Ali Dan Erika

Ali Dan Erika
Bab 85


__ADS_3

Semua orang sudah siap dengan pakaian yang sudah di tentukan, Ali satu mobil dengan Erika hanya berdua karena Ali menggunakan mobil yang hanya untuk dua orang.


"sayang... "


"ya mas"


"boleh selfie nggak? "


"tadi kan udah foto-foto mas di depan sama mama papa juga"


"selfie kan belum, boleh ya? "


"iya deh"


Mereka melakukan selfie di dalam mobil tanpa bersentuhan.


"udah ah mas"


"he he he iya iya deh udah"


Ali melihat hasilnya dan cengar-cengir sendiri.


"mas kok gitu? hasilnya jelek ya? "


"enggak kok, bagus nih kamu lihat" Ali menyerahkan ponselnya ke Erika dan ya memang hasilnya bagus karena memang Erika juga sudah di make up full seperti kemarin oleh orang suruhan Reni mungkin juga di dukung oleh kamera ponsel Ali yang canggih.

__ADS_1


Erika menaruh ponsel Ali di dashboard tapi Ali malah kembali mengambilnya lagi dan melihat-lihat kembali foto-foto yang barusan mereka ambil.


"boleh mas bikin story whatsapp nggak nih? "


"mas nggak baik loh mengumbar-umbar kehidupan pribadi kita di sosial media, apalagi kita belum sah"


"ya udah deh iya bu nyai nggak jadi di bikin story"


"ih di bilangin malah gitu"


pim... pim....


Suara klakson dari mobil Heru membuat Ali menghentikan aktivitasnya memainkan ponsel kemudian memacu laju mobilnya.


Sepanjang perjalanan mereka banyak berbicara hal-hal mengenai kesukaan mereka.


"mas... nggak boleh takabbur, Allah nggak suka"


"he he he maaf-maaf, oh iya kamu belum cerita tentang kamu di luar negeri "


"aku? aku nggak ada yang spesial mas aku murid biasa dan seperti mereka semua"


normal banget idupnya, kok bisa gitu? hidup di luar negeri jauh dari orang tua tapi bisa kontrol semuanya dengan aman dan terkendali (Ali)


Mobil memasuki basement sebuah hotel yang megah.

__ADS_1


"acaranya di hotel mas? "


"iya sayang mereka orang-orang penting dan tamunya juga nggak sembarangan, pejabat-pejabat pada dateng"


ya Allah... disinilah aku merasa sangat jauh dengan mas Ali jika aku tidak mengingat bahwa di mata-Mu tidak ada yang berbeda maka saat ini aku sudah pasti lebih memilih pulang dan tidak ingin berjibaku dengan mereka semua, abah.... doakan putrimu menjadi wanita yang tak mudah gentar hanya karena kekuasaan duniawi ini. (Erika)


"besok kita pas nikah juga bakalan kayak gini sayang" Ali


Erika hanya diam tak menanggapi perkataan Ali


"dik? " Ali menoleh ke arah Erika yang pandangannya lurus ke depan tanpa berkedip


"mas kalau boleh aku mau minta sesuatu "


"apa itu? "


"ketika nanti Allah mengizinkan kita menikah dan jika harus di adakan pesta aku ingin pesta yang sederhana yang siapa saja bisa datang dan ikut berbahagia bersama kita " Erika menoleh tepat ke arah kedua Netra Ali yang sedari tadi tak memalingkan wajahnya dari kekasih hatinya itu.


Ali tersenyum kemudian mengangguk pelan seraya mengiyakan permintaan Erika


"apapun yang membuat kamu bahagia sayang, kita juga bisa undang anak-anak yatim loh kamu mau? "


"beneran boleh? "


"insyaallah boleh"

__ADS_1


"aamiin semoga niat baik kita di dengar Allah dan di aamiin kan oleh para malaikat "


aku memang tidak salah pilih telah menjatuhkan cintaku pad gadis sederhana dengan segudang pengetahuan yang sama sekali tidak membuatnya merasa tinggi ataupun merasa mampu, semoga Allah mengabulkan apa yang menjadi inginku dan inginnya aamiin... ingin rasanya ke rengkuh tubuh di hadapan ku ke dalam pelukan ku dan meleburkan gejolak di dalam hatiku ini (Ali)


__ADS_2