
Saat sedang duduk menikmati udara segar di depan teras rumahnya, tetangga di samping rumah Angga memutar lagu melow dari Mah*lini dan Nuc*, berjudul: AKU YANG SALAH. Lagu yang menggambarkan isi hatinya saat ini.
{Ku tak mengerti betapa bodoh diri, *membiarkanmu pergi jauh dari hati*.}
Lantunan bait pertama lagu yang Angga dengar seakan sedang mengejek dirinya. Benar, betapa bodoh dirinya membuat wanita seperti Reyna pergi dari sisinya. Wanita yang ia pilih dan anggap lebih dari Reyna ternyata busuk dan tidak benar-benar mencintainya dengan tulus. Semua yang terjadi karena kesalahan dan kebodohannya. Cinta tak salah, Angga lah yang salah. Tidak perlu menyalahkan Raya atau menyalahkan cinta dan keadaan yang terjadi. Semua kesalahan ada dalam diri Angga. Angga lah yang salah, dan yang kemudian membuat hidupnya hancur seperti ini!
'Reyna, di mana kamu? Apakah kamu merindukanku? Saat ini aku benar-benar sangat merindukanmu! Jika Tuhan mengizinkan, aku ingin bertemu dengan mu sekali lagi, melihat mu lagi walau hanya dari jauh!' Angga membatin begitu merindukan Reyna.
Menyesal? Ya, andai waktu bisa terulang kembali... Kenapa rasa sesal selalu datang terlambat.. Ingatannya melayang kembali di saat pertama kali ia mengakui tentang perselingkuhannya dengan Raya, malam di mana ia memutuskan akan menikahi Raya demi cinta dan janin yang ada dalam perut Raya. Malam dimana Reyna keluar dari rumah dengan membawa Ziva.
Saat itu sebelum pergi dari rumah Angga, Reyna berkata bahwa suatu hari nanti Angga akan menyesali perbuatannya itu. Dan benar, saat ini adalah saat ia merasakan cinta dan penyesalan yang datang belakangan. Hatinya terasa sakit, seperti tertusuk belati. Air mata tak terasa mengalir membasahi pipi.
*****
Gina sedang mencoba sekaligus berkaraoke tanpa mic di depan Smart Tv 52 inch yang baru saja di beli oleh Reyna dari bonus yang ia dapat hasil memenangkan lomba untuk judul cerita bertema teen (remaja) di salah satu platform aplikasi membaca online. Gina sangat senang punya tv baru karena tv sebelumnya sudah lama dan ketinggalan zaman. Smart tv, Gina hubungkan ke wifi internet dan memutar beberapa lagu dari youtube.
Gina menyanyikan lagu dari Andm*sh, berjudul: BISA TANPA MU. Gina sangat menyukai semua lagu dari Andm*sh,Β karena suaranya yang memang merdu, lagu-lagunya sangat menyentuh dan sangat enak di dengar di telinga.
{Akan ku buktikan bahwa ku bisa tanpa mu
Kau memang tercipta bukan tuk bersama ku.
Tapi ingatlah bahwa suatu hari nanti
__ADS_1
Tak kan kau temukan pada yang lain
Yang sangat mencintai mu lebih dari ku.
Ku bisa tanpa mu.....}
Lagu itu seperti sengaja di nyanyikan oleh Gina untuk Reyna. Ya, saat ini Reyna bisa membuktikan pada semua orang bahwa walaupun tertatih-tatih, dan dengan perjuangan yang tidak mudah, ia bisa bangkit lagi dan berdiri dengan tegak. Bekerja menghasilkan uang sendiri, melahirkan dan merawat Galena tanpa Angga di sisinya! Walaupun awalnya terasa berat, namun waktu yang akhirnya bisa membuat Reyna terbiasa dan melakukan semuanya sendiri.
'Semua cerita antara aku dan mas Angga yang telah berlalu biarlah menjadi kenangan. Tidak ada hal yang perlu di sesali baik itu pertemuan atau pernikahan dengan mas Angga, karena itu sudah suratan takdir.' Batin Reyna.
Awalnya memang berat, sangat berat dan menyakitkan untuk Reyna. Tapi dengan kebesaran hati Reyna bisa menerima takdir yang telah di gariskan untuknya. Ia tak perlu terpenjara dengan rasa penyesalan yang tidak akan mengubah apapun.
