AKU YANG KAU SAKITI

AKU YANG KAU SAKITI
Hamil?


__ADS_3

Hati Reyna begitu tersentuh dengan sikap ayah dan ibu padanya. Bagaimana tidak sudah sebesar ini Reyna masih mendapat pelukan hangat dari kedua orangtuanya, dan mereka memperlakukan Reyna seperti memperlakukan seorang gadis kecil mereka yang sangat dicintai. Reyna terharu dengan sikap kedua orang tuanya. Kehilangan Reyna sangat menghancurkan hatinya, membuat Reyna menjadi orang yang putus asa, mengasihani diri, dan melupakan kalau ada orang-orang disekitar Reyna yang begitu mencintainya. Reyna hanya fokus pada rasa sakit, penderitaan dan kesedihan yang dia rasakan tanpa memikirkan keluarga yang juga sedih dengan keadaan Reyna.


"Ibu tahu hatimu sangat hancur saat ini. Kami juga sangat sedih dan merasa sangat kehilangan Ziva. Tapi tidak bisakah kamu membayangkan hancurnya hati ibu jika sampai kamu pergi dari hidup kami, apalagi dengan cara seperti tadi?!" Ucap Ibu yang sudah mulai sedikit tenang. Ibu sebenarnya tidak ingin membebani Reyna dengan kata-katanya yang keras, tapi kali ini Ibu harus sedikit tegas dalam menyampaikan isi hatinya. Ibu tidak mau Reyna terlalu terbawa dengan kesedihan hatinya sampai melakukan hal bodoh seperti tadi.


Reyna merasa tertampar dengan ucapan ibunya. Bukankah saat ini Dia yang paling tahu bagaimana sakitnya kehilangan seorang anak?! Bagaimana mungkin Reyna tega membuat orangtua yang sangat dikasihinya merasakan penderitaan seperti yang dia rasakan! Reyna tersadar kalau apa yang telah dia lakukan adalah salah dan dosa besar!


"Maaf... Maafkan aku!" Reyna menangis sambil menutup wajahnya dengan tangannya. Rasa malu, bersalah dan menyesal membuat Reyna menangis.


"Maafkan aku ayah, ibu! Aku benar-benar sangat menyedihkan, aku melakukan hal bodoh. Aku tidak berpikir logis! Maaf... Maafkan aku." Reyna masih menangis dan berusaha untuk duduk diatas ranjang. Ayah dan Ibu pun membantu Reyna untuk duduk.


"Tidak nak, jangan minta maaf pada kami! Minta maaflah kepada Tuhan, karena kamu telah mendahului Nya dengan melakukan perbuatan yang sangat di benci oleh Tuhan. Untunglah Tuhan belum mengkhendaki kamu pergi menghadapnya! Dan Ziva pasti akan sedih dan kecewa melihat ibu nya seperti ini!" Reyna langsung teringat akan mimpinya tadi. Ziva memang terlihat kecewa padanya, padahal Reyna sudah berjanji pada anaknya untuk tetap baik-baik saja saat Ziva tidak ada. Ternyata maksud ucapan Ziva saat itu, adalah meninggalkan pesan terakhir untuk mamanya agar tetap baik-baik dan semangat menjalani kehidupan walaupun sudah tidak ada lagi Ziva di dunia ini.


"Iya Ayah. Aku janji tidak akan pernah melakukan hal bodoh seperti itu lagi." Untuk saat ini Reyna belum siap menceritakan tentang mimpinya tadi pada orang lain. Reyna hanya menjawab dengan patuh pada Ayah.


"Kamu harus kuat nak! Masih ada kami keluarga yang sangat mencintaimu. Dan ingatlah bahwa Tuhan selalu bersama dengan kita, walau dalam keadaan buruk sekalipun. Tuhan tahu semua kesusahanmu, dan Tuhan tahu kamu sudah berjuang. Kuatkan hatimu nak! Dan satu hal lagi, Tuhan tidak tidur! Dia melihat semua yang terjadi, dan Dia akan bertindak sesuai dengan waktu dan kehendak Nya." Ayah mencoba menasihati Reyna dengan lembut, walaupun sebenarnya ada rasa kecewa dalam hatinya melihat putri sulung kesayangannya melakukan sesuatu yang sangat dibenci Tuhan. Akan tetapi di satu sisi Ayah juga sangat terpukul dengan tindakan Reyna, ayah merasa gagal menjadi ayah dan kekuatan bagi anaknya sendiri.


Tok, tok, tok...


"Aassalamualaikum... Maaf lama menunggu Om, tante. Aku tadi sedang menyusui Alexa. Oh Reyna sudah siuman? Syukurlah!" Suster Ela masuk ke dalam kamar bersama Gina dan Reva, dan meminta maaf akan keterlambatannya datang karena sedang menyusui anaknya. Ternyata Reva dan Gina juga tidak memberitahukan pada suster Ela apa sebenarnya yang terjadi pada Reyna, mereka hanya memberitahukan untuk memeriksa kondisi Reyna yang sedang pingsan, dan tidak memberitahukan kalau Reyna telah mencoba untuk bunuh diri. Pasalnya walaupun mereka adalah tetangga dan hubungan mereka cukup dekat, tapi Reva dan Gina tetap menjaga agar masalah keluarga mereka tidak akan menjadi bahan gunjingan para tetangga nanti.

