
Setelah Ibu Ratna dan Pak Anto keluar dari ruang rawat Raya. Tiba-tiba Raya berteriak dengan keras karena merasakan sakit yang hebat dari luka sayatan di perutnya akibat pengaruh obat bius yang sudah mulai menghilang.
Suara Raya bahkan sampai terdengar di telinga kedua orang tuanya yang berada di luar ruang rawat Raya. Ibu Ratna kemudian bergegas kembali ke ruangan untuk melihat apa yang terjadi pada putrinya. Ibu Ratna lalu memanggil perawat untuk menangani Raya. Setelah mendapat obat penghilang nyeri yang di masukkan melalui *****, barulah Raya mulai sedikit tenang. Tapi itu tidak menghilangkan rasa sakit sepenuhnya di perut Raya.
Hati Raya masih tidak tenang memikirkan tentang kondisi bayi yang baru saja ia lahirkan.
Setelah dirujuk ke rumah sakit A, bayi Raya mendapatkan pemeriksaan secara lengkap mulai dari rontgen dada dan pemeriksaan darah. Setelah dilakukan pemeriksaan lengkap dokter menemukan bayi Raya mengalami keracunan air ketuban atau dalam bahasa kedokteran biasa disebut Aspirasi mekonium. Aspirasi mekonium terjadi ketika janin atau bayi baru lahir menghirup air ketuban yang telah tercampur dengan feses pertamanya. Kondisi ini sangat berbahaya bagi bayi. Bayi kemudian ditempatkan di NICU (NICU/Neonatal Intensive Care Unit adalah ruang perawatan intensif untuk bayi baru lahir yang memerlukan pengobatan dan perawatan khusus, guna mencegah dan mengobati terjadinya kegagalan organ-organ vital). Bayi Raya langsung ditempatkan di kelas tiga sesuai dengan tingkat keparahan kondisi kesehatan bayi tersebut.
Bayi Raya kemudian dinyatakan meninggal dunia tiga jam setelah berada di ruang NICU karena cairan mekonium telah menyumbat paru-paru si bayi. Berita duka kemudian dikirim oleh Pak Anto kepada Ibu Ratna. Bayi Raya kemudian di bawa pulang untuk langsung di makamkan oleh Pak Anto seorang diri, karena Ibu Ratna sedang menemani Raya yang masih dalam pemulihan setelah selesai operasi caesar di rumah sakit.
Ibu Ratna begitu sedih ketika mengetahui cucu pertamanya yang belum lama lahir ke dunia ini meninggal dunia. Ia bahkan tidak tahu bagaimana cara memberitahukan kabar duka ini pada anaknya Raya yang masih terbaring sakit di ranjang rumah sakit. Raya bahkan belum bisa bergerak karena sakit di perutnya akibat luka operasi.
"Ma, bagaimana keadaan bayiku?" Tanya Raya setelah melihat Ibu Ratna yang kembali masuk ke ruangan rawat nya setelah menerima telepon.
__ADS_1
Ibu Raya hanya diam dan sibuk mengatur barang-barang diatas nakas, pura-pura tidak mendengar pertanyaan Raya yang pelan. Tapi ada yang berbeda dengan Ibu Ratna yang tidak luput dari pandangan Raya, yaitu mamanya kembali ke dalam ruangan dengan mata merah seperti baru habis menangis.
"Ma, jawab aku. Bagaimana kondisi anakku?" Ucap Raya dengan sedikit keras, yang akhirnya membuat Raya meringis karena merasakan perih di luka bekas operasinya.
Ibu Ratna terpaksa melihat Raya, dan tak mampu lagi menahan air mata kesedihannya sehingga membuat ibu Ratna menangis tersedu-sedu di depan anak nya.
"Ma, jangan bilang kalau terjadi sesuatu pada anakku? Jawab Maaa?!" Raya berteriak tidak peduli lagi dengan rasa sakit di perutnya dan tatapan terkejut dari orang-orang yang ada ruangan itu karena mendengar Raya yang tiba-tiba berteriak.
Ibu Ratna tidak menjawab pertanyaan Raya, hanya tangisan yang menyiratkan kalau anak Raya sekarang tidak dalam keadaan baik.
