
"papa bakalan sering kasih kamu bonus kalau kamu berperilaku baik selama kamu berada di pondok ini"
"ok Ali nggak akan biarin papa mendengar keluhan tentang aku selama aku di pondok"
"papa pegang janjimu"
Erika datang bersama Alisyah di belakangnya.
"ini Alisyah nya "
"eh ada pacar" Ali
"pacar?" Pak Heru
"iya pah Erika itu pacar Ali"
"Erika? bukannya itu ning Nashwa putrinya pak kyai"
"apalah Nashwa Erika sama aja pah, dia pacar Ali" dengan bangganya Ali mengakui Erika sebagai pacar.
"bukan pak Heru, dia bohong"
"bohong gimana orang dia yang bilang I love you ke Ali"
"oh my god oh my god oh my god jadi kamu sekarang punya pacar sayang? dan pacar kamu adalah anaknya pak kyai good job baby... mama suka sama dia "
"aduh nggak gitu tante... gimana ya jelasinnya" Erika bingung sendiri menghadapi tingkah satu keluarga yang sangat heboh ini, di tengah kebingungan yang melanda Erika tiba-tiba pak kyai datang baru selesai tausiyah di kampung sebelah.
"assalamualaikum wr.wb..."
"waalaikumsalam wr.wb..." jawab semua orang ber barengan.
"ada pak Heru dan keluarga, sudah lama pak?"
"baru saja pak kyai"
"mari-mari silahkan duduk, Nashwa kok belum di ambilkan air to nduk tamunya?"
__ADS_1
"nggih bah" Erika berlalu ke dapur dan membuatkan beberapa teh untuk tamu dan juga abahnya.
"Saya ke belakang dulu bah"
"mau kemana sayang...? sini aja duduk sama mama Reni"
"duduk nduk" perintah pak kyai tak akan di tolak oleh Erika, Erika duduk di samping Reni karena Reni mengisyaratkan untuk duduk di sebelahnya.
"pak kyai kita akan besanan loh" Reni
"mah kalo ngomong yang sopan dong, maaf pak kyai..." Pak Heru
"ndak apa-apa pak Heru, maksud bu Reni besanan gimana ya?"
"ya anak-anak kita itu loh pak kyai mereka kan pacaran"
"Nashwa?"
"iya pak kyai sama Ali"
"mboten bah, Nashwa bisa jelasin" Erika mencoba untuk menjelaskan duduk permasalahan yang terjadi disini.
"aaahh... Nashwa suka malu-malu nggak papa kok sayang..."
"Nashwa permisi ke dalam bah"
Tanpa menunggu persetujuan dari siapa pun Nashwa meninggalkan orang-orang yang salah paham itu, baginya terlalu ribet jika harus menjelaskannya di depan banyak orang, biar nanti dia berbicara empat mata dengan ayahnya.
"Nashwa juga ndak tahu kenapa tuh si Ali ngaku-ngaku jadi pacar Nashwa, padahal kan ndak bah"
"beneran ndak to?"
__ADS_1
"beneran bah, Nashwa ndak ada apa-apa sama pak Ali apa lagi pacaran Nashwa ndak berani to bah"
Abah diam mendengarkan setiap penuturan yang aku sampaikan kepada beliau, ada sedikit kelegaan terpancar di wajah abah.
"yowes yowes sudah abah ndak mau bahas ini lagi, kamu kok ndak ikut ke musholah?"
"Nashwa haid bah"
"oh... ya sudah, istirahat sana kamu biasanya kalo hai suka pada sakit semua to badanmu?"
"nggih bah, Nashwa balik ke kamar dulu"
Aku kembali ke kamarku dan duduk di ranjang.
*apa-apaan coba tuh orang bilang ke orang tuanya kalo aku pacarnya pake segala katanya aku yang bilang I love you ke dia lagi, aduh emang orang sinting ada aja yang di lakuin, besok aku akan bikin perhitungan sama dia*. (Erika)
Aku menuju meja belajarku mengamati jadwal mengajar yang menempel di dinding di depan meja belajarku.
__ADS_1
"pas banget besok dia juga ada kelas, aku harus ngomong sama dia"