AKU YANG KAU SAKITI

AKU YANG KAU SAKITI
Ziva di operasi


__ADS_3

Sampai di ruang tamu Raya melihat Ziva sedang tertidur. 'Syukurlah, anak itu sedang tidur. Mas Angga kenapa belum pulang ya? katanya cuma ngga lama!' batin Raya.


Entah mengapa Raya tidak menyukai anak tirinya itu, tingkah lucu Ziva yang selalu diceritakan Angga kepadanya membuat Raya semakin muak dengan anak kecil itu.


Raya pun menuju meja makan karena perutnya sudah keroncongan ingin makan siang. Selesai makan terdengar bunyi mobil yang masuk ke garasi. 'Ah, sepertinya itu suara mobil mas Angga. Asyik! Waktunya jalan-jalan and shopping.' Ucap Raya dalam hati dengan senang. Raya pun masuk ke dalam rumah.


"Ziva, papa sudah pulang!" Ucap Angga saat memasuki rumah.


'Huh, baru nyampe rumah bukan isteri yang dicari tapi tuyul kecil itu!' sungut Raya dalam hati.


"Oh, anak papa kok tiduran di sini bukan di kamar sih?!" Ucap Angga sambil berjalan ke arah Ziva yang berada di kursi ruang tamu.


"Mas..." Ucap Raya menghampiri Angga lalu mencium tangan suaminya.


"Wah, sudah cantik aja kamu sayang." Ucap Angga sambil mengecup kepala Dona.


"Iya dong. Kita jadi kan jalan-jalan ke mall?" Tanya Raya.


"Ya jadilah sayang. Aku sampai buru-buru menyelesaikan pekerjaan ku dan langsung datang kemari demi kalian."


'Kalian? Oh aku sama tuyul kecil itu maksudnya ya.' batin Raya sedikit kurang senang karena merasa perhatian suaminya terbagi.


"Sudah lama Ziva tertidur? Kok ngga di bawa ke kamar sih sayang?" Tanya Angga.


"Aku kan lagi hamil Mas, jadi ngga boleh angkat-angkat berat dong. Kalau aku angkat Ziva nanti kalau terjadi apa-apa sama anak kita gimana? Tadi setelah jatuh, Ziva menangis sampai tertidur di kursi." Ucap Raya dengan entengnya.


"Jatuh? Jatuh dimana?" Ucap Angga mulai khawatir dan menghampiri Ziva.

__ADS_1


"Ziva.... Ziva bangun sayang. Papa sudah pulang. Ayo bangun, katanya mau jalan-jalan sama papa!" Angga mencoba membangunkan Ziva sambil meyingkap rambut Ziva yang menutupi sebagian wajahnya.


Angga sangat terkejut melihat kepala Ziva yang berdarah, dan yang paling membuat Angga ketakutan adalah dia melihat ada darah keluar dari telinga Ziva. Angga mencoba membangunkan Ziva, tapi Ziva tidak mau bangun.


"Apa yang terjadi pada Ziva, Raya? Apa yang kau lakukan pada anakku?!" Teriak Angga dengan marah sambil memeluk Ziva.


"A,aku tidak melakukan apa-apa pada Ziva Mas. Tadi Tiba-tiba saja Ziva jatuh dari jendela saat mengambil balon gasnya yang terbang saat aku ke kamar mandi. Tapi dia tidak apa-apa kok Mas. Tadi dia menangis dan bahkan menyuruhku menelepon mamanya." Ucap Raya mulai merasa ketakutan, tapi Raya belum mengerti dengan kondisi Ziva saat ini yang kritis.


"Apa kamu bilang? Ziva jatuh dari jendela kamar kita?!" Ucap Angga terkejut sambil meremas rambutnya yang cepak.


Angga langsung menggendong Ziva dan membawanya ke mobil. Angga lalu menidurkan Ziva dengan hati-hati di kursi tengah mobilnya. Wajahnya pucat. Entah apa yang dirasakan Angga. Yang pasti saat ini Angga begitu takut dan khawatir dengan keadaan putrinya.


Angga lalu melajukan mobilnya menuju rumah sakit, di samping kemudinya ada Raya yang mengikuti Angga saat masuk ke dalam mobil tadi.


"Apakah kamu bodoh Raya?! Anak kecil seperti Ziva jatuh dari jendela lantai dua. Apakah kamu tidak berpikir kalau ini masalah yang sangat serius?! Kamu tidak lihat betapa tingginya kamar kita?! Saat ini Ziva dalam bahaya! Kenapa kamu tidak meneleponku Raya? Memangnya dimana Bi Nur?" Bentak Angga pada Raya.


"A, aku tidak tahu kalau kondisi Ziva akan seperti ini Mas. Tadi Ziva baik-baik saja. Saat jatuh Veren masih berbicara denganku, Ia hanya mengeluh sakit kepala dan menyuruhku menelepon mamanya. Dia menangis sampai tertidur. Tadi Bi Nur minta izin pulang mengantarkan cucunya yang sakit ke klinik. Aku juga sudah mencoba menghubungimu, tapi ponselmu ketinggalan di meja makan tadi." Ucap Raya sambil menyerahkan ponsel Angga.


"Tapi, bukankah kamu bisa menghubungi Reyna dari ponselku?! Kenapa juga kamu tidak menghubungi Fani atau siapapun untuk meminta bantuan?!" Ucap Angga masih dengan emosi sambil sesekali melirik ke kaca spion melihat keadaan Ziva yang masih tidak bergerak.


