Ali Dan Erika

Ali Dan Erika
Erika Nashwa


__ADS_3

Pagi yang cerah datang lagi, aku selalu menyambutnya dengan senyuman begitu juga hari ini.


Namaku Erika Nashwa


Aku adalah anak dari abah ku yang seorang ustadz di sebuah pesantren di daerah jawa timur, aku lulusan sebuah universitas di mesir, kesibukanku saat ini adalah mengajarkan agama dan seni di pesantren milik abah, aku juga membantu abah untuk memajukan pesantren ini agar menjadi pesantren dengan kualitas agama, umum dan seni yang terbaik.


Banyak tawaran yang datang padaku untuk mengajar di sekolah-sekolah favorit di dalam dan luar daerah, tapi aku lebih tertarik mengajar di sekolah yang jauh dari kata favorit karena keinginanku adalah menjadikan apa yang dulunya bukan apa-apa menjadi sesuatu yang berharga, dan semoga Allah meng ijabah apa yang menjadi keinginanku.


"Nashwa..."


"dalem abah..."


dalem dalam bahasa jawa kromo alus berarti menyahuti sebuah panggilan yang artinya "iya abah"


aku berlari ke arah abah yang berada di kolam ikan sedang menaburi pelet untuk makan ikan sore ini.


"nopo bah?"

__ADS_1


"ada apa bah?"


"bocah prawan kok playon wae to nduk nduk..."


"anak gadis kok lari-larian to nak nak"


"he he he maaf bah biar cepet sampai aja, ada apa bah panggil Nashwa"


"ituloh santri-santri yang kemarin kamu ajarin seni rebana itu apa sudah pada bisa?"


"alhamdulillah bah sebagian malah sudah mahir soalnya Nashwa kasih ajaran tambahan sama yang tidak ikut ekstra jahit"


" alhamdulillah kalau begitu, ya sudah sana mandi, prawan yamene sek kecut kabeh ra isin karo iwak iki to? iwak wae wes bar adus bar mangan wisan"


"alhamdulillah kalau begitu, ya sudah sana mandi, anak gadis jam segini masih bau asem nggak malu sama ikan ini to? ikan saja sudah selesai mandi selesai makan"


"iih... abah mosok anak e di padakne karo iwak to"

__ADS_1


"iih...abah masak anaknya di samain sama ikan to"


"ha ha ha ya sudah sana mandi kalau nggak mau di samain kaya ikan-ikan abah ini"


"inggih abah..."


"iya abah..."


inggih dalam bahasa jawa kromo alus juga memiliki arti iya.


Aku mempunyai dua saudara perempuan. Kakak ku yang bernama Edenia Niswa mengajar di luar kota dan adik ku yang bernama Eliza Namira yang juga bekerja di luar kota, hanya aku yang standby di desaku bersama abah. Umi sudah lebih dulu pergi menghadap sang khaliq, ini juga yang menjadi alasan ku menetap di sini yaitu menemani abah.


Aku bergaul dengan santri-santri pondok yang hampir semua memanggilku "ning" , kecuali satu orang santri yang juga sahabat karibku yaitu Salsabila, dia adalah teman ku sejak kecil saat kita masih sama-sama sekolah di bangku TK sampai SMA, hingga akhirnya aku meninggalkan Salsa untuk melanjutkan S1 di mesir.


Salsabila adalah anak yatim piatu yang sengaja di rawat abah dan di jadikan santri pertama di pondok pesantren abah, hingga saat ini Salsa lah yang mengurus pondok putri. Salsa menetap di rumah kami yang biasa di sebut "ndalem abah" yang artinya adalah rumah abah. Salsa sudah seperti saudara kandung bagiku dan kedua saudaraku, begitu juga abah tidak pernah menganggap Salsa sebagai orang luar melainkan seperti putrinya sendiri.


Abah membiayai sekolah Salsa sampai lulus SMA, abah ingin menguliahkan Salsa tapi Salsa menolak dan memilih mendalami ilmu agamanya bersama abah, begitulah Salsa temanku, saudariku juga sahabatku.

__ADS_1


__ADS_2