
Raya merasa wanita paling malang di dunia. Harusnya wanita hamil seperti dirinya, di manja dan berada di tempat yang nyaman untuk duduk, berbaring dan bersantai ria. Di tempat ini, bahkan untuk duduk pun sangat tidak nyaman, tidak ada sofa empuk yang bisa ia duduki, apalagi laptop atau ponsel yang dapat memberinya hiburan. Raya menangis, marah dan sedih akan situasi yang sedang ia alami.
Tangisannya yang kuat membuat dua orang penghuni tempat itu yang sudah lebih dulu berada di dalam sel beberapa waktu sebelum Raya, merasa sangat terganggu.
Dua wanita berbadan tambun yang sedari tadi hanya duduk melihat Raya kini berdiri dan menghampirinya.
Awalnya ke dua wanita berbadan tambun ini merasa kasihan melihat gadis muda yang sedang hamil berada satu sel bersama mereka menunggu sidang kasus yang berjalan seperti mereka. Namun tadi mereka mendengar percakapan petugas kalau wanita muda yang baru masuk itu ternyata adalah ular betina yang telah menghilangkan nyawa gadis kecil putri suaminya, dan dari pembicaraan petugas pun kedua wanita tambun itu mengetahui kalau wanita muda yang ada di depan mereka adalah perusak rumah tangga orang yang hamil dari perselingkuhannya.
Sebagai wanita-wanita tangguh Rini dan Lita tidak mengenal belas kasihan pada wanita-wanita licik dan tak bermoral seperti Raya. Apalagi saat mengetahui kalau Raya dituntut atas tindakan penganiayaan dan kelalaian sehingga menghilangkan nyawa seorang gadis kecil, mereka berdua pun sangat geram pada Raya dan kemudian bekerjasama untuk mengerjai Raya selama Raya berada di sel tahanan bersama mereka.
"Ini nasi bungkus buat kamu!" Ucap Rini sambil memberikan sebungkus nasi campur untuk Raya.
Kebetulan sekali, Raya sudah lapar dan perutnya minta diisi. Apalagi tadi saat di jemput petugas di rumah Angga tadi Raya belum sempat makan. Dengan antusias Raya langsung menerima makanan yang diberikan oleh Rini, dan langsung membuka lalu memakan makanannya. Tidak ada ucapan terima kasih yang diucapkan Raya atas pemberian makanan dari teman satu selnya.
Rini dan Lita pun hanya saling memandang dengan mata sinis dan seyum miring sambil memberikan kode, tanda permainan telah dimulai. Tiba-tiba saat Raya sedang asik menyantap makanannya, dia melemparkan bungkusan nasi ke lantai sambil berteriak histeris.
"Uhwek, uhwek...." Raya berusaha mengeluarkan makanan yang telah ia masukan kedalam mulutnya. Lalu berteriak dan menangis histeris.
"Huuaaa.... Cicaak! Ada cicak di dalam nasi! Hwueekk..." Ternyata Lita dan Rini menaruh seekor cicak ke dalam nasi yang diberikan kepada Raya. Lita lalu memberikan Raya air minum, tapi air minum itu juga langsung disemburkan Raya keluar.
__ADS_1
"Byyuurrrr... Air apa ini? Kenapa rasanya seperti asam dan pahit?!" Raya pun mulai kesal dan jengkel dengan teman-teman satu sel nya. Raya mulai curiga kalau Rini dan Lita sengaja mengerjainya dengan makanan dan minuman kotor. Ternyata Rini dan Lita memberikan air dari penampungan pipa bocor yang meleleh.
"Kalian... Sengaja mengerjaiku ya! Dasar wanita-wanita jelek kejam!" Ucap Raya dengan amarah yang sudah di ubun-ubun.
Tidak tinggal diam mendengar amarah Raya, Lita langsung menarik rambut panjang Raya sehingga Raya berteriak kesakitan.
"Apa kamu bilang, kami ini wanita jelek dan kejam?! Ya, kami memang kejam! Kamu mau kami merobek mulutmu, hah?! Kamu pikir kami tidak bisa menyakitimu disini?! Asal kamu tahu alasan kami berdua masuk ke tempat ini adalah karena kami merusak wajah wanita selingkuhan suamiku dengan kater, agar dia tidak bisa lagi menggoda laki-laki lain dengan wajahnya. Tidak hanya itu kami bahkan memasukkan cabe rawit ke kemal*an pelac*ur itu agar dia merasakan nikmatnya sensasi panas dari cabe rawit yang sudah ditumbuk dengan halus!" Lita menakuti Raya dengan menceritakan alasan kenapa ia dan sepupunya Rini bisa berada di penjara.
