AKU YANG KAU SAKITI

AKU YANG KAU SAKITI
Reyna vs Raya sekarang


__ADS_3

Beberapa bulan kemudian...


Kandungan Reyna sudah berusia tujuh bulan, dan saat ini Reyna sedang sibuk dengan beberapa aktivitas, salah satunya menulis cerita bersambung di beberapa platform membaca online. Sudah beberapa judul yang Reyna tulis dan sudah ia tamatkan. Ada yang di kontrak secara eksklusif jadi hanya bisa diterbitkan di satu platform saja untuk satu judul novel, tapi ada yang di kontrak secara non eksklusif dan dapat di upload di beberapa platform membaca online untuk satu judul.


Semua judul cerita bersambung yang Reyna tulis mendapat antusiasme yang besar dari pembaca. Dan dari hasil menulis cerita bersambung, Reyna bisa mendapatkan cuan yang lumayan untuk kebutuhan persalinan dan belanja keperluan bayinya nanti. Tak disangka berawal dari kisah hidupnya yang menyedihkan dan dituangkan dalam sebuah tulisan, mengantarkan Reyna menjadi seorang penulis famous hanya dalam beberapa bulan saja.


Selain untuk biaya persalinan dan kebutuhan bayinya nanti, hasil dari menulis novel juga telah Reyna gunakan mengikuti kursus make up secara private pada seorang MUA terkenal yang dikenal Reyna di kelas make up dalam kursus kecantikan yang diselenggarakan oleh ibu-ibu PKK kelurahan beberapa bulan yang lalu.


Reyna begitu tertarik dengan make up saat mengikuti kelas kecantikan, hingga akhirnya ingin lebih mendalami dunia make up. Dengan belajar make up Reyna lebih memahami bahwa make up bukan hanya sekedar merias wajah dan membuat wajah tampil cantik atau tampil segar. Lebih dari pada itu make up memberikan rasa kepercayaan diri, apalagi baginya yang selalu merasa insecure pada diri sendiri.


Kelas make up mengajarkannya untuk percaya diri bukan karena make up bisa menutupi kekurangan di wajahnya, membuat wajahnya terlihat lebih tirus, membuat matanya yang kecil terlihat lebih tajam, alisnya yang tipis terlihat rapi dan terlihat cantik, tapi make up membuat Reyna bisa menerima kekurangan yang ada dalam dirinya. Dengan make up Reyna belajar untuk merawat dirinya, menghargai, dan mencintai dirinya sendiri.


Tak disangka Reyna memiliki bakat seni dalam dirinya sehingga Reyna bisa dengan baik belajar make up. Tidak sia-sia Reyna mengeluarkan uang yang banyak untuk kursus make up pada seorang Make Up Artis terkenal dan membeli berbagai kosmetik dan peralatan make up. Dengan make up Reyna mendapat kebahagiaan dengan memberikan kebahagiaan pada orang lain dari sentuhan tangannya yang berbakat.


Hari ini Reva adiknya di wisuda, tentu saja Reyna tidak menyia-nyiakan momen ini untuk mendandani adiknya yang memang sudah cantik untuk tampil lebih cantik lagi.


*****

__ADS_1


Sementara itu di tempat lain, seorang wanita muda sedang duduk di depan meja rias, melihat wajahnya yang tidak lagi cantik karena ditumbuhi dengan beberapa jerawat besar karena pengaruh hormon kehamilan. Selain masalah jerawat di wajahnya, rambut di kepala Raya juga banyak yang rontok dan membuat Raya semakin stres dan tertekan. Perutnya yang kini semakin membesar menghilangkan rasa percaya dirinya pada pada tubuh indah yang dulu sangat ia banggakan.


Terbebas dari jeruji besi, karena uang jaminan yang diberikan orang tuanya tidak membuat Raya terbebas dari dosa dan perasaan gelisah setiap hari. Raya masih selalu bermimpi buruk. Dan kehidupannya di rumah, tidak jauh berbeda dari kehidupannya di penjara.