Rasa sakit yang amat besar bagi seorang ibu yang kehilangan anak yang baru saja ia lahirkan, tak terkecuali oleh Raya, wanita muda yang arogan dan telah melakukan banyak dosa di umurnya yang terbilang masih belia. Saat ini ia sedang merasakan bagaimana sakit dan hancurnya kehilangan seorang anak, yang belum sempat ia dekap dan cium bahkan belum sempat ia lihat wajah dan rupanya, yang menurut mantan suami dan mantan mertuanya berwajah seperti orang barat.
"Arrrggghhh...." Raya hanya bisa mengerang menahan sakitnya luka sayatan bekas operasi karena otot perutnya bergerak-gerak saat menangis. Lebih daripada itu, sakit yang lebih menyiksa dan tidak tahu kapan akan sembuh adalah sakit di dalam hatinya karena kehilangan anak yang telah ia lahirkan pergi untuk selama-lamanya!
__ADS_1
Semoga kedepan Raya bisa belajar dari masa lalunya!
*****
Setelah hari wisuda Reva, semakin banyak job berdatangan untuk Reyna. Setiap hari Reyna semakin sibuk dengan pekerjaan barunya sebagai Make Up Artist, malam hari Reyna tidak lupa mengetik bab baru untuk cerita yang saat ini sedang di kontrak oleh salah satu platform. Jobnya sebagai MUA, seringkali untuk make up party sampai dengan make up untuk acara wedding. Reyna bahkan seringkali keluar subuh karena pekerjaannya itu ketika ada klien yang meminta merias wajahnya untuk acara di pagi hari. Reyna melakukannya dengan bahagia dan penuh syukur kepada Tuhan yang telah menganugerahkan kemampuan yang bisa ia gunakan untuk memberikan kebahagiaan bagi orang lain dan dengan itu juga mengalir pundi-pundi cuan untuk Reyna. Namun Reyna tetap membatasi kegiatannya agar tidak membuatnya terlalu capek, karena bagaimanapun saat ini Reyna harus tetap menjaga kesehatannya dan bayi dalam kandungannya yang sebentar lagi akan lahir di dunia.
Sahabatnya dokter Vita adalah orang yang paling cerewet yang akan selalu mengingatkan dan mengontrol kesehatan Reyna dan bayinya secara rutin. Kehamilannya yang tidak dalam pendampingan suami tidak membuat Reyna kekurangan kasih sayang dan perhatian untuk dirinya dan bayi dalam kandungannya, baik itu dari sahabatnya dokter Vita dan dari semua anggota keluarganya.
Akhirnya hari yang ditunggu-tunggu pun tiba, Reyna boleh melahirkan bayi perempuan yang sangat cantik dan sehat. Persalinannya dilakukan secara caecar akan tetapi dengan metode ERACS (Enhanced Recovery After Cesarean Surgery). ERACS adalah metode operasi caesar dengan pendekatan khusus perawatan untuk mengoptimalkan kesehatan ibu, sebelum, selama, dan setelah menjalani operasi caesar. Tujuannya, agar mobilitas dan proses penyembuhan atau recovery persalinan dapat dipercepat.
Hanya dua jam setelah selesai operasi Reyna sudah bisa duduk dengan baik dengan rasa nyeri yang sedikit dan bahkan hampir tidak ada.
Semua keluarga Reyna berada di rumah sakit untuk ikut merayakan kebahagiaan atas kelahiran bayi perempuan Reyna yang cantik. Tawa bahagia terdengar dari mereka saat dokter Vita menceritakan kejadian di ruang operasi tadi. Dokter Vita juga turut serta dalam operasi Reyna mewakili bagian anak. Mereka semua tertawa saat dokter Vita menceritakan Reyna yang sangat ketakutan dan hampir muntah saat operasi karena nervous. Untunglah Reyna bisa mengatasi perasaan takut dan gelisah yang ia rasakan, sehingga akhirnya operasi bisa berjalan dengan baik.
__ADS_1
Galena Evangeline. Nama yang diberikan Reyna untuk untuk putri keduanya. Galena berasal dari bahasa Yunani yang berarti wanita lembut dan penyembuh segala sakit penyakit, sedangkan Evangeline artinya pembawa kabar baik/keberuntungan. Jadi Galena Evangeline artinya adalah wanita lembut pembawa keberuntungan dan juga penyembuh segala sakit penyakit. Reyna benar-benar merasakan kehadiran anak ini membawa kabar baik, keberuntungan dan menyembuhkan hatinya yang hancur setelah kehilangan anak pertamanya Ziva.