AKU YANG KAU SAKITI

AKU YANG KAU SAKITI
71


__ADS_3

Lama Reyna menunggu untuk wawancara kerjanya yang kedua, wawancara ini sekaligus menjadi penentu apakah ia diterima bekerja di perusahaan itu atau tidak. Sambil menunggu, ia tidak menyia-nyiakan waktu begitu saja tanpa melakukan apapun.


 


Reyna mengambil ponselnya dan mengetik satu bab yang berisi tentang  perjuangan seorang wanita yang rela mengerjakan pekerjaan kasar seperti pembantu demi kelangsungan hidupnya dan keluarganya sedangkan suaminya pergi meninggalkannya dan sudah menikah lagi dengan wanita yang ia temui di perantauan.


Cerita itu terinspirasi dari kisah hidup Tika, dulu ia sangat di manja oleh kedua orang tuanya. Saat kecil sampai remaja ia bahkan memiliki seorang pengasuh pribadi karena orang tuanya sering sibuk dengan bisnis mereka, ditambah lagi orang tuanya juga cukup mampu membayar jasa pengasuh untuk anak kesayangan mereka itu. Tidak tanggung-tanggung pengasuh atau baby sitter untuk Tika diambil dari Yayasan Penyalur baby sitter, yang kata orang gajinya lebih tinggi dari UMP. Tak disangka waktu mengantarkan Tika pada kenyataan hidup yang begitu pahit. Dan akhirnya membuat ia sekarang menjadi tulang punggung keluarga yang berjuang sendirian hanya untuk makan dan kelangsungan hidup mereka. Begitulah perempuan, mereka hidup untuk untuk berjuang bagi keluarga dan menjadi penolong bagi keluarga dan rumah tangganya. Diluar sana bahkan banyak perempuan yang mengerjakan pekerjaan kasar seperti kuli demi agar anak-anaknya bisa sekolah dan keluarganya tidak kelaparan.


Begitulah cara Reyna mengembangkan cerita dari keadaan sekitar yang sering ia jumpai. Ide cerita juga bisa ia jumpai dari film yang ia tonton, dari media sosial, dan dari cerita atau curhatan seseorang yang ia baca atau dengar secara langsung. Ada juga ide cerita yang ia kembangkan dari imajinasi atau khayalannya saja. Seperti itulah Reyna menemukan inspirasi untuk semua tulisannya.


Dalam sebuah kasus cerita, jika ada hal atau istilah yang ia kurang paham maka ia akan mencari informasi dan melakukan beberapa riset baik dari orang yang berkompeten dan memiliki pengetahuan atau latar belakang pendidikan dan pekerjaan dari kasus yang ia tulis, atau bisa juga hanya dari internet. Terkadang satu artikel saja tidak cukup untuk memberikan informasi dan penjelasan, karena seringkali jika kita hanya melihat satu informasi saja tanpa melihat informasi pendukung lainnya mungkin tidak menjamin kebenaran dari artikel tersebut.

__ADS_1


Reyna begitu menikmati pekerjaannya itu. Sebenarnya semua pekerjaan yang dilakukan Reyna selalu ia syukuri dan nikmati karena ia melakukan semuanya dengan tulus dan kesungguhan hati, namun membaca dan menulis novel membuat Reyna bisa refreshing ,dan kegiatannya itu terasa sangat amat menghibur baginya. Dan akhirnya cuan yang ia peroleh hanya dari menulis di beberapa platform aplikasi novel online yang ia kumpulkan sekarang sudah mencapai di angka dua digit.


Berawal dari kecintaannya membaca novel dan dari kisah perjuangan hidupnya yang cukup berat sehingga membuat ia terinspirasi untuk menuangkannya dalam sebuah cerita bersambung yang ia upload di salah satu platform aplikasi novel online, kemudian berlanjut sampai sekarang dan bisa menghasilkan cuan. Sebenarnya Reyna tidak punya cukup pemahaman dalam menulis apalagi menggunakan tanda baca dan Ejaan Yang Disempurnakan (EYD) atau PUEBI (Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia). Namun Reyna selalu mencari informasi dan tak henti-hentinya belajar cara menulis walaupun hanya dari unggahan-unggana grup belajar menulis di media sosial yang ia ikuti secara secara gratis, ada juga author senior yang mau berbagi cara atau teknik menulis novel agar cerita itu menjadi menarik dan berkesan di hati pembaca. Selain itu teknik penulisan atau bahasa penulisan bisa juga ia pelajari dari cerita atau novel-novel yang ia baca, asalkan tidak mengcopy atau memplagiat isi cerita orang lain.


