Aku Hanya Mencintaimu

Aku Hanya Mencintaimu
Angel


__ADS_3

Nakisya sudah kembali dari ruang makan, gadis itu langsung menemui Aldi yang masih duduk dengan photo album yang ada di tangannya.


Lelaki itu mendongak, tersenyum kearah Nakisya, "ini pasti kamu waktu lagi kecil ya?" tanya lelaki itu, dengan telunjuk yang mengarah pada photo anak perempuan kira-kira umur empat tahun dengan rambut yang di kuncir dua. Anak kecil itu sedang memegang eskrim dan mulutnya yang terlihat begitu belepotan.


Nakisya langsung menyambar album itu, "ih gak boleh di liat, itu bukan aku kok," sangkal gadis itu, karena merasa malu.


Aldi memicingkan matanya, " masa sih? Aku kira itu kamu, soalnya lucu banget. Sama lagi imutnya kaya sekarang," ujar lelaki itu.


"Bukan," Nakisya tetap keukeuh tidak mengakuinya.


"Oh iya, tadi juga aku lihat ada photo anak cowok, siapa dia?" tanya Aldi kemudian.


Nakisya terlihat mengingat isi yang ada di album itu, "itu Kak Riko," jawab gadis itu, seingatnya tidak ada photo lain selain keluarganya, dan Riko hanya satu-satunya yang ada disitu.


Aldi mengangguk, "pantesan, ternyata dari kecil wajah dia emang udah keliatan ya."


Nakisya mengerutkan keningnya, "keliatan apa?" tanya Nakisya dengan datar.


"Ngeselin."


Keduanya langsung tertawa. Nakisya yang lebih dulu menghentikan tawanya, gadis itu menatap Aldi, "udah ah jangan gitu, dia itu Kakak aku, dia selalu ngejagain aku, pokoknya dia baik banget. Bang Al harus hormat, soalnya dia juga bakalan jadi Kakak nya Bang Al."


Aldi memalingkan wajahnya, diam-diam bibirnya ditekuk kebawah, "males banget hormat sama dia, bisa makin besar kepala tuh orang," gumamnya dengan pelan.


"Oh iya, sebenarnya aku udah ada desainer rekomendasi sahabat aku, buat perancang gaun pernikahan kita," ucap Nakisya sambil memasukan ponselnya kedalam tas selempang yang akan dipakainya.


Sejenak Aldi nampak diam, "tapi Abang udah bikin janji sama orangnya, dia itu ibunya pacar Riko," ucap lelaki itu.


"Nakisya menghela napas, "yaudah deh gapapa, aku ikut sama pilihan Abang aja," ucap gadis itu yang langsung berdiri kearah tangga.


"Mau kemana?" tanya Aldi yang heran melihat kekasihnya.


Nakisya memutar tubuhnya, "mau ganti baju dulu," jawabnya yang kembali hendak melangkah.


"Gak usah, udah gitu aja."

__ADS_1


"Masa aku pakai pakaian kaya gini. Ganti bajunya cepet kok, tunggu bentar ya."


Aldi langsung berdiri, melangkah mendekat kearah gadis itu. "Udah gak usah ganti baju, Sayang. Gini aja udah cantik banget, aku gak mau nanti ada cowok yang suka sama kamu."


Nakisya menghela napas, "emang kamu gak akan malu bawa aku dengan pakaian rumahan kaya gini," tanya gadis itu dengan sorot mata yang terlihat mencari jawaban dari sorot mata kekasihnya.


"Kenapa harus malu. Ayo," ajak lelaki itu sambil menggenggam tangan Nakisya.


Setelah keduanya pamit pada kedua orangtua Nakisya. Aldi langsung menjalankan mobilnya, dengan Nakisya yang duduk disampingnya.


Hanya memerlukan waktu tiga puluh lima menit, mobil yang mereka tumpangi sudah sampai di depan alamat tujuan yang tadi di kirimkan Nakisya.


"Ini tempatnya, Bang?" tanya Nakisya yang terlihat kagum dengan butik besar dengan baju yang berjajar didalamnya.


"Kayaknya bakalan mahal banget kalau pesan disini, kita ke tempat yang di rekomendasikan sahabat aku aja yu," imbuh gadis itu kemudian.


"Tenang, calon suami kamu ini masih mampu buat bayar kok." Aldi tersenyum dengan sebelah mata yang mengedip ke arah Nakisya.


"Sombong!"