__ADS_1


"Tidak apa-apa nak, Ayo mari." Ayah dan ibu tersenyum pada suster Ela lalu berdiri, dan menjauh dari ranjang, mempersilahkan suster Ela untuk mendekat dan memeriksa Reyna.


Suster Ela seumuran dengan Reyna, hanya beda satu tahun saja di bawah Reyna. Reyna dan suster Ela dulu adalah teman bermain saat kecil, jadi hubungan mereka dulu cukup dekat, hanya sekarang hubungan mereka sudah tidak seakrab dulu. Saat ini mereka sudah dewasa dan memiliki kesibukan masing-masing.


"Aku turut berduka atas kematian Ziva! Maaf ya Na, aku ngga bisa hadir saat pemakaman dan acara tahlilan tadi. Bertepatan aku jadwal piket di rumah sakit. Maaf sekali ya Na, ini belum lama aku sampai di rumah dan menyusui Alexa saat Reva dan Gina datang." Ucap suster Ela dengan penuh rasa empati sembari duduk di ranjang samping Reyna.


"Nggak apa-apa La. Maaf sudah merepotkan mu malam-malam begini." Jawab Reyna dengan ramah mencoba untuk tersenyum walau sangat berat.


"Ngga apa-apa Na. Aku senang kok bisa bantu kamu. Kita kan temenan. Bentar ya, aku periksa kondisi kamu dulu. Hm, Mungkin kamu kecapean, terus terlalu terbawa pikiran sama kepergian Ziva. Yah siapa sih yang nggak akan sedih kalau kehilangan seorang anak. Tapi kamu harus tetap semangat ya! Ada orang tua dan adik-adikmu yang perhatian dan menyayangimu." Suster Ela berusaha mencairkan suasana sambil memasangkan alat tensimeter digital ke lengan Reyna untuk mengukur tekanan darah.


Suster Ela memeriksa mata Reyna, lalu setelah itu memeriksa denyut nadi di pergelangan tangan Reyna.


"Hhmm... Kamu sering merasa pusing?" Tanya suster Ela.


"Iya, tekanan darah mu sangat rendah. Kamu juga kekurangan gizi. Hmmm.... Kapan terakhir kamu datang bulan?" Suster Ela seperti hati-hati menanyakan kalimat terakhir pada Reyna.


"Ehm, kapan ya?" Reyna seperti memikirkan kapan terakhir dia datang bulan. Lalu, tiba-tiba matanya membulat memikirkan sesuatu.


"Nggak mungkin kan La?!" Ucap Reyna menatap Ela dengan intens seolah meyakinkan dirinya kalau apa yang dipikirkannya salah. Suster Ela hanya tersenyum dan mengangguk. Lalu memegang perut Reyna seperti sedang memeriksa perutnya.

__ADS_1


"Kapan terakhir kamu haid?" Suster Ela kembali menanyakan hal yang sama pada Reyna.


"Nggak mungkin kan kalau Reyna hamil La?" Tanya Ibu yang sontak membuat ayah dan kedua adik Reyna terkejut.


"Terakhir aku haid empat bulan yang lalu sebelum pergi dari rumah mas Angga."


"Iya... Usia kandungan mu sudah sekitar tiga atau bulanan. Tapi supaya lebih akurat kamu harus segera periksa ke puskesmas, atau ke dokter spesialis obgyn untuk memeriksakan kehamilanmu." Ucap suster Ela sedikit hati-hati pada Reyna dan keluarganya, pasalnya suster Ela sudah mendengar tentang kabar perceraian Reyna dari tetangga. Jadi saat ini suster Ela tahu kondisi Reyna sedang tidak bersuami.


"Jadi benaran kak Reyna hamil, kak Ela?" Ucap Gina tidak percaya.


Reyna pun hanya menutup mulutnya tidak percaya akan kehamilannya sambil menitikkan air mata. Reyna merasa sangat menyesal dan terharu. Bagaimana tidak, Reyna hampir saja membunuh dua nyawa sekaligus! Reyna begitu menyesal dengan dirinya sendiri. Sejak perpisahannya dengan Angga, membuat Reyna terlalu larut akan masalah rumah tangganya, sampai Reyna bahkan tidak menyadari kalau selama ini dia sedang mengandung.


______________


Hai readersπŸ€—πŸ€—πŸ€—πŸ€— terima kasih telah mengikuti karya ku "AKU YANG KAU SAKITI" πŸ™πŸ™πŸ™


Semakin kesini, semakin banyak dukungan dari para readers. Author ucapkan banyak terima kasih. πŸ€—πŸ€—πŸ€—πŸ€—πŸ˜πŸ˜πŸ˜πŸ™πŸ™πŸ™


Mau tahu bagaimana kelanjutan kisah perjuangan Reyna untuk bangkit dari keterpurukannya dan meraih kebahagiaan? Bagaimana juga kabar Raya, Angga dan keluarganya, apakah mereka masih berjaya dan bahagia diatas penderitaan orang lain?

__ADS_1


Tetap dukung author dengan cara like dan komentar cerita ini jika suka. Jangan lupa juga tambahkan sebagai favorit, follow akun author, rate 🌟 5.


Dan jika berkenan beri vote dan hadiah yang ada di tampilan awal ceritaπŸ€—πŸ€—πŸ™πŸ™πŸ™πŸ™ supaya author lebih semangat up nya😁😁😁


__ADS_2