"Tidak hanya sampai disitu, aku bahkan memotong kemal*uan suamiku sampai hampir putus, agar dia tidak bisa lagi merasakan kenikmatan dunia!" Ucapan Lita sontak langsung membuat Raya gemetar karena ketakutan.
"Ada apa ini ribut-ribut?" Tanya seorang petugas yang berjalan datang ke arah sel.
"Awas saja kalau kamu mengadu, kami tidak akan segan-segan menyiksamu lebih dari ini!" Ancam Lita dengan suara pelan di telinga Raya. Raya pun hanya diam ketakutan sambil meneteskan air mata, tapi tidak bisa melakukan apa-apa.
Setelah petugas meninggalkan mereka, Lita dan Rini kemudian mendorong Raya sampai tersungkur di lantai. Raya hanya bisa meringis kesakitan sambil melindungi perutnya yang membuncit.
"Mulai saat ini, kamu harus melakukan apa yang kami perintahkan!" Ucap Lita sambil menunjuk Raya yang terduduk di lantai. Raya tidak bergeming dan hanya melihat Rini dan Lita dengan tatapan kesal bercampur takut.
"Kamu tuli? Tidak bisa mendengar apa yang aku katakan? Atau kamu bisu tidak bisa menjawab, hah?!" Ucap Lita marah sambil menginjak tangan Raya.
__ADS_1
"Awwww....sakiit" ucap Raya meringis.
"Makanya jangan terlalu songong!" Ucap Rini dengan nada mengancam.
Selanjutnya Raya disuruh untuk memijat kedua wanita itu bergantian, pekerjaan yang selama ini tidak pernah ia lakukan pada siapapun karena sangat melelahkan dan membosankan menurutnya. Jika Raya menolak atau membantah perintah mereka, maka kedua wanita tangguh itu akan menampar atau menjambak rambutnya, atau bahkan mengancam dengan memberikan cicak atau tikus kecil padanya. Alhasil Raya tidak bisa menolak dan melawan mereka. Malam hari ketika Raya menangisi nasibnya, kedua wanita yang ada di dalam penjara bersamanya tidak membiarkan Raya mengganggu tidur mereka. Rini dan Lita akan mengancamnya dengan melepaskan binatang peliharaan mereka yang sangat menakutkan bagi Raya, kalau Raya tidak berhenti menangis. Raya banya bisa membatin meratapi penderitaannya
Hampir satu bulan Raya berada di tempat itu, hari-hari nya di dalam penjara seperti berada di neraka bagi Raya. Tubuh nya yang mulai berisi karena hamil, kini mulai kurus kering karena kurang istirahat dan kurang asupan makanan. Raya seringkali tidak bisa memakan makanannya karena makanannya diberi binatang peliharaan Riny dan Lita atau makanannya mendapat tambahan bumbu dari mulut kedua wanita itu saat Raya membuat Rini dan Lita marah atau kesal. Tidak ada perlakuan istimewa yang dia dapat karena dia hamil. Jangankan di manja dan di sayang, setiap hari Raya selalu di siksa dengan perintah aneh dan menyebalkan dari kedua wanita tambun teman sel nya. Raya bahkan tidak bisa tidur dengan nyenyak karena dengkuran kedua wanita itu seperti genderang mau perang, yang membuat telinganya sakit. Raya begitu tersiksa berada di dalam penjara. Raya tidak terlihat seperti wanita hamil lagi, tapi seperti orang busung lapar yang perutnya membuncit karena kekurangan gizi.
Mungkin inilah akhir dari hidupnya, membusuk di dalam penjara. Tidak ada siapapun yang bisa Raya harapkan untuk menolongnya, suaminya yang menjadi harapannya tidak bisa melakukan apa-apa untuknya.
"Mama... Papa! Ah, kenapa aku baru memikirkannya sekarang... Bukankah aku bisa meminta bantuan mereka untuk mengeluarkan aku dari tempat terkutuk ini?!"
*****
Bagaimana? Sudah puas dengan pembalasan author untuk Angga dan Raya?? Tentu saja... Tidak semudah itu ferguzo!
Sayang sekali kalau pembalasan untuk Angga dan Raya hanya seperti itu....
Terus ikuti cerita "Aku yang kau sakiti" dan jangan lupa dukung author dengan cara like, komen, follow akun author, rate 🌟 5, dan jika berkenan beri gift🙏🙏🙏🙏🙏 terima kasih🤗
__ADS_1