AKU YANG KAU SAKITI

AKU YANG KAU SAKITI
Talak


__ADS_3

Kedatangan Angga ke ruang rawat Raya menjadi perhatian besar pasien dan keluarga pasien lain yang berada di ruangan rawat yang sama dengan Raya.


"Kamu menipu ku hah?!" Angga masuk dan langsung melabrak Raya yang sedang terbaring lemah di ranjang rumah sakit lepas melahirkan anaknya melalui operasi caesar.


Raya menatap Angga terkejut karena kedatangannya yang tiba-tiba dan ucapan Angga yang menyudutkan Raya.


"Jangan pura-pura Raya! Kamu tidur dengan laki-laki lain keturunan bule, dan meminta pertanggung jawaban padaku?! Aku bahkan menceraikan Reyna dan harus kehilangan putri ku yang berharga karena kelalaianmu!" Angga bicara dengan emosi menjelaskan pada Raya.


Raya masih kebingungan dengan ucapan Angga. Bahkan kali ini ucapan ibu mertuanya semakin memojokkan Raya. Dengan susah payah Raya berusaha mencerna maksud dari ucapan mereka.


Tiba-tiba ingatan Raya berkelana di waktu sembilan bulan yang lalu, saat Angga dan Raya belum lama berpacaran. Angga sedang dalam perjalanan dinas ke luar kota selama dua hari, dan selama itu mereka tidak bertemu. Raya dan teman-temannya keluar berpesta di sebuah hotel. Mereka berpesta minuman ker*s dan berpesta se*. Ada beberapa laki-laki yang ikut menikm*ti tubuhnya, Raya bahkan tidak tahu siapa saja yang sudah melakukan itu padanya. Raya hampir tidak mengingat kejadian itu karena melakukan semuanya di bawah pengaruh minuman ker*s, hingga kemudian melupakan kejadian itu. Keesokan harinya saat Angga pulang dari perjalanan dinas mereka juga saling melepas rindu dan melakukan perbuatan itu tanpa sempat menggunakan pengaman, jadi yang ada dipikiran Raya adalah dia hamil karena melakukannya hari itu dengan Angga.


"Tega kamu Raya... kamu bahkan melakukan itu di saat kita berdua sudah berpacaran!" Tutur Angga dengan penuh kekecewaan, air matanya tak mampu lagi ia bendung. Ia seperti anak kecil yang terisak karena dikecewakan ditinggal bermain seorang diri oleh teman-temannya. Angga begitu marah, kecewa dan menyesal pernah mengenal Raya sampai harus kehilangan keluarga kecilnya, teristimewa kehilangan buah hatinya yang sangat berharga..

__ADS_1


Tok, tok, tok...


Seorang dokter masuk dan memeberitahukan tentang keadaan bayi Raya yang sedang dalam kondisi tidak baik.


"Bayi ibu Raya akan kami rujuk ke rumah sakit yang memiliki fasilitas dan pelayanan medis lengkap untuk bayi baru lahir. Disana bayi ibu Raya akan segera mendapat pemeriksaan lengkap agar mendapat penanganan yang tepat. Silahkan salah satu keluarga menandatangi dokumen yang ada di depan, sekalian ikut untuk mengantar bayi Raya untuk di rujuk ke Rumah Sakit A." Dokter kemudian pamit undur diri setelah memberitahukan kondisi bayi Raya.


"Pokoknya ibu tidak sudi punya menantu yang melahirkan bayi dari orang lain, apalagi dari pria asing! Aku tidak habis pikir seberapa mur*hannya dirimu sampai bisa tid*r dengan beberapa pria sekaligus." Ucap Ibu Nia dengan bengisnya pada Raya. Ibu Nia bahkan tidak tahu kalau bukan hanya Angga dan ayah dari bayi itu yang pernah menjam*h tubuh menantu yang dulu sangat ia banggakan itu.


"Raya, Pada hari ini juga aku menalak kamu! Kamu bukan isteri ku lagi." Dengan mengucapkan kalimat itu Raya sudah resmi diceraikan Angga secara agama di depan kedua orang tua mereka masing-masing dan joni kakak Raya.