"Nakisya diam-diam memerhatikan kekasihnya, hatinya sedikit menggerutu karena kekasihnya itu terus saja melihat kearah wanita lain.


Seorang wanita langsung datang menyambut Aldi, "ini kakaknya Naura ya? Selamat datang di butik kami, mari silakan kita ngobrol di dalam," ucap wanita itu dengan ramah.


"Iya, Tante," jawab Aldi dengan ramah. Lelaki itu mulai risih saat wanita yang dia sudah ketahui bernama Angel itu terus menatap kearahnya dengan tatapan yang membuat Aldi merinding.


Nakisya yang melihat gelagat Aldi, gadis itu semakin curiga dengan kekasihnya, "apa mungkin wanita itu salah satu mantannya Bang Al?" gumam gadis itu.


"Jadi mau model yang kaya gimana buat gaun yang akan kalian pakai," tanya wanita yang merupakan desainer sekaligus pemilik butiknya.


Aldi melirik Nakisya, "mau yang gimana, Yang?" Aldi melemparkan pertanyaannya.


"Terserah kamu aja," jawab gadis itu dengan datar.


Aldi mengerutkan keningnya, merasa aneh dengan sikap Nakisya. Karena merasa malu kalau sampai adu mulut di depan orang lain, akhirnya Aldi memutuskan sendiri. "Pokoknya saya mau gaun yang nanti di pakai calon istri saya itu terlihat istimewa dan mewah, gak usah berlebihan, yang penting saat memakainya Kisya nyaman. Saya cuma mau satu gaun, untuk warnanya di sesuaikan saja dengan usia Kisya yang masih muda, biar saya ikut kebawa terlihat muda," ujar Aldi setengah becanda.

__ADS_1


"Kok cuma satu?" tanya Nakisya yang akhirnya mengeluarkan protesnya.


"Biar gak terlalu ngebuang waktu buat ganti, aku kan udah pengen cepat-cepat," bisik lelaki itu tepat di samping telinga Nakisya.


Nakisya mendelik sebal, menatap lelaki yang sedang tersenyum menyeringai. "Bilang aja gak mampu bayar," cibirnya dengan suara pelan.


"Emang kamu mau berapa gaun, Yang?" tanya Aldi kemudian, kali ini lelaki itu tidak lagi berbisik.


Nakisya terlihat berpikir, gadis itu tersenyum ke arah pemilik butik, "aku mau empat gaun, dengan satu kebaya buat akad, model kebayanya yang seperti ini," ucap gadis itu sambil menunjuk gambar yang ada di buku sample.


Pada akhirnya Nakisya menyebutkan semua keinginanya untuk gaun yang dia inginkan. Setelah melakukan kesepakatan, Aldi dan Nakisya langsung menjabat tangan pemilik butik itu. Bahkan Aldi langsung mentransfer uang untuk membayar pakaian yang sama sekali belum dibuat.


Keduanya langsung melangkah keluar, namun tiba-tiba perempuan yang bernama Angel menghadang langkah Aldi. Aldi berusaha menghindar dari perempuan jadi-jadian itu, namun ternyata benar, tenaga Angel begitu kuat saat menahan tangan Aldi.


"You ganteng banget sih, sayangnya Naura udah nagncem eike duluan supaya jangan godain you," bisik Angel tepat di samping telinga Aldi.


Aldi langsung merinding, saat Angel si wanita jadi-jadian itu dengan sengaja menggesekan tubuhnya kebagian punggung Aldi.


Nakisya yang tidak mendengar perkataan Angel, gadis itu dengan kesal menghentak kan kakinya dan langsung pergi dari tempat itu.


Setelah berhasil terlepas dari Angel, dengan cepat Aldi menarik lengan Nakisya, sehingga gadis itu menghentikan langkahnya. "Sayang, kamu kenapa?" tanya Aldi dengan polos.


Nakisya menatap tajam kearah Aldi. "Sekarang aku ngerti, kenapa kamu ngotot pilih desainer yang ada di butik ini, rupanya kamu ada tujuan lain ya?"


"Maksud kamu apa?" tanya Aldi dengan lirih.


"Wanita tadi mantan kamu kan? makanya kalian bisa sedekat itu, sampai bisik-bisik segala!"


-


-


Haha, Bang Al di kira punya mantan macam Angel.


Like + Koment ya 🙏🙏

__ADS_1


Hatur nuhun 😍🤗


__ADS_2