Bagi Reyna lebih baik memperbaiki diri dan belajar dari pengalaman masa lalu, karena pengalaman adalah guru dan pelajaran yang sangat berharga. Pengalaman mengajarkannya untuk tidak mengandalkan manusia, karena manusia terbatas dan lemah, suatu saat manusia akan mengecewakan dan pergi meninggalkan kita.
Kehilangan yang begitu banyak mengajarkan Reyna untuk mengandalkan Tuhan sang pemilik hidup ini, dan mempasrahkan seluruh hidup ini kepada Nya. Apalah kita yang hanyalah manusia fana ini, Tuhanlah pemilik bumi dan isinya termasuk manusia. Tidak ada yang abadi, karena semua yang ada di bawah kolong langit ini akan pergi dan menghilang.
'Dan Tuhan mendengar doa ku. Ia menyembuhkan hati ku, dengan menghadirkan Galena dalam hidupku. Aku diberikan keluarga yang selalu ada dan mendukungku dalam segala keadaan, dan aku di pertemukan dengan orang baik yang mau bersahabat denganku, dan selalu siap menolongku. Entah bagaimana cara membalas kebaikan dari Vita, ia salah satu orang yang mendorongku untuk bangkit.'
Bagi Reyna, Vita seperti malaikat yang Tuhan kirimkan saat ia sedang berjuang dan bangkit dari kesusahannya, selain keluarganya sendiri. Vita hadir dan mendorong serta menemani Reyna melewati masa sukarnya, saat hamil, melahirkan, dan bekerja. Kebanyakan klien Reyna untuk make up adalah rekan atau kenalan dari Vita, dari Vita lah banyak orang kalangan atas yang mengenal dan menjadi langganan Reyna.
Saat ini Reyna sudah merasa cukup. Mensyukuri rejeki yang ia terima dari dua pekerjaan yang ia lakukan sebagai penulis dan make up artist, dan menghargai keberadaan orang-orang yang Tuhan tempatkan di sisinya saat ini, adalah kunci kebahagiaan bagi Reyna.
'Aku bisa bangkit, aku bahagia tanpa harus di bayang-bayangi oleh dendam masa lalu. Mungkin bagi orang lain mereka menganggapku terlalu naif dan bodoh. Biarlah mereka berpikir seperti itu, biarlah orang berkata apa. Aku tak bisa memaksa orang lain untuk sependapat denganku. Kebahagiaan ku tidak tergantung pada apa yang orang lain pikirkan dan ucapkan!'
__ADS_1
'Aku tidak membenci mantan suamiku, aku hanya tidak mencintainya lagi! Ya, dengan yakin aku dapat berkata... Tak ada lagi rasa cinta untuk mas Angga di hati ku! Tak ada dendam dan air mata! Saat ini aku bahagia tanpamu, mas.'
Drrrttt....
Lamunan Reyna terhenti karena panggilan masuk dari sahabatnya Vita.
[Ya, halo Vit.]
[Halo Na, sedang apa? Aku ganggu tidak?]
[Tidak kok, mana pernah kamu ganggu aku. Adanya aku yang selalu mengganggu kamu. Aku lagi santai di rumah Vit, kebetulan Galena sedang tidur siang jadi aku bisa duduk santai mendengar lagu.]
[Aku, aku mau minta tolong lagi sama kamu Na.]
[Siap, apa sih yang ngga bisa aku bantu buat auntie Vita yang cantik dan baik hati.]
[Hmm, sepertinya aku harus ngomong langsung deh sama kamu. Aku ngga enak kalau hanya lewat telepon. Atau, aku ke rumah kamu saja sekarang bisa? Aku tidak mengganggu kan?]
[Kan sudah aku bilang, kamu tidak pernah mengganggu Vit. Oke, aku tunggu.] Panggilan pun terputus antara Vita dan Reyna. Dalam hati Reyna bertanya-tanya, apa sebenarnya yang mau di katakan oleh sahabatnya Vita.
____________
Hai readersku tersayang... Malam ini author up 2 bab buat mengobati kerinduan kalianππ Semoga kalian suka dengan cuap-cuap ungkapan hati dari Angga dan Reyna.π
__ADS_1
Terima kasih untuk cinta dan dukungan yang besar dari readers yang membuat author terus semangat, walau banyak rintangan yang menghadang.πππ
Terus dukung author dengan cara like, coment, vote, beri gift, follow akun author dan jangan lupa tambahkan cerita ini sebagai favorit yaππ Terima kasih.