
[Halo Na, sedang apa? Bisa tolong bantu aku?]
[Ya, halo Vita. Aku baru selesai mandi. Tumben dokter Vita minta bantuanku, pagi-pagi begini lagi. Apa sih yang nggak buatΒ sahabatku. Mau aku bantu apa Vit?]Β Tanya Reyna pada sahabatnya dokter Vita.
[Aku butuh banget bantuan kamu Na. Tante ku butuh jasa make up kamu sekarang. Tapi sekarang Na, kamu bisa? Tapi... pagi-pagi begini biasanya kamu mengurus Galena dulu ya baru keluar rumah?] Vita ragu-ragu berbicara pada sahabatnya seperti ada perasaan tidak enak mengganggu aktivitas Reyna bersama baby Galena pagi-pagi seperti ini.
[Ah, tidak apa-apa Vit. Sekarang aku memang sedang membuat sarapan untuk Galena, tapi nanti aku akan minta tolong ibu untuk menyuapi dan menjaganya sebentar saat aku pergi.]
[Ah, aku jadi ngga enak sama kamu Na. Tapi aku ngga tahu harus minta tolong sama siapa lagi.]
[Ngga apa-apa kok, lagian jarang-jarang seorang dokter Vita minta bantuanku. Biasanya aku yang selalu menggangu dan minta bantuan dokter Vita. Hehehe] Reyna menjawab Vita sambil tertawa kecil.
[Aku kirim alamatnya sekarang ya. Nanti kamu bilang saja ke satpam disana mau ketemu ibu Sinta, dia tante aku. Makasi banyak ya Na]
[Sama-sama Vit. Aku segera kesana, nanti aku pinjam motor ayah ku agar cepat sampai.] Mereka lalu menutup panggilan telepon.
Reyna kemudian bergegas menyiapkan makanan untuk sarapan baby Galena, dengan cekatan mendudukkan Galena di baby chair atu kursi makan bayi, kemudian Reyna meminta tolong ibunya untuk memberi makan sekaligus menjaga baby Galena karena Reyna harus keluar untuk bekerja. Ibu dengan senang hati menerima permintaan Reyna menjaga Galena.
__ADS_1
Habis melahirkan Galena dan mulai aktif menerima job setelah baby Galena berusia enam bulan, Reyna memang masih membatasi pekerjaannya dan menerima job nanti diatas jam sepuluh pagi setelah Galena tidur tengah hari. Walaupun bekerja mencari uang itu penting, tapi prioritas utama Reyna saat ini adalah putrinya Galena. Lagian selain dari pekerjaannya sebagai make up artis, Reyna mempunyai penghasilan lain sebagai penulis cerita bersambung karena sambil mengurus bayi Reyna masih menyempatkan waktu untuk menulis. Tapi saat ini, Reyna tidak mungkin menolak permintaan sahabatnya yang begitu baik padanya.
Baby Galena sekarang berusia delapan bulan. Galena tumbuh dengan sangat baik, badannya gembul dan saat ini sudah mulai aktif bermain dan merangkak. Galena bahkan jarang sekali sakit, ia hanya sakit saat akan bertumbuh gigi, selain itu Galena selalu sehat dan ceria. Keluarga Reyna bergantian menjaga dan menemani Reyna merawat Galena.
Reyna setiap hari selalu bersyukur untuk keluarga yang ia miliki. Ayah, ibu, dan kedua adiknya sering menawarkan diri untuk membantu menjaga Galena agar Reyna bisa istirahat. Rezekinya bahkan mengalir seperti air dari hasil menulis novel online dan pekerjaannya sebagai make up artis. Sebelum baby Galena berusia enam bulan, Reyna tetap menerima job unutuk make up tapi membatasi hanya 1-2 klien. Barulah saat Galena berusia enam bulan, Reyna mulai aktif menerima job tapi tetap diatas jam sepuluh pagi. Barang-barang keperluan Galena mulai dari pakaian, sepatu, box bayi, stroler bayi, baby chair sampai perlengkapan mandi bayi, dan keperluan bayi lainnya hampir semua adalah hadiah dari orang-orang dekat Reyna.