Raya dan keluarganya hanya bisa diam tidak mampu untuk membalas semua perkataan Angga dan ibunya. Mereka menyadari kalau yang harus disalahkan dalam situasi ini adalah Raya.


Sebenarnya hati Raya ingin melawan dan membalas ucapan ibu Nia. Karena tanpa sepengetahuan siapapun, putri yang selama ini mereka anggap lugu dan wanita baik-baik ternyata tidak berbeda dengan Raya. Raya dan Fani sering keluar clubing bersama, bahkan menghabiskan malam dengan berpesta se* bersama. Itulah sebabnya selama ini Fani tidak bisa berbuat apa-apa saat akhirnya mengetahui kakaknya Angga akan menikahi sahabatnya. Padahal sebenarnya Fani pun tidak ingin kakaknya Angga menikah dengan wanita seperti Raya. Fani hanya bisa diam dan tidak ingin ikut campur karena Raya memegang kartu As milik Fani.

__ADS_1


'Lihat saja nanti, aku akan menunjukkan seberapa baik putrimu itu!' Ucap Raya hanya bisa membatin, menyimpan dendam untuk ibunya Angga yang saat ini sudah menjadi mantan ibu mertua Raya.


Untuk Angga, Raya bahkan senang bisa terbebas dari lelaki tidak berguna seperti Angga yang sudah tak lagi tampan dan tidak memiliki masa depan. Sejak Angga tidak lagi bekerja, Raya bahkan sudah berniat untuk berpisah dari suaminya itu. Akan tetapi Raya juga sakit, terluka dan malu di ceraikan seperti itu.


"Lihat kan perbuatanmu, ma! Ini semua gara-gara kamu yang tidak bisa mendidik Raya dengan baik, sehingga ia bisa salah jalan! Kamu selalu memanjakan dan mengikuti semua keinginannya, kamu sering membiarkan dia pulang pagi, bahkan kamu ijinkan jika dia bilang menginap di rumah temannya, padahal ia masih SMA!"


"Kamu jangan selalu menyalahkan aku pa! Kamu sendiri tidak perhatian padaku dan anak-anak kita! Pergi pagi, pulang larut malam. Kamu selalu mengatasnamakan pekerjaan, padahal aku tahu kamu seringkali pulang saat hari masih sore, dan kamu hanya memilih untuk nongkrong dengan teman-temanmu di warung kopi daripada menghabiskan waktu di rumah bersama keluarga!"


"Kamu seharusnya introspeksi diri ma! Sejak dulu aku sudah sering mengatakannya padamu! Bagaimana mungkin aku bisa betah tinggal di rumah kalau kamu sendiri tidak bisa menghadirkan suasana yang nyaman dengan rumah yang bersih dan tertata rapi! Kalaupun kita berdua bersama, kamu hanya sibuk dengan media sosial di ponselmu dan telepon sani-sini tidak jelas dengan teman-temanmu! Foto dan kebersamaan kita hanya sebagai alat untuk kamu pamerkan demi mendapat like dan komentar dari teman-teman medsos mu!"


Aksi kedua orang tua Raya sontak mendapat perhatian dari orang-orang yang berada di ruangan itu, bahkan orang-orang yang berada di luar ruangan pun tertarik untuk melihat keributan yang terjadi di ruang rawat Raya, karena pintu ruangan masih dalam keadaan terbuka.


"Sudah ma, pa. Jangan bikin kita lebih malu dengan pertengkaran kalian! Keluarlah lihat bagaimana keadaan putri ku! Aku bahkan belum sempat melihat apalagi memeluknya." Naluri keibuan Raya mulai bekerja mengkhawatirkan anak yang baru saja ia lahirkan, apalagi dokter mengatakan keadaan anaknya sedang tidak baik dan harus dirujuk ke rumah sakit A.

__ADS_1


Ibu Ratna dan Pak Anto segera keluar dari ruang rawat Raya untuk menengok cucu pertama mereka, sedangkan Joni sudah pergi entah kemana sejak ikrar talak yang diucapkan Angga untuk adiknya. Sebenarnya Joni sangat malu dengan situasi yang mereka alami saat ini, jadi Joni langsung memasang jurus melarikan diri agar tidak ikut-ikutan malu bersama keluarganya.


__ADS_2