"Kapan kejadian saat Ziva jatuh dari jendela?" Tanya Angga lagi.


"Hmmm kejadiannya tadi Mas."


"Iya Raya...aku tahu kejadiannya tadi! Maksudku jam berapa kejadian saat Ziva jatuh tadi?" Tanya Angga dengan geram pada Raya, hampir kehilangan kesabarannya.


"Kejadiannya sekitar dua setengah jam yang lalu, Mas?"

__ADS_1


"Apa??!! Arghhh... Kamu benar-benar sangat bodoh Raya!!" Ucap Angga dengan geram sambil memukul setir mobil yang sedang dia kemudikan.


'Ya Tuhan, aku tahu Raya masih sangat muda, tapi kenapa dia harus sebodoh ini? Kejadiannya sudah lebih dari dua jam yang lalu. Apakah dia tidak bisa membedakan mana yang tertidur dan mana yang tidak sadar?! Kenapa selama dua jam Raya tidak melakukan apapun pada Ziva yang terjatuh dan berdarah. Dan lagi sebagai seorang perempuan dan calon ibu, apakah dia tidak punya rasa empati atau sedikit saja rasa kasihan pada Ziva?! Kenapa dia bahkan tidak membersihkan darah di wajah anakku?! Ya Tuhan, aku telah membuat kesalahan dengan meninggalkan Ziva bersama Raya! Apakah Reyna benar?! Harusnya aku mendengarkan Reyna! Ya, Tuhan... Semoga anakku bisa selamat!' Batin Angga berkecamuk. Tanpa sadar Angga meneteskan air mata karena takut dan khawatir dengan keadaan Ziva, walaupun tidak mengeluarkan suara. Bahkan Raya tidak menyadari kalau suaminya saat ini sedang menyetir sambil menangis.


*****


Saat tiba di rumah sakit, Angga langsung memarkirkan mobilnya di depan ruang IGD. Dia langsung turun dari mobil dan bergegas menggendong anaknya dengan hati-hati masuk ke IGD.


Dokter pun langsung menangani Ziva. Beberapa saat kemudian dokter memberitahu Angga kalau saat ini kondisi Ziva sedang kritis. Benturan keras di kepala Ziva menyebabkan kepala Ziva mengalami cedera kepala yang serius hingga membuat Ziva mengalami penurunan kesadaran. Dan menurut hasil ct scan terjadi pendarahan diantara otak dan tengkoraknya, jadi saat ini juga harus segera di operasi.


"Halo Yah. Dimana? Sudah selesai kegiatannya? Oh sudah dekat rumah ya? Ayah... Tolong datang ke Rumah Sakit Harapan Kita sekarang ya Yah. Ziva kecelakaan dan sekarang mau di operasi! Ceritanya nanti saja disini. Sekarang ayah dan ibu ke rumah sakit ya, sekarang!" Angga menelepon Ayahnya untuk memberitahukan tentang keadaan Ziva.


Fani, ayah dan ibu nya Angga tiba di rumah sakit beberapa saat kemudian.


"Loh kalian berdua nggak apa-apa? Memangnya apa yang terjadi pada Ziva? Kenapa bisa sampai kecelakaan" Tanya Ayah Angga, heran melihat keadaan Angga dan Raya yang baik-baik saja.


"Kami berdua tidak apa-apa Yah. Ziva jatuh dari jendela kamar kami saat ingin mengambil balon gasnya yang terbang." Angga lalu menjelaskan kejadian sejak dia menjemput Ziva untuk menghabiskan waktu akhir pekan bersama, tapi tiba-tiba Angga mendapat panggilan dari kantor dan meninggalkan Ziva bersama Raya dan Bi Nur sebentar, sampai dengan kejadian saat Ziva terjatuh dan tidak sadarkan diri yang dikira Raya hanya sedang tidur.


"Lalu bagaimana kondisi Ziva sekarang?" Tanya ayahnya Angga dengan sangat khawatir. Bagaimanapun Ziva masih cucu satu-satunya di keluarga itu, dan sangat diasayang semua keluarga.


"Ziva baru saja masuk ruang operasi Yah. Saat dibawa ke sini Ziva dalam keadaan tidak sadar. Menurut dokter terjadi pendarahan diantara otak dan tengkoraknya, jadi harus segera dioperasi."


"Astagfirullahalaziim!" Ucap Fani, Ayah dan Ibu Angga secara bersamaan.


Walaupun Fani dan Ibunya tidak menyukai Reyna, tapi tetap saja mereka menyayangi Ziva sebagai darah daging mereka. Walaupun pada kenyataannya selama tinggal bersama dengan mereka, mereka seperti tidak terlalu memperdulikan Ziva.


"Kamu sudah menelepon Reyna?" Tanya Ayah pada Angga.

__ADS_1


"Astaga! Aku belum menelepon Reyna."


Anggapun langsung menelepon Reyna dan memberitahukan tentang keadaan Ziva. Hanya beberapa menit saja Reyna sudah berada di ruang tunggu operasi bersama dengan mereka. Ternyata Reyna sedang berada di lobi rumah sakit itu. Jadi tidak memerlukan waktu yang lama untuk Reyna bisa tiba di tempat itu.


__ADS_2