Tak terasa sudah satu setengah jam Reyna duduk di ruang meeting yang ada di lantai lima gedung itu. Reyna baru tersadar saat ada seorang staf yang datang menyapanya dan membawakannya kantong kresek berisi air mineral dan kotak makan siang, ternyata perusahaan itu juga cukup perhatian dengan calon karyawannya dan tidak membuat Reyna kelaparan karena menunggu. Kebetulan sekali perut Reyna juga sudah keroncongan minta diisi.


Walaupun saat ini Reyna sedang menjalani diet, namun ia tetap harus mengisi perutnya tiga kali sehari agar tetap sehat dan bertenaga saat beraktivitas. Hanya Reyna harus tetap menjaga agar kalori yang masuk dalam tubuhnya tidak melebihi kalori harian yang ia butuhkan. Yang harus ia hindari adalah gorengan, nasi putih, makanan olahan tepung, es krim, makanan dan minuman yang manis-manis dengan gula tambahan, makanan cepat saji dan makanan tinggi karbohidrat lainnya.


Saat membuka kotak makan siangnya mata Reyna begitu berbinar melihat menu makanannya yang isinya singkong rebus, ikan bakar dengan sambal segar dan sayur kangkung rebus. Bagi Reyna yang sedang menjalani diet sehat, menu ini merupakan makanan terenak yang bisa ia makan di luar rumah. Tanpa Reyna sadari ternyata Ibu Sinta yang telah mengirimkan makanan itu. Ibu Sinta telah mengantongi beberapa informasi tentang Reyna termasuk program diet yang sedang di jalani Reyna dari Vita, demi melancarkan rencananya.


'Tidak apa-apa jika kali ini aku juga gagal lagi melamar pekerjaan, yang penting aku sudah berusaha dan melakukan yang terbaik. Jika memang aku tidak diterima, aku akan bicara baik-baik dan minta maaf pada Vita, mungkin aku bisa membantunya di lain kesempatan dan dengan cara yang lain.' Kegagalannya melamar dan mendapatkan pekerjaan di waktu yang lalu, sedikit membuat Reyna kurang percaya diri. Reyna begitu takut akan mengecewakan sahabatnya mengingat sudah begitu banyak bantuan dan hal baik yang dilakukan Vita untuk Reyna, walaupun Vita tidak pernah mengungkit dan meminta Reyna untuk membalasnya.

__ADS_1


Reyna menarik nafas dalam-dalam dan membuangnya, terus menerus ia lakukan sampai ia tiba di depan ruangan Aldy.


Tok, tok, tok.


Reyna mengetuk pintu tiga kali dan masuk.


"Permisi, selamat siang Pak." Ucap Reyna sopan.


"Iya selamat siang, silahkan." Jawab Aldy dengan penuh wibawa.


"Saya Aldy, silahkan duduk." Aldy mengulurkan tangannya untuk berjabat tangan memperkenalkan dirinya, lalu mempersilahkan Reyna untuk duduk pada kursi di seberang meja yang ada di hadapannya.

__ADS_1


"Saya Reyna Pak. Terima kasih." Reyna juga menyambut jabat tangan dari Aldy kemudian duduk dengan sopan.


'Hmm, wanita ini sederhana tapi menarik. Orangnya juga sopan dan tidak banyak gaya. Dava paling benci melihat perempuan yang menor dan centil seperti ulat gatel. Pembawaannya juga cukup tenang, sepertinya orangnya cepat tanggap dan cerdas. Hasil wawancara dengan Seska juga bagus, nilainya paling tinggi dibandingkan dengan kandidat lainnya. Ditambah lagi wanita ini rekomendasi dari ibunya big bos. Sepertinya tante Sinta memang sudah mempersiapkan orang yang bisa menangani anaknya. Mudah-mudahan anak ini bisa bertahan selama tiga bulan di sisi Dava, mengingat selain Mery tidak ada sekretarisnya yang bisa bertahan lebih dari satu minggu. Ada yang berhenti karena tidak sanggup lagi dengan sikap Dava, tapi ada juga yang di pecat Dava karena dianggap tidak mampu menjadi sekretarisnya. Ujung-ujungnya aku lagi yang menjadi kambing hitam untuk menghandle pekerjaan ini. Hhhuff.' Aldy bermonolog sendiri dalam hati, sambil menilai calon sekretaris Dava yang ada di hadapannya.


__ADS_2