
"nafkah? "
"iya"
"lah sama aja dong mas nggak terima uang ini sama sekali "
"nih aku terima" Ali menarik satu lembar uang pecahan seratusan ribu kemudian meninggalkan mereka semua.
Erika hanya menatap Ali tanpa bicara, sisi lain dari Ali satu persatu telah Erika pahami, Ali memang tidak suka di paksa.
"biar kakak yang bicara sama dia dik"
"nggak kak biar aku sendiri aja" Erika sedikit berlari karena rok yang di pakai membuat dia tidak leluasa untuk bergerak.
"mas... " Erika sedikit berteriak karena Ali sudah agak jauh di depan.
"mas... " Erika mempercepat laju langkahnya kemudian menarik seragam Ali dari belakang karena tidak mungkin Erika menggapai tangan Ali meskipun itu sangat dia inginkan. Ali menghentikan langkahnya mengikuti keinginan dari Erika
"kamu marah? " Erika
Ali menarik nafasnya dalam-dalam kemudian mulai berbicara.
"calon istri mas... belajar nurut ya sama perkataan mas kalau nggak mau nurut sama suami mau nurut sama siapa lagi coba? " Ali berbicara dengan lembut menghalau semua kekesalannya beberapa saat lalu.
"tapi ini uangnya? "
"ini mas udah terima, emmm anggap aja mas lagi gajian terus gajinya mas kasih semua ke kamu buat di kelola ya mas udah ambil ini cukup " Ali mengayun-ayunkan satu lembar uang seratus ribu di hadapan mereka berdua.
"terus uang ini buat apa mas? "
"buat semua keperluan kamu sayang... kamu juga boleh tabung itu kalau kamu sekarang belum butuh apa-apa "
"ya udah, makasih ya mas"
"you're welcome "
"Nashwa sudah bilang sama mas Ali dan mas Ali juga sudah menerimanya bah tapi uang ini di shodaqoh kan kepada pondok bah"
"jadi Ali tidak menerima uang ini begitu? "
"mboten abah, mas Ali sudah menerimanya kok"
__ADS_1
"ya sudahlah terserah kalian saja, kamu berikan uang itu kepada bendahara pondok agar segera di kelola"
"nggeh bah"
Erika segera meninggalkan abahnya dan kembali masuk ke kamar.
ping!
"*assalamualaikum calon istri mas*.... "
"waalaikum salam mas"
"*lagi apa dik*? "
"*masih di bahas aja*"
"mas aku nggak berani bilang abah kalau mas kasih separuh uang itu ke aku"
"*ya nggak usah bilang kan mas kasih buat kamu*"
"udah aku kasih ke bendahara pondok juga mas aku ikutin shodaqoh juga atas nama mas"
__ADS_1
"*hemmm terserah kamu lah dik pokoknya uang itu buat kamu mau kamu apain juga terserah*"
"mas udah makan? " Erika sengaja menjadi lebih agresif dan manja agar Ali tidak lagi ngambek sama dia lagi
"*udah dik*" Ali masih saja cuek
"jawabnya kok cuman gitu? nggak mau chat sama aku lagi ya? "
"*bukan gitu tapi mas ini masih agak kesel loh sama kamu*"
"kok gitu 🥺?"
"*iya, udah ya dik, mas ngantuk tidur duluan ya, assalamualaikum*... "
"wa'alaikum salam"
*ih kok nyesek sih, padahal dia nggak ngomong apa-apa loh tapi kenapa nyesek gini ya* (Erika)
Pagi ini Erika datang ke sekolah sendiri karena ternyata Ali tidak ada jam mengajar di hari ini.
"pagi bu Er... "
"pagi bu Linda"
"ih lesu amat sih belum sarapan ya? "
"udah kok bu Linda"
"tapi kok lemes gitu? "
__ADS_1
"mas Ali masih kesel sama aku soal kemarin bu"
"bu Er minta maaf aja "