Stroler bayi di berikan ayah dan ibu, box bayi diberikan Vita, sedangkan baby chair dibelikan Reva saat Galena berusia enam bulan dan sudah mulai MPASI (Makanan Pendamping ASI), Gina membelikan boneka dan mainan bayi dari uang jajannya, bahkan ada beberapa klien yang sudah menjadi langganan make up nya memberikan beberapa hadiah sebelum dan setelah Reyna melahirkan. Rezeki untuk Reyna dan baby Galena mengalir dengan deras seperti air. Reyna bisa membeli apa saja yang ia inginkan dan perlukan untuk Galena dan dirinya dari hasil tabungannya. Walaupun belum bisa dikatakan berkelimpahan, namun penghasilannya bisa mencukupi semua kebutuhannya bahkan masih tersisa untuk di tabung.
Jika mengingat masa lalu saat tinggal di rumah mantan mertuanya, saat Reyna merawat Ziva seorang diri, jangankan untuk istirahat bahkan untuk ke toilet atau makan saja terkadang Reyna susah sekali mencari kesempatan untuk meninggalkan Ziva sendiri. Reyna terkadang sangat kerepotan mengurus Ziva dan nenek Mina sekaligus mengerjakan pekerjaan rumah karena tidak ada bantuan dari siapapun bahkan dari suaminya sendiri. Bahkan susu formula yang dibelikan ibu mertua untuk Ziva hanya susu formula yang paling murah di pasaran, ketika kembali ke rumah orang tua Reyna, mereka bahkan bisa membelikan susu formula yang hampir dua kali lipat lebih mahal untuk Ziva daripada yang dibelikan ibu mertuanya. Untunglah Ziva tidak pemilih dan tidak alergi dengan susu formula apapun. Dulu Reyna masih beruntung mendapat uang jajan untuk Ziva dari ayah mertuanya saat tinggal di rumah mantan mertuanya. Uang itulah yang Reyna gunakan untuk membeli barang-barang dan asesoris yang lucu-lucu untuk Ziva, walaupun terbatas dan harus mencari-cari barang yang murah.
Meski demikian bagi Reyna semua yang telah berlalu biarlah menjadi masa lalu, cukup menjadi pembelajaran untuk masa depan agar lebih baik. Yang baik dan menyenangkan di ingat untuk menjadi kenangan indah, yang buruk dan menyakitkan di buang dan dilupakan. Walaupun memang tidak mudah melupakan kenangan buruk dan menyakitkan, tapi waktu akan menyembuhkan semua luka dan menghapus semua air mata.
*****
Hanya butuh sepuluh menit bagi Reyna mengendarai motornya untuk bisa sampai di rumah ibu Sinta, sebuah rumah besar dan mewah dengan desain klasik Eropa modern. Di depannya ada pos untuk petugas keamananan yang berjaga disamping gerbang masuk. Reyna langsung dipersilahkan masuk oleh satpam karena ibu Sinta sudah menitip pesan dan sedang menunggu Reyna.
Saat memasuki rumah, Reyna langsung disambut oleh ibu Sinta dengan penuh kehangatan. Sikapnya yang ramah dan bersahabat berbanding dengan penampilannya yang begitu elegan seperti wanita-wanita kelas atas yang biasanya terlihat anggun namun terkesan angkuh, tapi tidak dengan ibu Sinta.
__ADS_1
"Hallo, temannya Vita ya? Perkenalkan saya Sinta tantenya Vita." Ibu Sinta langsung mengulurkan tangan, memperkenalkan diri.
"Iya bu, saya temannya Vita. Nama saya Reyna." Reyna menjawab dengan sopan dan sedikit senyuman.
Ibu Sinta lalu menuntun Reyna untuk mengikutinya ke sebuah kamar yang ada di lantai dua. Kamar yang sangat besar dengan nuansa gold dan krem, sangat mewah seperti kamar ratu di sebuah kerajaan.
"Ayo masuk, Reyna. Make up disini aja ya." Ucap ibu Sinta sambil mempersilahkan Reyna untuk masuk ke dalam.
"Iya bu." Reyna tak bisa tidak mengagumi kamar ini. Seumur hidupnya baru kali ini Reyna melihat kamar sebesar dan sebagus ini secara langsung.
"Ini dulu kamar anakku dan almarhumah isterinya, saat istrinya masih hidup."
*****
Hai readersku tersayang, terima kasih banyak masih setia membaca dan menunggu update ku yang sangat lama. Author minta maaf sebesar-besarnya ππππ
Terima kasih untuk cinta dan dukungan dari readers semuanya yang membuat author tidak patah semangat πππ
__ADS_1
Jika memungkinkan sebentar author akan tambah up 1 bab lagiπππππ