapan gadis itu, lelaki itu terkikik sambil melihat layar ponselnya. "Makin gemesin deh kalau lagi ngambek kaya gini," ucapnya sambil memperlihatkan ponselnya yang ternyata menunjukan photo Nakisya yang baru saja diambilnya.


"Ih, Abaaang!" rengek gadis itu yang semakin kesal dengan kelakuan kekasihnya.


Aldi kembali membuka kamera di ponselnya, dengan cepat lelaki itu mengambil potret Nakisya. "Apa, Sayang?" ucapnya sambil tersenyum setelah kembali berhasil mendapatkan gambar pose sang kekasih yang menurutnya semakin terlihat menggemaskan.

__ADS_1


Oke, jadi hobby Aldi yang sekarang ialah selalu membuat kekasihnya kesal, karena lelaki itu sangat menyukai ekspresi yang ditunjukan oleh gadis itu. Emang benar-benar menyebalkan dasar, tapi Author suka, eh.. (abaikan)


"Tau ah, nyesel aku ajak kamu kesini!"


Aldi menyimpan ponselnya kedalam saku jaket yang dikenakannya. Diraihnya kedua tangan gadis yang sedang duduk dihadapannya itu dan menempelkan punggung tangan itu ke bibir milik nya.


"Cup," satu kecupan berhasil mendarat di punggung tangan Nakisya.


Aldi menatap teduh sorot mata Nakisya yang masih memancarkan kekesalan. "Abang gak bilang kalau kamu adik abang," ucap lelaki itu.


"Tapi Abang tadi diam aja, saat mereka mengira kalau aku ini hanya adik kamu," ujar gadis itu.


Posisi sepasang kekasih itu kini berada paling atas, sehingga keduanya bisa melihat keadaan di bawah yang begitu padat dengan pengunjung lain.


Aldi menarik napasnya. "Aku hanya mencintaimu, Nakisya." Teriak Aldi yang mungkin dapat terdengar oleh orang lain, karena sekarang tak sedikit pengunjung yang mendongak kearahnya.


Refleks lengan Nakisya langsung menutup mulut Aldi. "Jangan teriak kaya gitu, malu tau!"


Aldi tidak perduli dengan larangan gadis itu, setelah telapak tangannya berhasil menggenggam kedua tangan Nakisya, lelaki itu hendak kembali berteriak. Namun posisi kincirnya yang sudah berada di bawah membuat lelaki itu mengurungkan niatnya.


Aldi langsung keluar dari permainan itu, tangannya masih terus menggenggam tangan gadis itu. Kini keduanya melangkah menuju kearah petugas karcis tadi. Dengan sengaja Aldi mencium bibir Nakisya tepat dihadapan kedua perempuan itu.


Nakisya yang kaget dengan perlakuan kekasihnya, gadis itu membulatkan matanya. "Abang ih!"


"Apa ada, adik kakak yang semesra ini, sayang," ujar lelaki itu dengan sedikit mengeraskan suaranya, membuat kedua petugas karcis itu diam mematung dengan mulut yang terbuka lebar.


"Bersambung..."

__ADS_1


Kayaknya kelamaan kalau nungguin waktu sebulan buat bikin mereka kiwin, gimana kalau besok aja? 😁😅


Tapi Like + Koment dulu dong 🙏🤗


__ADS_2