
Hari jumat adalah hari yang di tunggu para santri karena di hari jumat kagiatan sekolah akan di liburkan dan juga kegiatan pondok juga tidak sepadat hari-hari biasa.
Pagi ini semua santri berbondong-bondong untuk membersihkan pondok, karena memang itu adalah kegiatan rutin setiap satu minggu sekali yaitu jumat. Kegiatan Ro'an / kerja bakti di lakukan satu minggu sekali meliputi membersihkan sawang yang ada di atap-atap, menguras bak mandi, menghias taman, membersihkan talang dan lain sebagainya. Tapi kalau untuk menyapu dan mengepel di lakukan setiap hari sesuai jadwal piket masing-masing kamar.
Setelah Ro'an biasanya santri-santri ada yang berjalan-jalan keluar pondok tentunya dengan izin dan batasan waktu tertentu, ada yang mencuci pakaian dan juga menyetrika. Semua kegiatan berjalan di pondok maka dari itu aku selalu senang saat berada di pondok karena selalu rame dan banyak orang, tidak pernah sepi.
"Er... bingung aku ini abah itu lo..." Salsa memulai curhatnya di dapur pagi ini dengan logat jawa nya yang sangat-sangat kental, Erika adalah panggilan ku tapi abah lebih suka memanggilku Nashwa dari pada Erika.
"abah kenapa to Sa...?" jawabku mengikuti logat Salsa juga.
"kok bisa lo kemarin abah tanya sama aku mau ndak di jodohin sama mas Aab yo aku isin to jawabnya"
isin\= malu
"lha emangnya kamu mau sama mas Aab?"
"na itu dia Er aku sebenarnya yo mau mau aja tapi abah lo nanyak nya di depan ustadz-ustadz yang lain, lha isin to aku"
"hemmm dasar mau mau malu, trus kamu udah bilang sama abah kalau kamu mau di jodohin sama mas Aab?"
"belum lo Er wes kadung isin aku"
__ADS_1
"bekum lo Er sudah terlanjur malu aku"
"opo aku wae seng ngomong abah? ben kamu ndak isin?"
"apa aku saja yang bilang abah? biar kamu nggak malu?"
"ndak ndak aku bilang sendiri aja nanti ndak enak sama abah nanti dikira aku ndak menghormati tawaran abah"
"hayo...lagi ghibah, ngomongin abah ya?"
Abah tiba-tiba datang ke dapur membawa handuk di bahunya, sepertinya tujuan utama memang bukan ke dapur tapi ke kamar mandi yang berada di sebelah dapur.
"mau ngomong apa Sa? abah mau mandi nih, ngomongnya mau sekarang apa nanti saja?"
"mangke mawon bah"
"nanti saja bah"
"yowes nek ngunu abah mandi dulu mergane bar iki abah arep na sekolahan ono kumpulan"
"ya sudah kalau begitu abah mandi dulu karena setelah ini abah mau ke sekolahan ada rapat"
__ADS_1
"nggih bah..." jawabku berbarengan dengan Salsa, setelah abah masuk ke kamar mandi Salsa memukul pantatku yang berbalut gamis dan hijab syar'i selutut.
"aduh opo to Sa kok aku di gepuk"
"aduh kenapa to Sa kok aku di pukul"
"kamu ituloh malu-maluin aku di depan abah saja"
"ha ha ha ya sorry sengaja ha ha ha"
"awas kamu ya di hari abah jodohin kamu aku adalah orang pertama yang akan ketawain kamu"
"nggak aku nggak mau di jodohin, aku akan mencari laki-laki pilihanku sendiri"
"awas tak bilangin abah biar kamu di cariin jodoh dari sekarang, biar tahu rasa kamu"
"kalo kamu berani aku akan bilang ke abah kalau kamu nggak mau sama mas Aab tapi mau nya sama mas Santoso aja ha ha ha"
"iih... dasar nakal "
Salsa mengejar ku dengan menenteng talenan di tangannya dan tangan lainnya mengangkat gamisnya hingga di atas mata kaki agar larinya bisa kencang.
__ADS_1