
Kebetulan sekali, baru saja Reyna memikirkan Vita tiba-tiba saja sahabatnya itu sudah menelepon menghubunginya. 'Apa sebenarnya yang membuat Vita ingin mengunjungiku secara tiba-tiba? Baru kali ini Vita seperti itu.' Batin Reyna penasaran.
"Jadi... apa yang bisa aku bantu?" Tanya Reyna dengan senyum hangat setelah Vita meminum teh dan memakan beberapa cemilan yang di sajikan Reyna untuk Vita.
'Hmm... bagaimana ya cara ku menyampaikannya pada Reyna?' Vita masih ragu mengatakan permintaannya pada sahabatnya.
"Hei... kenapa diam? Kamu lagi ada masalah ya? Ayo cerita, aku bisa bantu apa buat kamu?" Reyna berpindah tempat di samping sahabatnya, lalu duduk menyamping menatap sahabatnya sehingga keduanya saling bertatapan.
"Hmmm" Vita hanya tersenyum menatap lekat mata Reyna. 'Benar kata tante Sinta , Reyna orang yang lembut dan baik hati. Selama bersahabat dengannya sudah banyak pelajaran yang bisa aku petik dari kisah hidupnya yang luar biasa dan caranya menyikapi keadaan. Hubunganku dengan ayah dan ibu tiriku yang kurang baik, sekarang menjadi lebih baik berkat masukan dan dorongan dari Reyna. Benar kata Reyna, ternyata hidup tanpa dendam dan kepahitan membuat kita lebih tenang dan bahagia.'
"Heii..." Reyna memegang lembut tangan sahabatnya dan menyadarkan Vita dari lamunannya tentang Reyna.
"I,iya Na. Sebenarnya aku mau minta tolong sesuatu sama kamu. Hmm... mungkin permintaanku agak berat buat kamu." Vita masih ragu mengatakan permintaannya pada Reyna.
__ADS_1
Ibu Sinta meminta bantuan Vita untuk menjodohkan sahabatnya Reyna dengan Dava sepupunya. Tentu saja itu bukanlah hal yang mudah, menyatukan dua orang yang berbeda karakter itu. Yang satunya pemarah dan tertutup, yang satunya lagi lembut dan tenang dalam menyikapi segala hal.
Tapi disitulah letak kecocokan mereka menurut ibu Sinta. Ia berharap Reyna mampu mengobati Dava dari trauma masa lalunya yang kehilangan isteri secara tiba-tiba, dan menyisakan luka yang begitu mendalam di hatinya. Reyna dengan kesederhanaan, kesabaran dan ketulusannya semoga mampu mengembalikan Dava seperti dulu lagi, dan Ibu Sinta tidak perlu khawatir kalau suatu saat nanti penyakit Dava akan kumat lagi. Dan cara untuk mempertemukan dan menyatukan mereka adalah dengan menjadikan Reyna sekretaris pengganti untuk Dava. Harapan Ibu Sinta semoga sebelum tiga bulan perasaan keduanya bisa berkembang dan rencana ibu Sinta boleh berhasil.
Tapi tentu saja itu tidaklah mudah. Vita tahu betul sepupunya itu bukanlah laki-laki yang penyabar apalagi terhadap bawahan atau karyawannya. Lagipula saat ini Reyna cukup sukses dengan pekerjaannya sebagai make up artist.
Vita tidak mengetahui pekerjaan Reyna sebagai penulis novel online, karena Reyna belum pernah menceritakan pekerjaannya itu kepada siapapun. Jadi yang di ketahui keluarga dan sahabatnya, Reyna mendapatkan uang yang banyak hanya dari pekerjaannya sebagai make up artist. Mereka tidak tahu kalau saat ini tulisan Reyna sudah banyak di kenal dan dibaca orang di beberapa platform aplikasi membaca novel online.
"Hei... apa sih yang mau kamu katakan sebenarnya? Katakan saja, kalau aku bisa, pasti aku lakukan." Untuk ketiga kalinya Reyna bertanya dengan lembut kepada sahabatnya itu.
"Na, sebenarnya tanteku yang kamu make up tadi pagi minta tolong sesuatu sama aku. Sepupuku, yang anaknya tante ku itu membutuhkan sekretaris sementara untuk menggantikan posisi sekretaris direktur utama di perusahaannya hanya dalam waktu tiga bulan selama sekretarisnya cuti hamil dan melahirkan." Ucapan Vita kemudian terhenti, ia menarik nafas dalam dan menghembuskannya lalu menatap lekat netra sahabat yang ada di depannya.