Setiap hari Raya hanya mendengar pertengkaran demi pertengkaran dari kedua orang tuanya yang selalu saling menyalahkan satu sama lain. Tidak ada kedamaian dan ketenangan dalam rumah itu. Hampir setiap saat hanya teriakan dan makian yang terdengar dari penghuni rumah itu. Kedua orang tuanya selalu bertengkar karena kesulitan ekonomi yang mereka alami akibat meminjam uang pada rentenir untuk uang jaminan mengeluarkan Raya dari penjara. Mereka juga akan saling menyalahkan satu sama lain karena memiliki anak-anak yang gagal.


Kakak laki-laki Raya bercerai dengan isterinya yang memiliki pekerjaan mapan dan sekarang kakak Raya berpacaran dengan sesama jenis alias dengan laki-laki. Sedangkan putri yang selalu di manja dan dituruti semua keinginannya, tidak tamat SMA dan tidak memiliki masa depan, kini sedang hamil besar tanpa pendampingan suami.


"Ah, kenapa sunyi sekali ya. Tidak biasanya rumah sepi seperti ini." Raya merasa heran dengan kondisi rumahnya yang tidak ramai seperti biasa, sambil menyisir rambutnya di depan meja rias.


"Aarrrggghh....." Raya menjatuhkan semua barang-barang yang ada diatas meja riasnya. Raya begitu frustasi.


Raya kemudian pergi ke dapur untuk makan siang, mengingat dari pagi ia belum makan. Cacing di dalam perutnya sudah menari-menari, dan lambungnya mulai perih karena belum makan apa-apa. Raya kemudian membuka tudung saji, berharap tersedia menu yang enak untuk di makan.


Tapi tidak ada apa-apa yang tersedia di dalam tudung saji, Raya bahkan sampai menggenggam angin karena berusaha untuk meraba sesuatu di dalam tudung saji, berharap dia hanya sedikit pusing karena belum makan apa-apa sejak tadi pagi, dan tidak melihat ada makanan di meja. Tapi apa mau dikata, memang tidak ada apapun diatas meja.


"Ma... mama! Mama dimana? Ah, kemana sih semua orang di rumah ini?" Gerutu Raya. Ayahnya jam segini masih di kantor, kakaknya walaupun saat ini seorang pengangguran tapi kerjaannya selalu keluyuran dari pagi sampai malam, jadi tidak bisa diharapkan berada di rumah. Tapi mamanya, kemana mamanya pergi meninggalkan Raya sendiri di rumah, tanpa membuat makanan apa-apa lagi.

__ADS_1


Raya ingin ke kamar mengambil ponsel miliknya untuk menghubungi mamanya. Tapi tiba-tiba Raya merasakan cairan hangat keluar merembes dari celananya.


"Hah, kenapa aku ngompol di celana? Aku bahkan tidak merasa ingin pipis." Raya tidak tahu kalau cairan yang keluar membasahi celananya adalah air ketuban. Raya tidak pernah diberikan edukasi tentang kehamilan, dan tidak mengerti tentang hal itu.


Saat Raya pergi ke kamar mandi untuk membersihkan diri, tiba-tiba Raya terjatuh karena pusing kurang darah dan karena belum makan apa-apa sejak tadi pagi. Lama Raya pingsan di dalam kamar mandi tanpa ada seorangpun yang melihat dan menolongnya.


Raya terbangun saat merasakan sakit yang hebat di area perutnya akibat kontraksi. Raya tersadar dan berusaha untuk duduk diatas lantai kamar mandi.


"Arrggh... sakit... sakiiiit! Tolong... mama!" Raya hanya bisa berteriak dan menangis meratapi ketidak berdayaannya. Raya bahkan tidak bisa berdiri karena menahan sakitnya kontraksi di perutnya. Dalam hati Raya mengutuk keluarganya karena tidak berada di rumah saat Raya membutuhkan mereka.


_________


Hai readers ku tersayang, terima kasih sudah membaca Aku yang Kau sakitiπŸ™


Terus dukung author dengan cara vote, tambahkan sebagai favorit, like, coment, dan jika berkenan beri gift untuk cerita iniπŸ™πŸ™πŸ™πŸ™


Sekali lagi terima kasih atas dukungan dari pembaca semuanyaπŸ™πŸ™πŸ˜˜πŸ˜˜πŸ’–πŸ’–πŸ’–

__ADS_1


__ADS_2