"Iya Na. Tante aku minta tolong banget sama aku supaya membujuk kamu mengikuti perekrutan sekretaris sementara untuk sepupu aku. Posisi sebagai sekretaris hanya selama tiga bulan, sampai sekretaris yang sebenarnya masuk setelah cuti melahirkan tiga bulan. Setelah itu kamu akan di pindahkan dan bekerja di bagian personalia."
"Hah?" Reyna menutup mulutnya tidak menyangka apa yang dia pikirkannya ternyata benar.
__ADS_1
"Tapi, walaupun aku mau, aku ragu perusahaan akan menerima karyawan seperti aku Vit. Sebelumnya aku bahkan sudah mencoba memasukkan lamaran kerja di beberapa perusahaan tapi hasilnya nihil. Tak ada satupun surat lamaranku yang ditindak lanjuti. Aku tidak masuk kualifikasi untuk melamar pekerjaan di sebuah perusahaan."
"Tidak Na, tante ku sudah bertanya langsung ke staf yang bertanggung jawab untuk perekrutan sekretaris di perusahaan itu. Memang ada beberapa kandidat yang akan mengikuti seleksi, mungkin ada tiga orang yang akan tes bersama mu. Kamu masuk kualifikasi yang dibutuhkan kok. Katanya syarat pertama wanita, usia maksimal 30 tahun, pendidikan S1, dan single. Kamu kan sesuai dengan semua syarat itu. Untuk status pernikahan sekarang kamu kan sudah single, jadi tidak ada masalah."
"Hanya... direktur utama yang adalah sepupuku itu orangnya super duper menyebalkan, plus pemarah. Tidak ada sekretarisnya yang bisa bertahan lebih dari seminggu selain sekretarisnya yang sekarang ini. Jadi, kamu mau bantu dan ikut perekrutan sekretaris untuk sepupuku?" Vita bertanya dengan tatapan penuh harap pada sahabatnya itu.
Reyna hanya tersenyum sambil memegang kembali tangan Vita yang tadi terlepas dari genggamannya. Reyna hanya menarik nafas dalam dan sekali lagi tersenyum lembut pada sahabatnya.
"Boleh aku memikirkannya? Aku akan memberikan jawabanku sebentar malam." Vita terlihat sedikit kecewa dengan jawaban dari Reyna.
Selain memenuhi permintaan tante kesayangannya, sebenarnya Vita juga berharap rencana itu boleh berhasil dan Reyna bisa mengembalikan Dava menjadi Dava yang dulu lagi dan mereka bisa hidup bahagia sebagai pasangan suami isteri.
Tapi Vita menyadari rencana ini juga memiliki risiko gagal yang besar. Reyna mungkin tidak bisa menghadapi sikap Dava. Apalagi saat ini Reyna sudah punya pekerjaan lain dan keuangannya sudah stabil, terlihat dari beberapa barang baru yang Reyna beli. Pekerjaannya saat ini bahkan terlihat sangat cocok untuk Reyna, ditambah waktunya yang fleksibel membuat Reyna leluasa mengatur waktu untuk mengurus Galena dan bekerja. Vita sebenarnya bisa maklum jika sahabatnya itu menolak permintaannya.
"Vit, maaf kalau jawabanku membuatmu kecewa. Aku hanya ingin berdoa dan meminta petunjuk yang maha kuasa untuk mengambil langkah yang tepat. Kegagalan membuatku belajar untuk mengandalkan Tuhan dalam setiap langkah dan keputusanku." Alasan yang Reyna berikan membuat rasa kecewa yang sempat hinggap di hatinya hilang. Satu lagi pelajaran yang ia dapat dari sahabatnya, yaitu selalu mengandalkan dan memohon petunjuk yang Kuasa.
__ADS_1
"Iya Na Aku mengerti. Oh ya, aku harus pergi sekarang." Vita melihat jam di ponselnya.
"Aku piket jaga, malam ini. Oke jangan lupa kasih jawaban kamu ke aku kalau kamu sudah punya jawabannya." Vita lalu pamit dari rumah Reyna untuk bersiap untuk bekerja di rumah sakit.